
Selena berjalan dengan langkah tergesa-gesa dengan bahrat menuju ke Stone street Manhattan setelah mereka menyelesaikan urusan proyek Al Jaber. Abagail memecah arah menuju ke lokasi lain untuk mencari informasi soal masa lalu Eden, sedangkan Dirinya dan Bahrat mau tidak mau bersama karena Selena jelas tidak hapal jalanan Manhattan, berbeda dengan bahrat yang sudah hapal di luar kepala tiap jalanan kota new York.
Sisa air hujan yang turun pagi tadi masih tergenang di sepanjang perjalanan menuju ke arah tujuan mereka, sebuah informasi yang mereka gali mengarahkan mereka ke tempat ini soal masa lalu Eden dan seorang anak laki-laki lainnya yang mereka tidak tahu siapa.
Mereka berlari dengan waktu, mencari seorang wanita yang kata nya tahu tentang sesuatu di masa lalu.
"Maafkan aku nona, tapi aku tidak bisa mengatakan nya"
seorang wanita setengah baya bicara pada Selena dengan nada sedikit gemetaran.
"Kenapa? kami Hanya ingin tahu kejadian sebenarnya saat itu, mungkin kejadian nya sekitar 20 hingga 21 tahun yang lalu, bibi bisa membantu kami untuk mengingat apa yang terjadi sebenarnya"
"Tidak, maafkan aku"
wanita tua itu berusaha untuk terus menghindar, berjalan tergesa-gesa menjahui selena dan Bahrat.
"Bibi"
Selena terus mengejar langkah wanita tua itu.
"Aku sama sekali tidak tahu apa-apa, kau tahu bahkan laki-laki itu bisa melakukan apa pun untuk membunuh kami jika sembarangan bicara"
seketika Selena membulat kan bola matanya.
"Laki-laki siapa?"
Seakan tidak memperdulikan pertanyaan Selena, wanita itu mencoba terus berjalan menjauh.
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu soal laki-laki kaya raya itu, dan aku adalah saudra perempuan valentine"
Saat selena menyebutkan nama valentine, wanita tua itu langsung menghentikan langkahnya kakinya, menatap ke arah Selena sesaat.
"Dia benar-benar gadis yang malang"
"Apa?"
"Kau harus mencari laki-laki tersesat dengan tatto naga dipunggung nya, laki-laki itu sudah menjadi seorang mafia yang mengerikan, dia adalah anak yang menghilang 30 tahun lebih itu"
"Apa?"
seketika valentine tercekat.
"Putra yang mereka bawa bukan lah laki-laki tersesat yang sebenarnya"
setelah berkata begitu, wanita itu langsung melepas pergi menjauhi mereka.
Selena berusaha mengejar langkah wanita itu, namun sia-sia.
"Kenapa kau tidak mengejar nya?"
bentak Selena ke arah bahrat dengan perasaan kesal.
"Aku sudah hampir bisa menyusun kepingan puzzle nya"
ucap bahrat tiba-tiba
"Apa?"
"Yang menjadi pertanyaan besar, jika memang sesuai yang bibi itu katakan, lalu apa motif Eden membohongi semua orang?"
__ADS_1
"Kau sedang bicara apa?"
Alih-alih menjawab, bahrat malah balik bertanya.
"Hingga usia berapa valentine menetap di Manhattan? aku lupa soal itu saat dia pertama kali masuk ke keluarga Al Jaber?!"
Selena mengerutkan dahinya
"Valentine tinggal di tempat ini hingga usia 12 tahun sampai akhirnya aku meminta daddy Jabar menjemput dia.
Jawab Selena cepat
"Itu artinya dia mengenal Eden jauh sebelum masuk ke keluarga Al Jaber.
"Apa?"
"Kita harus mencari anak laki-laki satu nya secepat mungkin"
***********
Catatan \=
Stone Street adalah jalan pendek di Distrik Keuangan Manhattan di New York City. Ini berjalan di dua bagian antara Whitehall Street di barat dan Hanover Square di timur. Jalan awalnya berjalan sebagai satu jalan terus menerus dari Whitehall Street ke Hanover Square, tetapi bagian antara Broad Street dan Coenties Alley dihilangkan pada tahun 1980 untuk memberi jalan bagi gedung Goldman Sachs di 85 Broad Street. Bagian barat sepanjang satu blok antara Whitehall dan Broad Streets membawa lalu lintas kendaraan, sedangkan bagian timur sepanjang dua blok antara Coenties Alley dan Hanover Square adalah zona pejalan kaki.
Stone Street adalah salah satu jalan tertua di New York, yang menggabungkan dua jalan abad ke-17 di koloni Belanda di New Amsterdam. Pada 1658 itu menjadi jalan berbatu pertama di New Amsterdam. Setelah penaklukan Inggris atas koloni tersebut, jalan itu disebut Duke Street sebelum diganti namanya menjadi Stone Street, karena paving stone-nya, pada tahun 1794. Banyak bangunan awal di sekitar Stone Street hancur dalam Kebakaran Besar tahun 1835, setelah itu Stone Street dihancurkan. dibangun kembali dengan toko dan loteng untuk pedagang dan importir barang kering. Setelah beberapa dekade diabaikan, Stone Street dipulihkan pada akhir abad ke-20 dan bagian timur menjadi area restoran.
Stone Street berisi beberapa bangunan terkemuka, termasuk 1 Hanover Square, Landmark Bersejarah Nasional. Bagian timur jalan dan bangunan di sekitarnya ditetapkan sebagai Distrik Bersejarah Jalan Batu, yang keduanya terdaftar di Daftar Tempat Bersejarah Nasional dan dilindungi oleh Komisi Pelestarian Landmark Kota New York. Selain itu, bagian jalan yang tersisa adalah bagian dari tata letak jalan Distrik Keuangan, sebuah landmark kota.
(Keterangan berbagai sumber)
__ADS_1