Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kunci Penenang "Pelukan Hangat"


__ADS_3

Hingga akhirnya sesi pelukan hangat Aland Secara Perlahan terlepas, isakan tangis Ailee masih terdengar pelan di balik telinga nya, kemudian Alan secara perlahan mencoba meraih wajah Ailee, memegang nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Mulai hari ini berjanjilah tidak menangis lagi hmm"


ucap Aland sambil berusaha menghapus lembut air mata aile dengan jemarinya.


"Maukah menghabiskan sisa seumur hidup mu dengan ku?"


Aland bertanya pelan sambil bola matanya menatap dalam bola mata Ailee.


"Daddy mungkin bukan laki-laki yang baik dan sempurna, mungkin juga bukan laki-laki impian yang ada di dalam khayalan mu selama ini, bukan pengeran milik Cinderella yang datang dengan membawakan seekor kuda sambil meraih tangan mu untuk mau pergi dengan sang pangeran ke istana megah nya"


"Tapi ketahuilah Daddy Benar-benar sedang berusaha untuk menjadi laki-laki yang pantas dan layak untuk kamu mulai saat ini"


"Bisa jadi akan ada banyak sifat-sifat daddy yang mungkin akan tidak kamu sukai di kemudian waktu ketika kita telah hidup bersama"


"Daddy akan berusaha untuk memantaskan diri agar menjadi laki-laki yang dapat membahagiakan diri kamu baik disaat suka maupun duka, baik disaat sakit maupun sehat, baik disaat ada maupun tidak"


"Mari saling mengubah keburukan dan saling memberi kebaikan, menghabiskan waktu bersama, membangun hubungan ini dengan mukai merancang masa depan bersama, menautkan tangan bersama hingga menua bersama"


Ucap Aland sambil menyentuh wajah Ailee.


"Kita Awalnya Hanyalah Orang Asing. Yang Tak Saling Mengenal Hingga Suatu Masa Kita DiPertemukan, hanya saja mungkin cara Tuhan mempertemukan kita dengan cara yang salah"


"Kamu masuk ke dalam kehidupan daddy dengan awal yang salah, membuat Daddy terus meredam amarah karena sesuatu dimasa lalu yang cukup tidak masuk akal"


"Sayang Ketahuilah soal satu hal, bahwa pernikahan ini bukan solusi dari masalah yang sedang daddy hadapi saat ini, mungkin ada beberapa hal yang tidak bisa daddy jelaskan dengan kata-kata, tapi jika ada ucapan yang buruk terjadi satu saat nanti oleh orang-orang di luaran sana, ketahuilah Daddy Benar-benar tidak menipu kamu soal pernikahan ini hmmm?"


Ailee mengangguk pelan, mencoba menyentuh wajah daddynya perlahan.


"Berjanjilah tidak saling melepaskan tangan, tidak meninggalkan Daddy dalam keadaan apapun, dan jangan ada kebohongan di antara kita hmm"


Ailee kembali mengangguk.


*********


Aishe mulai masuk ke dalam selimut nya, rasa lelah dan kantuk mendominasi dirinya sejak tadi, saat Murat masuk ke kamar dia sama sekali tidak lagi mempedulikan nya, matanya secara perlahan meredup Sempurna.


Murat mengulum senyumnya saat melihat gadis itu seakan-akan sudah tidak memiliki daya lagi untuk bergerak, dia secara perlahan ikut naik ke atas kasur untuk ikut terlelap bersama Aishe, tapi sebuah pesan di handphone aishe mengurungkan niatnya untuk ikut terlelap.


Dia membuka secara perlahan pesan yang ada disana.


Tampak sebuah nama muncul di layar handphone Aishe.

__ADS_1


Hanin


Murat mencoba membuka isi pesannya.


Sayang kau tidak akan percaya ini, oh God aku bisa mati berdiri, kau juga mungkin akan ikut mati berdiri saat membacanya.


Aku yakin kau akan langsung menghajar daddy mu.


Dia menikahi putri nya sendiri



Seketika Murat membulatkan bola matanya, sejenak lehernya terasa tercekik oleh sesuatu yang dia tidak ketahui apa, suara nya jelas menghilang secara tiba-tiba.


Apa?


jelas saja Murat terkejut luar biasa, menatap wajah Aishe dan undangan itu secara bergantian.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba handphonenya sendiri yang ada di atas nakas disamping kiri dia tidur berdering, secepat kilat Murat menyambar dan mengangkat panggilan nya.


"Kau sudah dapat kabar terbaru soal Aland?"


suara disana bertanya sedikit tergesa-gesa, itu adalah Selena.


Murat menjawab Cepat.


"Aishe sudah tahu?"


Murat tampak diam.


"Belum"


"Jangan sampai dia tahu, jika tidak dia pasti akan meminta untuk pulang, kita tidak punya alasan untuk menahannya, biarkan aku mencari tahu soal Eden lebih dulu di sini, setelah itu baru kita mengurusi soal Aland dan Ailee"


"Abagail sudah tahu?"


Murat bertanya cepat


"Tidak, aku tidak menyarankan agar dia tahu lebih cepat"


Murat kembali diam.


"Kau dengar aku? jangan sampai Aishe tahu"

__ADS_1


Murat tampak mengeratkan rahangnya.


"Dia menikahi putri valentine"


"Kau tidak bisa mencegahnya hmm, kau juga menikahi adiknya"


"Tapi itu berbeda"


"apa nya yang berbeda?"


ucap Selena cepat.


"Anggaplah Kalian sama-sama memegang kunci penenang kalian"


"Beri kami waktu 3 hari, kami akan menyelesaikan pencarian informasi soal Eden, setelah kami kembali ke Indonesia, baru kita membicarakan semuanya, jangan biarkan aishe menggunakan handphone nya dan jangan bawa dia kekantor sementara, atau kau bisa menugaskan Hanin ke luar kota lebih dulu jika kau ingin Aishe terus berada di kantor mu"


tegas Selena cepat.


"Jika tidak mulut Hanin akan pecah mengabarkan soal beritanya"


Murat tampak diam bahkan hingga sesi panggilan Selena telah ditutup, dengan perasaan bercampur aduk menjadi satu Murat terus mencoba menatap wajah Aishe.


Kenapa semuanya jadi sedalam ini?


oh shit.


umpat nya dalam hati.


dia berusaha membaringkan tubuhnya disamping Aishe, kemarahan jelas memuncak di kepalanya saat ini tapi dia jelas tidak bisa marah karena dibandingkan Aland memperlakukan hal buruk pada Ailee, jauh lebih baik jika laki-laki itu menikahi Ailee fikirnya.


Seketika tubuh aishe bergerak dan berbalik ke arah nya,secara perlahan tubuh itu memeluk pinggang Murat, sepersekian detik kemudian Murat menatap wajah gadis itu dengan seksama, entah kenapa amarah nya tiba-tiba selalu menyusut dengan sempurna tiap kali melihat wajah gadis ini.


Seolah wajah Aishe adalah satu-satunya titik kelemahan nya di kala kemarahan mendominasi keadaan, wajah itu seolah-olah adalah obat penenang atas kegundahan nya.


"Sayang"


Murat berbisik pelan ke arah Aishe, mencoba menaikkan kepala Aishe kedalam lengan Kokok nya.


"Jika aku membohongi mu soal banyak hal, apakah kau akan memaafkan mu?"


tanya nya pelan sambil mengelus lembut wajah Aishe.


keheningan jelas tercipta, gadis itu sama sekali tidak bangun, malah semakin masuk ke dalam dadanya, meringkuk dan semakin mempererat pelukannya.

__ADS_1


Murat menarik nafasnya berat, mendekap Aishe dengan begitu hangat, ujung dagunya menggesek ujung kepala Aishe dengan lembut, secara perlahan dia memejamkan bola mata nya, menikmati moment yang takut tidak bisa dia dapatkan lagi setelah esok hari.


__ADS_2