Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kembali bergerak cepat


__ADS_3

Bahrat tampak marah, menatap kesal ke arah Abigail, duduk di kursi sofa nya sambil menyesap wine yang ada di tangan nya.


"Kau sudah kami peringatkan sejak dulu, berhati-hati lah dalam mengambil langkah"


"tapi Aland membawa Ailee ke Maldives"


Abigail jelas gusar sejak awal mendapatkan kabar


"Kau tahu firasat seorang ayah?"


Yah Abigail jelas merasa begitu gelisah,firasat nya kali ini terasa begitu buruk soal Ailee.


"Tutup mulut mu, berhenti bicara omong kosong, jangan bertindak gegabah dan belajar lebih tenang"


"Jangan lupa, karena kau acapkali gegabah, Aland selalu dengan lincah memindahkan Ailee seperti anak kucing kemanapun dia suka"


Selena bicara cepat ke arah Abigail, mencoba menetralisir perasaan nya.


"Kau tahu? berapa kali dia memindahkan anak itu sekolah kemana-mana? berapa tempat tinggal yang sudah dia tempati lalu dia tinggalkan? berapa kali dia mengganti identitas keluarga mereka?"


Selena begitu kesal menatap Abigail.


"Kita bersusah payah menyeret Lea masuk ke Indonesia demi mencari tahu identitas Ailee? bahkan membahayakan nyawa Lea huh? kau tahu siapa saja yang berdiri di balik punggung Aland? jangan ceroboh, kalau kau tidak ingin kehilangan putri mu sekali lagi"


Abigail tampak diam


"Sekali lagi kau mengusik,maka kita benar-benar kehilangan Ailee"


cecar Selena.

__ADS_1


"Kau tahu? dia sudah mencabut Ailee dari sekolah nya, hanya akan mengikuti ujian dari jauh, Aland lagi-lagi bergerak untuk memindah kan Ailee kali ini Abigail, kita belum tahu kemana dia akan memindahkan nya kali ini"


"Apa?"


"Ini karena kecerobohan kamu kemarin"


Selena melirik ke arah bahrat, seketika bahrat ikut menoleh ke arah Selena.


"Jangan menatap ku seperti itu sayang"


Selena mendengus.


"Kau Dan bahrat mengacaukan semuanya lagi"


"Insting seorang paman"


ucap bahrat sambil menghisap rokoknya.


Selena menarik kesal nafasnya, bahrat hanya menaikkan ujung bibirnya.


"Satu-satunya kunci yang bisa kita gunakan hanya aishe, kita bisa saling menekan untuk melepaskan"


"Kau fikir Murat akan terlena pada seorang bocah? dia tidak akan tunduk di bawah kaki perempuan"


umpat bahrat.


Helena terkekeh


"Kita lihat saja nanti"

__ADS_1


"Aku muak dengan perselisihan ini breng..sek"


Abigail bicara sambil memukul dinding Yanga ada di hadapannya.


Akhhhhh


pekik nya kesal.


Selena hanya bisa menarik nafasnya berat.


********


Aland tampak berdiri menghadap kaca besar yang menjulang tinggi menembus Cakrawala, bola matanya menatap dalam langit yang mulai terlihat menggelap sejak tadi, tampak telinga kanan nya dipasangi headset bluetooth, berusaha bicara dengan seseorang dari balik panggilan nya.


"Lakukan sekarang juga, pastikan kami menempati mansion baru saat kami kembali ke Indonesia"


Aland tampak diam, mencoba mendengar kan suara orang diseberang sana bicara.


"Ganti kembali identitas Ailee, pastikan menambah semua pengawal di setiap sudut mansion nya"


Dia diam kembali untuk beberapa waktu.


"Cari tahu soal Murat, pastikan aku bisa mendapatkan kabar soal aishe dalam 1*24 jam selambat-lambatnya 2*24 jam"


seketika rahang Aland mengeras.


"Murat tidak mungkin bisa mengenali aishe, bahkan meskipun mereka saling menabrakkan diri, aku fikir pasti ada orang yang tengah mengkhianati aku beberapa waktu ini"


Yah Aland yakin seseorang pasti menyeruak masuk di antara mereka, berada di antara Aland dan Murat, menyusun rencana yang tidak dia ketahui, entah para pekerja nya atau bahkan teman-teman nya, dia yakin seseorang telah saling memberi informasi hingga aishe bisa terjebak di tangan Murat bahkan Ailee hampir di ambil oleh Bahrat.

__ADS_1


Aland menggenggam erat tangannya, menatap kembali hujan di langit yang mulai membasahi bumi.


__ADS_2