Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Saling terhubung antara satu dengan yang lainnya


__ADS_3

Bern memijat kepalanya beberapa waktu, kata-kata perempuan itu semalam membuat kepalanya Seketika menjadi pusing.


Kevin burja sedang mengadu dua keluarga agar saling bertikai, aku hanya ingin Eden yang asli kembali ke Indonesia, memancing Kevin untuk mengakui perbuatannya, akan ada banyak sekali orang-orang yang akan terluka jika ini diteruskan.


aku mohon katakan pada Eden yang asli untuk menghentikan keadaan ini, aku yakin ada kesalahpahaman juga dendam di masa lalu yang berujung pada keadaan yang kacau ini, Kevin tidak mungkin seperti itu tanpa alasan, seseorang menjadi pembunuh tentu punya alasan, seseorang mencuri juga punya alasan bahkan seseorang menipu pun pasti punya alasan kan?


Sekali lagi Bern memijat kepalanya yang tidak sakit, Winda yang duduk di sebelah nya tampak menaikkan alisnya.


"Hello Bern, kita sudah tiba, waktu nya turun... ada apa dengan mu?"


seketika Bern terkejut, melihat ternyata pesawat jet pribadi mereka sudah tidak lagi mengudara tapi sudah mendarat dengan sempurna.




"Oh shit, aku pasti sudah gila"


umpat Bern kesal.


yah dia pasti sudah gila di dalam pemikiran.


"Antarkan Winda lebih dulu ke markas, aku harus kembali ke apartemen lebih dulu"


ucap bern sambil memerintahkan salah satu pengawal nya untuk membawa Winda.


"Baik tuan"


Sepersekian detik kemudian Bern Mencoba untuk menghubungi seseorang.


"Bagaimana dengan koki yang kemarin? masih mau kerja untuk ku, Lisa?"


Bern menunggu sahutan dari seberang sana.


"Hmm itu bagus,bagaiman dengan orang yang sering membersihkan apartemen ku Tiap hari? masih ada? aku akan berada di Indonesia selama 1 bulan ini"


********


Seorang gadis berusia sekitar 16 tahunan melesat berlarian menuju ke sebuah apartemen hunian mewah Jakarta, dengan nafas ngos-ngosan dia naik ke lantai atas mencoba untuk menemui seseorang.


Saat sampai di salah satu pintu apartemen, dengan cepat gadis itu mengetuk dan menekan bel pintu nya.


"Belle...Belle... kau dengar aku?"


Gadis itu berteriak sekencang mungkin untuk membangunkan temannya.


karena tidak ada jawaban, dia akhirnya menekan bell intercom Pintu apartemen itu.


titt

__ADS_1


titt


titt


titt


titt


klekk


gadis itu melesat masuk ke dalam dalam kamar, sang teman tampak meregangkan semau otot-otot nya setelah bangun tidur.



"Belle, help please"


"Apa?"


Belle bertanya dengan perasaan enggan, menguap sambil berjalan ke arah kamar mandi.


"Aku harus kembali ke kampung segera, Mak sakit, bantu aku kali ini Belle"


Belle yang baru akan masuk ke kamar mandi menghentikan langkahnya, menatap sang sahabat sejenak.


"Ya?"


"Ah gila"


"Kan kamu sebelahan apartemen nya Belle,cuma 1 Minggu, pastikan semua nya bersih, sekretaris nya bakal ngecek tiap sore, tuan bule nya kan tidak di Indonesia juga"


Sang teman meminta dengan sungguh-sungguh, merapatkan kedua telapak tangan nya ke hadapan Belle.


"Aku mohon Belle, 1minggu Sampai Mak sehat Belle"


Teman nya memohon dengan wajah memelas


"Aku butuh pekerjaan nya untuk menyambung hidup"


Belle mengerutkan dahinya, tampak berfikir.


"Kamu nggak kekurangan buang, tapi aku butuh Belle"


"Ini libur sekolah panjang juga kan?"


"Tapi aku kerja ditempat orang asing na"


"Pleaseee!!!!"


Jadi gimana dong???

__ADS_1


Belle jelas bingung, diterima salah, tidak juga salah.


"Kapan mulai kerja nya?"


"Hari ini, jam 5 sore sudah harus menyiapkan makan malam tuan bule"


"What?"


*********


"loh mau kemana neng?"


Seorang security bertanya bingung ke arah Bella saat menyadari gadis SMA itu tiba-tiba meminta kunci apartemen milik laki-laki asing kepadanya.



"Mengganti kan Ina, mengais rupiah"


Belle bicara sambil cekikikan.


"Ya elahh lebai amat neng"


sang security terkekeh geli memberikan kunci ke arah Belle.


"Gantiin Ina jadi koki bos kaya pak"


"Nanti tuan Eden ngamuk loh neng kalau tahu?"


"Cuma 1 Minggu kok, nggak lebih"


"Yahh tapi kan tetap saja neng"


security itu terlihat sedikit keberatan.


"Sampai Ina pulang saja pak, siapa nama bos bule nya pak?"


"Tuan Bern Mc Lucas, Orang-orang biasanya memanggil dia Mr. Bern "


"Ah...nama nya unik"


Belle bicara sambil terus berjalan menuju ke arah tangga lift.


"Saya naik pak"


"Baik neng, hati-hati"


Security itu hanya menghela nafasnya, dia fikir bukankah laki-laki bule itu hari ini kembali ke Indonesia?


"Semoga neng Belle tidak kesulitan menghadapi nya"

__ADS_1


__ADS_2