
kak Asha nya hanya bisa menarik nafasnya kasar, dia baru sadar betapa refleks nya tindakan dia, langsung bicara tanpa jeda, tanpa titik dan koma, hanya sifat alami yang keluar tiba-tiba, seolah-olah Belle ada anak nya hingga membuat dia kehilangan akal waras nya saat bicara.
"Maafkan kakak, hanya saja ini membuat kakak bingung dan kaget, oke"
Ucap kak Asha nya cepat sambil memegang kening nya bingung, menatap laki-laki yang tengah duduk di kursi sofa itu tampak bersandar memegangi dadanya.
"Jadi ada apa ini sebenarnya?"
Tanya nya cepat, sambil berusaha menetralisir perasaan nya.
Belle menarik pelan nafasnya.
"Dia majikannya ibu Ina"
Kak Asha menaikkan sebelah alisnya, berjalan ke hadapan Bern lantas duduk di hadapan laki-laki itu.
"Lalu?"
Bola matanya menelisik laki-laki itu.
Tampan, berkharisma, seperti nya orang yang cukup kaya dilihat dari pakaian nya yang sangat ber kelas dan seusia Kevin.
"Aku membantu membalut luka nya"
ucap Belle sambil memainkan jari-jarinya.
"Membalut luka?"
Kak Asha nya menatap Bern dengan seksama.
__ADS_1
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba Bern membuka sedikit Pakaian nya, memperlihatkan balutan perban yang memenuhi dadanya, bola mata kak Asha nya jelas membulat kaget.
"Seseorang menyerang ku tanpa alasan"
ucap bern cepat lantas langsung menutup kembali pakaiannya.
"Oke, jadi kamu tinggal disini tanpa tahu apa-apa tiba-tiba diserang oleh orang yang tidak kamu kenal?"
"Aku baru beberapa hari di Indonesia"
"Ya?"
"Aku tinggal di Paris - Manhattan pulang pergi, jarang sekali pulang ke Indonesia tapi malah mendapatkan kesialan"
Ucap bern sambil menelisik gadis didepannya itu.
Kak Asha tampak terkejut, mengerutkan dahinya dengan perasaan bingung.
Bern tampak terkekeh.
"Itu sedikit tidak masuk akal untuk mengejar ku hingga ke mari"
"Kau punya keluarga di Indonesia? bisa jadi musuh keluarga mu misal nya?"
sejenak Bern tampak berfikir, ingatan nya soal orang yang menyerangnya berkata nama K membuat dia berfikir apa mungkin itu adalah uncle Karl nya?
ingatannya yang menghilang selama hampir 20 tahun perlahan muncul sedikit demi sedikit 2-3 tahun yang lalu.
Dia kehilangan ingatan soal keluarga dalam waktu yang cukup lama, hidup bersama mommy dan Daddy baru nya tanpa pernah tahu identitas asli nya hingga berpuluh tahun lamanya,hingga pada akhirnya beberapa kejadian membuat dia perlahan mengingat soal masa lalu nya, keluarga asli nya dan......
__ADS_1
Valentine.
Gadis yang berbohong soal identitas nya.
Lalu paman Karl nya yang merencanakan semua hal untuk melenyapkan dirinya di masa lalu, kejadian di malam itu bagaimana ketika tubuhnya di seret oleh 2 pria berotot itu, membawa dan memaksa nya hingga ke tepi jurang di salah satu desa yang cukup jauh dari kota Manhattan dan menjatuhkan dirinya dalam keadaan terikat ke jurang yang di mana di bawah nya penuh batu karang dan lautan.
Tidak tahu bagaimana pada akhirnya saat dia terbangun, seseorang berkata pada nya.
"Kau adalah putra MC Lucas, nama mu adalah Bern MC Lucas"
"Aku mommy mu dan dia daddy mu"
Hanya 2 baris kata itu yang menjadi memori pertama yang masuk ke kepala nya saat dia sadar dari koma panjang nya selama berbulan-bulan.
Hidupnya cukup berjalan tenang, hingga akhirnya gadis bernama Selena itu tiba-tiba datang ke markas nya di Manhattan, bertanya soal Eden Al Jaber, hingga membuat dia mengingat luka di masa lalu nya.
Dia fikir apa mungkin semua orang telah melupakan dirinya, hingga berpuluh-puluh tahun tidak ada satu orang pun yang mau mencari nya.
"Om..."
Belle mencoba menyadarkan Bern dari lamunannya.
"Ya?"
"Apa ada orang yang mungkin tidak suka dengan kedatangan om ke Indonesia? misalnya mereka berfikir jika om mungkin merupakan ancaman terbesar untuk mereka di masa depan?"
Bern tampak menyeringai.
"Aku bukan orang yang sepenting itu"
__ADS_1
Ucap bern cepat sambil menatap bola mata gadis itu dalam.