Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Situasi yang kian Memanas


__ADS_3

"Aku akan pergi ke Maldives untuk mencari Ailee"


laki-laki itu bicara ke arah Murat dengan perasaan marah, dia mengeraskan rahangnya sambil mengerat gigi nya, amarah nya jelas bertalu-talu.


"Kau jangan gila"


Murat mendorong kasar tubuh laki-laki itu ke dinding, menahan nya dengan kasar.


"Kau tahu? dibandingkan mempercayai ucapan mu, Ailee akan lebih mempercayai Aland, dia tinggal selama 11 tahun lebih ditangan Aland, siapa yang akan dia percayai? kau atau Aland?"


"Tapi aku ayah nya"


laki-laki itu marah, suara nya meninggi.


"Tapi di kepala nya, dihati nya dan di hidup nya,Aland adalah ayahnya"


"Jika sesuatu yang buruk terjadi pada nya, apa yang harus aku katakan pada Valentine?"


"Kau bisa belajar sedikit bersabar, Abigail? aku tidak suka orang yang tergesa-gesa"


"Persetan dengan jutaan kesabaran"


Abigail mendorong kesal tubuh Murat, mengubah posisi mereka secepat kilat.


"Kau tahu setiap waktu pemikiran buruk selalu menghantuiku, bagaimana jika dia meniduri putri ku"


laki-laki itu menatap Murat, seketika dia kesamping, meninju dinding dengan begitu kasar


"Seharusnya aku menghentikan kegilaan balas dendam dulu, jika tahu hasilnya begini"


Akhhhh


teriak nya kesal.


"Kau selalu saja lemah sejak dulu"


Murat menarik kasar baju Abigail.


"Cinta membuat mu lemah breng..sek"


umpat murat


"Yah kau tidak tahu bagaimana cinta bisa melemah kan mu dan melumpuhkan mu, karena kau tidak pernah tahu bagaimana rasanya di cintai dan mencintai breng..sek"


maki Abigail.


Murat begitu kesal mendengar ocehan Abigail.


"Persetan dengan cinta kalian"


"Aku tetap akan pergi ke Maldives malam ini juga"

__ADS_1


"Aku bilang berhenti, biar aku yang menyelesaikan nya, adik nya ada ditangan ku"


"Kau sama saja membuka dendam baru, Murat"


"Aku tidak peduli"


"Kau menyakiti gadis yang tidak bersalah breng..sek"


Abigail mendorong kasar Murat.


"Kau dan Aland menjadi setara, sama-sama ba..jingan"


"Kau..."


Murat bersiap ingin menghantam Abigail tapi seseorang menyeruak masuk.


"Berhenti Murat, kau hanya akan melukai Abigail"


Bahrat masuk sambil mencoba melerai Murat dan Abigail di ikuti oleh Selena.


"Jangan lagi"


Selena mendesah kesal.


"Pastikan dia tidak membuat kekacauan"


Murat bicara sambil membenahi jas nya.


bahrat tampak marah


"Aland membawa Ailee ke Maldives, bahrat"


Sejenak Bahrat diam


"Paket bulan madu, berdua"


Seketika Selena mundur beberapa langkah


"Ya?"


"Ini gila"


Selena bicara sambil memegang keningnya


"Ya Tuhan"


Murat tampak diam


Paket bulan madu? brengsek!


umpat nya sambil memejamkan mata nya, menghela kasar nafasnya kemudian melesat keluar dari hadapan semua orang.

__ADS_1


"No..Murat"


Selena mengejar langkah Murat secepat kilat.


"Kau mau kemana?"


Selena tampak panik, mencoba terus mengejar langkah Murat, memegang erat lengan Murat.


"Kembali ke mansion"


jawab Murat cepat.


"Jangan bertindak gegabah, kau tidak akan menyakiti aishe bukan?"


"Kenapa kau begitu peduli huh?"


tampak Murat mengeratkan rahangnya.


"Kau tidak akan berbuat diluar pemikiran bukan?"


Selena terus bicara, mencoba menetralisir perasaan murat.


Murat sejenak berhenti, menatap dalam wajah Selena.


"Ada apa dengan mu huh? bukankah aishe adalah alat kita untuk menekan Aland? kenapa kau tampak mengkhawatirkan gadis itu?"


"Dia masih terlalu polos Murat"


"Apa Ailee kita juga polos?"


Murat tampak menekan kata-kata nya.


seketika Selena menelan salivanya.


"Murat, bukan begitu maksud ku, dia hanya masih begitu polos, Bertindak lah sehalus mungkin"


seketika Murat mengerutkan dahinya


"Sejak kapan kau peduli dengan orang lain?"


tanya Murat cepat


"Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui soal sikap-sikap terbaru mu belakangan ini?"


"Murat"


"Bukankah dia istri ku sekarang? apapun yang ingin aku lakukan, bukankah aku berhak atas seluruh dirinya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya? lalu kenapa kau jadi khawatir?"


lagi-lagi selena menelan salivanya.


Murat langsung berbalik, berjalan ke arah mobilnya, masuk kedalam sana lantas melajukan mobilnya menembus gelap dan dingin nya angin malam.

__ADS_1


__ADS_2