
Setelah sesi makan malam bersama Aland meninggalkan Ailee sejenak di di restoran di mana mereka menghabiskan waktu bersama menghabiskan makan malam.
"Daddy akan kembali dalam waktu 15 menit"
bisik Aland sambil mencium pipi kanan Ailee.
"He em"
Ailee mengangguk cepat sambil melebarkan senyumannya.
Sepersekian detik kemudian aland melesat pergi meninggalkan Ailee seorang diri disana.
Dengan gerakan santai Ailee meraih handphone nya, mencoba membalas pesan yang dikirim oleh seseorang pada nya, sejenak dia menatap layar handphone, kemudian kepalanya celingak-celinguk tampak mencoba mencari seseorang, Seketika senyum nya merekah, dengan gerakan cepat Ailee melambaikan tangan nya.
"Om"
Eden melangkah berjalan mendekati gadis kecil itu beberapa waktu, lantas duduk dengan cepat tepat dihadapan Ailee.
"Dimana Daddy mu?"
Eden bertanya sambil menyerahkan sebuah paper bag berwarna pink ke arah Ailee.
"Menemui rekan bisnisnya sejenak, hanya 15 menit"
Jawab Ailee lantas menerima paper bag yang diberikan laki-laki itu, dengan perasaan bahagia dia membuka isi nya.
"Benar-benar Alfred Hitchcock"
senyum manis mereka diwajahnya saat melihat beberapa buku koleksian Alfred Hitchcock di dalam paper bag itu.
"Kau menyukai nya?"
Eden bertanya sambil memandangi wajah Ailee lekat-lekat, dia hanya suka melihat senyuman dari wajah gadis itu, entahlah seperti mengingatkan nya kepada seseorang.
"He em"
Ailee mengangguk cepat sambil terus membuka satu persatu buku yang ada dihadapannya itu.
"Kamu bisa mendapatkan lebih banyak koleksian nya ketika mengunjungi apartemen ku"
"Ya?"
__ADS_1
seketika Ailee menghentikan gerakan tangannya, menatap Eden untuk beberapa waktu.
"Masih banyak?"
"Cukup banyak, dengan beberapa koleksian buku detektif lain nya seperti Arthur Conan, Sherlock Holmes, Agatha Christie dan lain sebagainya"
Seketika bola mata Ailee berkaca-kaca.
"Wow..itu luar biasa"
bola mata itu jelas menampilkan kekaguman.
"Semua koleksian buku lama om ada?"
Eden mengangguk cepat.
"Kamu bisa melihat nya ketika memiliki waktu berkunjung"
"Akan aku fikirkan"
jawab Ailee tanpa rasa curiga sedikitpun.
seseorang bicara cepat dari arah belakang, secepat kilat Ailee mengintip.
"Kakak yang kemarin, kekasih oom?"
Eden melebarkan senyumannya, dia menggeleng cepat.
"Keluarga"
"Ah.."
Ailee mengangguk tanda mengerti.
"Kau bisa menghubungi aku ketika ingin berkunjung"
Eden bicara sambil menggerakkan tangan kanan nya ke arah telinganya sendiri.
"He em, terima kasih om"
Ailee bicara sambil melambaikan tangan nya, menatap punggung laki-laki itu yang terus menjauhi dirinya.
__ADS_1
"Siapa?"
seketika ailee tersentak kaget saat suara daddynya tahu-tahu sudah ada di samping telinga nya,Ailee menoleh cepat sambil menaikkan buku yang ada ditangannya.
"Yang memberikan buku ini"
jawab Ailee cepat.
"Daddy tidak melihat orang nya hmm?"
Ailee mencoba menoleh ke arah depan, bola matanya mencoba mencari sosok laki-laki tadi, tapi gagal.
********
Eden yang baru melesat masuk ke dalam mobil nya diikuti ramira, seketika bola matanya menatap ke arah depan, dia mengerutkan dahinya beberapa waktu, mencoba untuk memperhatikan dengan seksama apa yang dia lihat barusan.
"Ada apa?"
Ramira bertanya sambil mengerutkan dahinya.
Tampak seringai jahat muncul di balik bibir Eden, dia menoleh ke arah ramira.
"Bukankah begitu kebetulan sayang?"
"Ya?"
Ramira menaikkan sebelah alisnya, tampak tidak paham saat mendengar ucapan Eden.
"Aku menyukai gadis yang ternyata milik seorang teman lama"
Ramira Masih tidak mengerti arah pembicaraan Eden.
"Setelah calon istri nya dimasa lalu, bukankah akan menarik ketika putri nya juga membuat ku tertarik?"
"Kau gila"
umpat ramira kemudian
Eden Terkekeh.
"Aku selalu menyukai semua milik nya"
__ADS_1