
Saat bahrat baru saja menutup panggilan nya, dia melihat Selena berjalan dengan tergesa-gesa ke arah parkiran menuju ke arah dirinya, sejenak bahrat sedikit menaikkan alisnya, mencoba menatapi Gerakan-gerik Selena dengan seksama dari ke jauhan, sedikit terasa aneh.
Dia fikir ada apa dengan gadis itu? kenapa selena berlarian sambil menghapus air matanya.
Menangis?
Bahrat mengerutkan keningnya.
Sesuatu terjadi?
fikir bahrat.
Hingga akhirnya gadis itu berdiri tepat disamping mobil nya.
Selena tampak mencoba menarik nafasnya sepanjang mungkin sebelum masuk ke dalam mobil, mendongakkan kepalanya sejenak kemudian perlahan membuka pintu mobil bahrat.
"Something wrong?"
Tanya bahrat ketika Selena masuk ke samping kemudi, duduk dengan nafas tidak teratur dan bola mata tampak memerah.
"Bisakah kita mencari cara lain untuk menemui Aland?"
Alih-alih menjawab, gadis itu malah Balik bertanya sambil menatap lurus ke arah depan.
"Maksud ku, jangan melalui Farhan"
Lanjut Selena lagi.
Bahrat tampak diam, berusaha mencerna apa yang terjadi. Jika dia tidak salah menebak, mereka pasti baru saja bertengkar, atau bahkan mereka bisa jadi putus.
__ADS_1
Bahrat langsung mencoba keluar dari area parkiran, namun seketika terlihat Farhan keluar dengan perasaan panik, pakaian nya Begitu acak-acakan dengan bola matanya terlihat Kesana-kemari.
"Aku fikir dia sedang mencari mu"
Ucap bahrat pelan pada Selena.
Gadis itu memejamkan pelan bola matanya.
"Kami sudah berakhir, ayo pergi sekarang juga"
Seketika bahrat menelan salivanya.
Senangkah dia?
tentu saja.
Jelas dia menunggu kesempatan ini datang sejak dulu, dia berharap mereka benar-benar tidak lagi bersama.
mungkin.
Tapi bagi Bahrat Selena memang tidak pantas untuk laki-laki itu, bukan berarti bahrat jauh lebih baik, tapi bagi Bahrat Selena terlalu baik untuk Farhan yang notabene nya seorang petualang cinta.
Dan jelas dia begitu bahagia saat selena berkata, mereka sudah berakhir saat ini.
Tapi sungguh keterlaluan jika dia meng ekspresi kan kebahagiaan nya saat ini dikala gadis itu tengah terluka.
Tanpa banyak bicara bahrat langsung melesat pergi dari sana, membawa Selena semakin menjauh dari tempat yang seharusnya memang sudah gadis itu jauhi sejak dulu.
Bahrat jelas tahu betul Farhan, laki-laki berjuluk Casanova itu selalu keluar masuk club malam Jakarta. Awalnya dia tidak tahu jika Selena dekat dengan laki-laki itu, hingga akhirnya mulut Abigail yang menyampaikan kepada nya.
__ADS_1
Dari semua anggota keluarga Al Jaber, sejak kecil selena Paling dekat dengan Abigail,. meskipun Abigail orang yang suka semena-mena dan ceroboh bicara, tapi Abigail benar-benar seorang kakak laki-laki yang bisa di andalkan.
Bahrat jelas keberatan saat tahu Selena menjalin hubungan dengan Farhan, selalu menanti-wanti Abigail agar Selena tidak melakukan one night stand dengan laki-laki itu, jika tidak Selena pasti akan menyesali semuanya dalam seumur hidupnya.
Entah pernah atau belum mereka melakukan nya, bahrat sama sekali tidak peduli saat ini, yang dia pedulikan gadis itu tidak lagi dekat dengan laki-laki itu.
"Apa kita harus menemui Ailee?"
Tanya bahrat tiba-tiba.
Selena yang sejak tadi memejamkan bola mata nya hanya diam, beberapa waktu kemudian dia membuka bola matanya.
"Kita memang sebaiknya menemui Ailee"
ucap Selena pelan.
"Dan kembali menemui Bern"
bahrat tampak mengerutkan dahinya.
"Ke Manhattan?"
Selena menggeleng cepat.
"Teman ku bilang, laki-laki itu berada di Indonesia sekarang"
"Apa?"
"Aku akan minta informasi soal tempat tinggal nya, pertama sebaiknya kita coba hubungi Ailee terlebih dahulu"
__ADS_1
Bahrat tampak diam,bola matanya menatap lurus ke arah depan.