
"Kau gila"
Ramira jelas mengumpat Eden dengan perasaan kesal.
"She's still young, kau tidak lihat betapa gadis itu masih kecil? kau menyukai anak-anak? menurut ku gadis tadi bisa jadi masih sekolah"
ramira terus mengoceh di samping kemudi, duduk tepat di sebelah Eden sambil sibuk membenahi riasannya.
"Kau seperti seorang pedofil"
Ramira mendengus, sepersekiandetik kemudian tiba-tiba Ramira menghentikan gerakan tangannya, menoleh ke arah Eden lantas menaikkan sebelah alisnya.
"Apa kau jatuh cinta dengan bocah yang baru saja kau temui 2x?"
Eden masih fokus menyetir, dia tampak diam, jari telunjuk kanan nya menggesek-gesek bibir nya beberapa waktu.
"Kau jatuh cinta pada gadis kecil itu?"
Ramira mengulang pertanyaan nya.
Eden hanya mengulas senyum penuh arti, masih tetap fokus menyetir.
"Oh God, aku baru melihat mu begitu tertarik dengan seorang gadis dengan cara yang sangat berbeda"
Ramira mendengus, meletakkan alat makeup nya ke dalam tas nya.
"Biasanya kau akan merayu, mengajak perempuan-perempuan atau gadis-gadis yang baru kamu lihat untuk kamu ajak tidur, tapi bocah kecil itu, kamu menghubungi nya, memberinya buku, memperlakukan dirinya dengan cara yang berbeda, kau benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama? yang benar saja"
Eden menoleh sejenak ke arah ramira, lantas membuang pandangannya kedepan.
"Bola mata mu berkata YES"
__ADS_1
Ramira menganga.
"Kau benar-benar terpesona dengan bocah itu"
"Hanya suka melihat senyum dan bola mata nya, dia begitu polos"
Eden bicara sambil membelokkan mobilnya ke sisi kanan"
"Pertama kali untuk ku tidak berfikir ingin meniduri seorang gadis, itu lucu bukan? bukan ketertarikan sek.. sualitas, tapi tertarik karena dia terlihat Berbeda"
Ramira Seketika tertawa mengejek.
"Aku baru tahu kau bisa jatuh cinta"
Ramira menggeleng-geleng kan kepalanya tidak percaya, menatap ke arah Eden beberapa waktu lantas membuang pandangannya.
"Hanya saja bukan kah Daddy gadis itu teman lama mu? aku curiga, bukan teman lama, tapi bisa jadi dia adalah musuh lama mu"
Eden terkekeh
Eden menggeleng cepat, mendengus kemudian mobil nya masuk ke sebuah hunian salah satu apartemen mewah di kota jakarta.
"Aku pastikan Daddy nya akan membunuh mu karena berani tertarik pada putri nya"
Ramira menatap sambil mengejek Eden yang tengah memarkirkan mobilnya.
"Kau benar-benar gila"
ucap ramira lantas segera menarik tas miliknya, membuka pintu mobil itu lantas melesat turun dengan cepat.
*********
__ADS_1
Kau suka buku nya?
sebuah pesan masuk ke handphone Ailee, gadis itu tersenyum kemudian mencoba membalas pesan dari sang paman baik hati.
Luar biasa,aku baru membaca 1 buku pagi ini, mungkin aku akan menyelesaikan semuanya dalam beberapa hari.
Jangan terlalu memaksakan diri, bacalah secara perlahan
Ailee kembali melebarkan senyumannya.
"Ailee"
tiba-tiba terdengar teriakan dari arah lantai atas,. secepat kilat melesat naik.
"Kenapa dad?
dia bertanya sambil menaikkan alisnya ketika tiba di dalam kamar.
"Bersiaplah"
"Ya?"
Ailee tampak terkejut.
"Kemana?"
Aland berjalan mendekati dirinya, menyentuh pinggang Ailee secara perlahan, Ailee berusaha menatap dalam bola mata daddynya, bertanya-tanya kemana kali ini tujuan mereka.
"Menyiapkan pernikahan kita"
ucap Aland sambil menyentuh dagu Ailee.
__ADS_1
Seketika ekspresi wajah Ailee berubah, bola matanya tampak berkaca-kaca, jantung nya berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya, seketika dia mengangguk dengan cepat masih sambil menatap bola mata daddynya.
Lantas secara perlahan Aland tiba-tiba menautkan Bi..bir mereka dalam waktu yang begitu lama.