
Saat tiba di mansion baru mereka, aishe jelas masih terlelap di dalam pelukan Murat, karena enggan mengganggu tidur nya Murat secara berlahan mengangkat tubuh Aishe menuju ke kamar mereka di lantai atas.
Bisa dibayangkan betapa kesal nya ramira melihat sikap romantis Murat, dia jelas merasa begitu gondok dan jengkel.Beberapa pelayan yang memang sudah tiba lebih dulu hanya menundukkan kepala mereka, mengulum senyum melihat betapa manis nya tuan mereka belakangan ini.
Eden mengikuti langkah Murat masuk ke mansion menuju ke ruang tengah, beberapa kali menatap Murat dan aishe secara bergantian, duduk di atas kursi sofa lantas.menatap gerakan Murat yang membawa aishe secara berlahan menjauh dari mereka.
Dia mendengus, menoleh ke arah ramira.
"Dia cukup istimewa jika bisa membuat Murat seperti itu"
Bisik Eden pelan.
Ramira menghempaskan kesal tubuh nya disamping Eden.
"Dia benar-benar ja..Lang"
umpat nya kesal.
Eden terkekeh, mendekati leher ramira lantas mencium dalam-dalam aroma tubuh ramira.
di ujung tangga Murat tampak menghentikan langkahnya.
"Sudah dibereskan semua yang dikamar?"
tanya Murat pada kepala pelayan sambil menggendong tubuh aishe, dia berhenti sejenak menatap laki-laki berusia sekitar 45 tahunan itu.
"Sudah tuan"
"Siapkan makan siang untuk istri ku, pastikan semua nya berada di kamar sebelum dia bangun"
"Baik tuan"
setelah berkata begitu, Murat langsung melesat naik ke atas menuju ke kamar mereka, seorang pelayan membantu membukakan pintu kamar mereka, membiarkan Murat masuk lantas menutup nya secara perlahan.
Murat meletakkan tubuh aishe dengan begitu lembut ke atas kasur, mencoba tidak membuat gerakan terlalu berlebihan agar aishe tidak terbangun dari tidurnya.
Sejenak Murat menelusuri wajah Aishe, menatap wajah itu beberapa waktu, tangannya secara perlahan menyentuh lembut pipi kanan Aishe, mengelusnya hangat beberapa waktu.
dia tersenyum kemudian menggeleng kan pelan kepalanya, lantas langsung beranjak dari sana menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
*********
...rate 21 tahan nafas...
...yang belum cukup umur skip...
__ADS_1
Eden merapakan tubuhnya pada ramira, dengan gerakan nakal dia mencoba mencium rambut ramira, kemudian hidung nya mencoba menelusuri leher jenjang Ramira.
"Kau tahu baby? aku bisa membuat gadis itu merengek dibawah kaki ku seperti aku membuat mu merengek di bawah kaki ku"
Ramira menoleh kesal ke arah Eden.
"Berhenti menggoda ku"
Seketika Eden meraih pinggang ramira, dengan gerakan lincah dia mulai masuk ke ceruk leher ramira.
"Eden"
Ramira merengek pelan.
"Kau menyukainya bukan?"
"Aku sedang enggan"
"Kau akan menikmati nya, sebentar saja baby"
Eden berbisik sambil menyesap telinganya.
"Akhhh. Eden"
era..Ngan manja ramira jelas membuat nya semakin bergelora.
bisiknya pelan lantas menyesap ujung leher perempuan itu dengan lembut, memainkan lidahnya disana beberapa waktu, tangan kanan laki-laki itu sudah berada di belakang tengkuknya, bermain nakal di antara leher dan telinganya, menciptakan gelayar panas di tengah tubuh ramira.
Alih-alih menolak ramira jelas menikmati permainan, memejamkan matanya dengan sempurna, menikmati sentuhan demi sentuhan yang Eden berikan pada nya.
Sepersekian detik kemudian bi..bir mereka saling ber..taut sempurna, li..dah Eden dengan gerakan nakal bermain didalam rongga mu..lut.. ramira.
Tangan kiri Eden dengan lembut membuka resleting gaun Ramira, setelah memastikan resleting nya terbuka Eden dengan cepat membuang pakaiannya, masih dengan posisi ber..Taut. bi..bir dan Li..dah Eden secara berlahan membuka kancing atasan penutup dada ramira, dengan gerakan refleks ramira menaikkan sedikit tubuhnya, membiarkan Eden membuka pengait belakang cup berwarna merah tersebut dengan sempurna.
Saat tangan itu me..Raup sempurna da..da nya bahkan bermain-main nakal di ujung da..da nya Seketika ramira mengeluarkan suara e..rangan dan de..Sahan manja, menyentuh kepala Eden dengan perasaan tidak menentu, apalagi saat bibir itu ikut turun menyesap da..da nya dengan sempurna, menciptakan suara-suara sesapan yang mendominasi seisi ruangan kamar tersebut , jelas saja semakin membuat ramira menggila, mencoba menekan kepala Eden agar semakin dalam masuk di antara da..da nya.
Sepersekian detik kemudian Eden langsung membuka penutup bagian bawah ramira, lidah nya dengan nakal bergerak dibawah sana, membuat ramira berusaha untuk meraih apapun Yang ada disekitar nya, secepat kilat perempuan itu mencoba menggeser posisi tidur nya karena rasa geli dan sesuatu yang menggila menguasai dirinya.
"Akhhh no..Eden"
e..rang nya manja.
Eden menahan gerakan tubuh ramira, tangan kanan nya kembali naik ke atas meraup da..da nya lantas memainkan ujung kecil di dada ramira.
Seakan-akan jutaan kupu-kupu menghantam di dalam perut serta seluruh tubuhnya, Ramira jelas semakin memperkuat era..Ngan nya.
__ADS_1
"Eden..aku mau...akhhh"
semakin sesuatu didalam sana ingin keluar, semakin lidah Eden bermain gila dibawah sana keluar masuk dengan lincah, hingga akhirnya sesuatu benar-benar tumpah dengan sempurna.
Eden menyerangai, mengelap bibirnya lantas dengan gerakan cepat membuka pakaiannya, dibawah sana milik Eden jelas sudah mengeras dan menunggu untuk melesat masuk ke tempatnya.
Ede secepat kilat naik ke atas tubuh ramira, bibir mereka kembali bertaut sempurna, menyesap dan kembali bertaut lidah, sembari dibawah sana berlahan menggesek lantas bersiap melesak masuk kedalam tanpa aba-aba.
"Akhhh"
ramira berteriak kecil saat sadar benda besar itu menerobos Sempurna kedalam miliknya.
"God baby"
bisik Eden lantas mulai menggerakkan tubuhnya secara sempurna, memompa ramira dan membawanya terbang menuju ke langit cak..rawala, menciptakan kenik..matan tiada Tara, membuat ramira terus menge..rang, me.. rengek dan men..desah tidak karuanan.
Terus memompa perempuan itu tanpa henti, bersatu padu dengan keindahan nya, bertaut dari ujung kaki hingga ke ujung kepala mereka, hingga akhirnya ramira merasakan sebuah pelepasan sempurna yang tumpah tanpa dapat dibendung kembali oleh dirinya, Eden semakin mempercepat gerakan nya memastikan diri untuk menyusul pada pelepasan nya juga.
"Akhhh oh God"
Eden men..desah sempurnah ketika pelepasan nya sampai pada puncaknya, secara berlahan menjatuhkan diri nya ke atas tubuh ramira dengan penuh ke..puasan.
"Kau memang gadis yang baik, baby"
ucap Eden dengan seringai puas nya.
*******
Maafkan lah Outhor yang kasih bonus extravaganza di malam luar biasa.
yang sendiri dimohon bersabar, jangan terlena dan terhasut oleh cerita outhor yaaa...😱🙏🤐
Yang berdua selamat menikmati ke Couple'an nya and salam cinta ❤️❤️😍😍💞💞💓💓
oh God, suamiiii....suamiii pak suamiii mana oiii????
salam cinta selangit cakrawala
Eva Hye Seung
apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya
apalah arti nya outhor tanpa readers nya dan
apalah arti nya saya tanpa kalian semua
__ADS_1
💓💓💓😘😘😘💞💞💞❤️❤️❤️🤗🤗🤗😍😍😍