Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Menuju penyempurnaan "Awal mula"


__ADS_3

"Pesta ulang tahun perusahaan?"


Aishe bertanya sambil sibuk membenahi pakaiannya di dalam Walk in closed.


"iya"


Murat menjawab pelan sambil membantu aishe membenahi pakaian dan beberapa barang mereka yang belum tersusun oleh para pelayan, Murat mengambil barang-barang dari koper lantas memberikan nya pada Aishe, kemudian aishe sibuk menyusun nya di walk in closed




"Tidak perlu berdandan cantik kan?"


tanya Aishe cepat sambil sibuk menyusun sepatu milik nya dan Murat.


"Harus cukup mempesona, Karena kamu nyonya CEO utama"


Aishe terkekeh.


"Baiklah, akan aku fikirkan pakaian apa yang cocok"


jawab Aishe cepat


"Hmm tapi Daddy"


"Hm?"


"Apa kita tidak kekantor besok? bukankah aneh tiba-tiba aku tidak pergi ke kantor setelah acara pernikahan nya?"


Aishe terus mengoceh sambil menerima apapun yang di berikan Murat, kembali ke bagian lemari pakaian lantas menyimpan kembali beberapa pakaian yang diberikan Murat.


"Kekantor Senin ini, bukan kah ini acara bulan madu?"


goda Murat sambil mengulum senyum.


Aishe memunyungkan bibir nya.

__ADS_1


"Mana ada bulan madu di mansion"


"Lalu dimana?"


"Biasa nya orang-orang melakukan bulan madu keluar rumah, ke hotel, ke luar kota bahkan ke luar negeri"


protes Aishe.


"Ah.. begitulah?"


Aishe tampak berfikir sambil menekan jari telunjuknya ke dagu nya, dia tampak berfikir.


"nggg mereka bilang begitu"


"Siapa?"


"Teman-teman ku"


ucap nya cepat.


setelah berkata begitu Aishe menerima kembali pakaian dari tangan Murat, Seketika dagu Murat naik ke atas bahu kiri Aishe.


"Aku baru tahu kamu begitu suka menggunakan barang-barang berwarna hitam dan merah untuk pakaian da..lam mu"


"Eh?"


Aishe menaikkan alisnya, melihat benda yang ada di tangan nya ya g barusan diberikan Murat.


Pakaian dalam bagian cup bra berwarna hitam.


"Daddy...."


pekik nya spontan


"Ukurannya cukup kecil, 34 A "


bisik Murat ditelinga Aishe.

__ADS_1


seketika wajah aishe memerah.


"Daddy..."


pekiknya lantas berbalik, kemudian memukuli dada Murat dengan tangan kanan nya beberapa kali.


"Berhenti lah menggoda dan mengejek ku"


Murat Terkekeh membiarkan Aishe terus memukuli dadanya, kemudian dia mencoba mengambil tangan mungil itu beberapa kali.


"Berhenti ini cukup menyakitkan"


ucap Murat masih sambil terkekeh.


"Isshh"


Aishe menghentikan pukulan kemudian mencoba kembali berbalik.


"Kali ini serius"


bisik Murat tiba-tiba.


"Ya?"


secepat kilat Murat menyambar tubuh Aishe, membiarkan tubuh gadis itu menghadap ke arahnya, dalam keadaan terkejut Murat langsung menyentuh lembut wajah Aishe, lantas secara berlahan menenggelamkan bibir nya ke bibir Aishe, saat sesi ciuman di lantai bawah terganggu, kali ini Murat pastikan sesi mereka kali ini tidak akan terganggu.


Murat mendominasi, Melu..mat dalam bibir Aishe sambil kedua tangan nya terus Menyentuh wajah Aishe, begitu hangat dan dalam, hingga aishe merasa jika dia nyaris tidak bisa bernafas dengan sempurna. Murat melepaskan ciuman nya sejenak, membiarkan Aishe mencoba menarik nafasnya, kemudian kembali menautkan Bi..bir mereka, tangan kanan Murat kali ini menyentuh lembut daun telinga aishe sedangkan tangan kirinya menahan pinggang aishe agar tidak terjatuh ke lantai.


Murat mengajar kan gadis itu berbelit lidah, cukup lucu karena aishe jelas tidak tahu cara membalas, masih tersengal-sengal karena Bingung mendapatkan serangan secara tiba-tiba, otak nya jelas buntu, rasa yang belum pernah dia rasakan sebelum nya jelas mendominasi dirinya.


Sesuatu yang baru dan aneh juga terlalu asing untuk dirinya, ini adalah pertama kali nya seseorang mencium dirinya dengan begitu dalam, hangat dan dengan permainan Li..dah yang cukup terasa aneh di tenggorokan nya, tapi Aishe heran itu bukan satu hal menjijikkan tapi seperti satu hal menyenangkan yang menjadi candu untuk nya secara tiba, apalagi saat satu tangan Murat bergerak lembut di balik cuping telinga nya, sedangkan satu tangan nya lagi tiba-tiba masuk dan menyentuh perut nya dengan lembut, mengusap nya beberapa kali lantas tiba-tiba naik ke dadanya.


seperti aliran listrik yang luar biasa menghantar langsung menuju ke otak nya, begitu aneh, nikmat dan membuat dia menggila.


tunggu dulu.


Aishe mencoba mendorong dada Murat, dia fikir apa ini termasuk didalam kesepakatan pernikahan?

__ADS_1


Wait wait....tunggu dulu...!!!


__ADS_2