Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Tak terduga


__ADS_3

Selena memijat pelan pelipisnya, otak nya saat ini benar-benar terpecah, beberapa kata-kata yang bern ucapkan tadi cukup membuat nya kehilangan kata-kata.


"kejadian tepat nya 24 tahun yang lalu, kau salah menghitung perkiraan, saat itu bocah laki-laki itu belum genap berusia 11 tahun, anggaplah anak sah Al Jaber telah Mati sejak hari itu, bocah laki-laki itu sudah menyakinkan semua orang jika dia putra sah Al Jaber, tapi saudara mu valentine menyakinkan semua orang jika Kevin Burja adalah Eden sang putra Al Jaber yang sesungguhnya"


"Apa?"


"Bocah laki-laki itu di jebak dan dicelakakan, hingga kehilangan ingatan dalam jangka waktu yang begitu lama, belasan tahun bukan waktu yang sebentar, hingga dia memutuskan untuk Tidak lagi mencari keluarga nya sejak 3 tahun yang lalu setelah ingatan nya kembali"


"Jika Al Jaber memang berniat mencari nya, seharusnya sejak dulu mereka sudah mencari bocah laki-laki itu, sekarang semua sudah terlambat, bocah itu sudah tidak membutuhkan keluarga nya lagi"


"Kevin Burja terlahir dari keluarga seorang penipu, maka selama nya akan jadi penipu, dan saudara perempuan mu tidak tahu kenapa harus ikut jadi seorang penipu"


Jelas sekali terlihat kekecewaan di balik bola mata Bern, meski pun laki-laki itu tidak mengatakan nya, Selena mencoba menerka, apakah mungkin Bern adalah saudara kandung Murat Al Jaber.


"Apa kau adalah Eden Al Jaber?"


Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir selena, dia mencoba menelisik bola mata itu dalam jangka waktu yang begitu lama.


Alih-alih menjawab Bern secepat kilat meninggalkan Selena dalam kebekuan, laki-laki itu melesat menjauh dengan membawa jutaan tanda tanya di kepala Selena.


Dia pasti Eden yang asli

__ADS_1


begitu otak Selena berkata


"Bisa kau bantu aku mengambil sampel rambut nya?"


oh God ini permintaan ke berapa yang Selena ucapkan pada Winda?


"Kau akan mendapatkan nya dalam 2 hari"


********


"Kenapa kau pulang terlambat sayang?"


Abigail bertanya sambil membantu mengambil jaket yang baru akan dilepaskan Selena dari tubuhnya.


ucap Selena cepat, dia mencari sosok Bahrat namun bola matanya sama sekali tidak menemukan laki-laki itu.


"Aku akan naik ke atas"


"Hmm"


Abigail mengangguk cepat.

__ADS_1


Dengan langkah enggan Selena naik ke atas, dia fikir mungkin mandi dan berendam dalam bathtub adalah pilihan balik bijaksana saat ini. Dia butuh suasana dingin untuk mendinginkan seluruh isi kepalanya.


Tapi kadang harapan tidak sesuai ekspektasi, pengisian air di kamar mandinya tidak berfungsi dengan baik, dia fikir mungkin sebaiknya dia berpindah kekamar utama yang memang tidak pernah digunakan oleh orang lain.


Dan nasib baik mungkin sedang berpihak pada nya, semua seolah-olah telah disiapkan dengan sempurna, bak mandi telah terisi penuh dengan busa sabun yang telah terbentuk sempurna, tanpa fikir panjang karena otak nya yang mulai membunuh Selena langsung masuk ke dalam bathtub, merendam dirinya disana.





Hingga berakhir pada menenggelamkan diri nya ke dalam bak hingga kebawah, menarik nafas sepanjang mungkin agar dia bisa tidak keluar dalam beberapa waktu sambil memejamkan mata nya dengan sempurna.


Tapi tanpa selena sadari seseorang masuk kedalam, melepaskan handuk mandinya dengan sempurna lantas berjalan memasuki bak mandi tanpa rasa curiga sama sekali, perlahan kaki nya masuk dan mencoba duduk disana dengan rasa nyaman.


Seketika Selena membuka matanya ketika dia merasa kakinya disentuh oleh seseorang, secepat kilat dia keluar dari dalam air dengan keadaan panik di ikuti rasa terkejut yang sama dari lawan nya.


Seketika Selena dan Bahrat saling menatap satu dengan yang lain nya, sepersekian detik kemudian Selena sadar dia berdiri tanpa menggunakan apa-apa.


"Akkhhhhhh"

__ADS_1


Sebuah teriakan panjang terdengar di seluruh penjuru mansion malam ini, hingga membuat abagail dan seluruh pelayan mansion menjadi panik dan berusaha naik ke atas melihat apa yang terjadi.


__ADS_2