
flash back 24 tahun yang lalu
"Kau ingin meringsek masuk ke keluarga Al Jaber?"
pria berusia sekitar 32 tahunan itu bertanya pada bocah kecil dihadapannya itu.
"putra Burja, aku tanya sekali lagi, kau ingin meringsek masuk ke Al Jaber?"
Bocah kecil itu memejamkan perlahan bola matanya.
"Membalaskan dendam kematian orang tua mu, ayah mu? aku bisa mengabulkan semua nya tapi dengan sebuah perjanjian mutlak, ketika kau masuk menjadi salah satu anggota keluarga Al Jaber, kau harus memastikan aku mendapat kan semua hak yang awal nya terbuang di Al Jaber"
"Maksud paman?"
"Aku hanya putra yang di buang, tidak memiliki hak penuh untuk mendapatkan hak di Al Jaber company, jika kau bisa memberikan aku 40% saham Al Jaber, membuat salah satu perusahaan nya di Prancis menjadi milik ku, maka kau akan menjadi salah satu keluarga Al Jaber dalam seumur hidup mu"
Bocah itu tercekat.
"Cara nya?"
"Kau akan menjadi pewaris sah ke dua Al Jaber, menjadi putra kesayangan nya yang hilang 7 tahun yang lalu, mengaku menjadi Eden Al Jaber, memainkan peran dengan baik tanpa celah"
__ADS_1
"Bagaimana jika mereka mencurigai ku?"
pria itu terkekeh.
"Eden bukan bocah yang suka bersosialisasi, wajah anak-anak seiring waktu akan berubah ketika mulai tumbuh dewasa bukan? aku akan memanipulasi seluruh data diri mu, DNA bahkan apapun itu menyangkut Eden"
"Bagaimana jika Eden asli kembali?"
"Bocah itu akan aku buat tidak kembali untuk selama-lamanya"
bocah kecil itu tampak menelan salivanya.
"Bukankah nyawa harus dibalas nyawa?"
Bocah kecil itu sejenak diam, telapak tangan nya mengepal keras.
"Ketika melihat orang yang menghancurkan mu hancur, rasanya begitu menyenangkan sekali"
"aku punya ambisi menguasai seluruh kekayaan al jaber,kau punya ambisi dalam pembalasan dendam mu, kita bisa saling memanfaatkan hingga semua nya bisa terlaksana sesuai keinginan mu"
"Saat semua ambisi balas dendam mu tercapai, saat pembagian warisan di sahkan, saat semua saham di pindah tangan kan, maka kau boleh keluar dari Al Jaber saat itu juga"
__ADS_1
"Pastikan ada nama ku di dalam surat wasiat Al Jaber, karena sejak awal mereka mendepak ku keluar dari sana karena 1 kesalahan fatal"
"Aku memberikan mu Waktu 1 Minggu untuk berfikir, jika kau bersedia maka aku akan membawa mu ke sebuah tempat dimana putra Al Jaber sesungguhnya berada, aku akan menggantikan posisi kalian, melenyapkan putra asli nya dan memasukkan mu menjadi penerus sah nya"
Seketika bocah laki-laki itu menelan Saliva nya kembali, menatap lama bola mata pria yang ada dihadapannya itu.
"Saat kau punya segalanya, kau bisa menguasai dunia, kau tidak perlu takut ibu mu hidup dalam kemiskinan, kau tidak lagi mesti menunggu uang konfensasi atas kematian ayah mu dari Al Jaber"
setelah itu pria itu tertawa terbahak-bahak, beranjak meninggalkan bocah laki-laki itu seorang diri.
**********
"Eden, Eden?"
seketika Eden tersentak dari ingatan masa lalunya saat ramira mengguncang keras lengannya.
"Kita sudah tiba, ada apa dengan kami Beberapa hari ini?"
Eden membuka bola matanya sejenak, menatap ke arah perempuan itu.
"Bukan masalah"
__ADS_1