
Yang dari Hayat dan Ahem season 2 di mari, padahal update tiap hari tapi masih ada yang blm tahu yah Mak🤭😁.
Yang tanya kenapa kisah ini ga ada kelanjutan kek Gea dan Darrel? Mak ini akibat yg kasih bintang 1-2 terus masuk list ga dibaca, tahu ga Mak itu kisah level nya ancur berantakan, ga berani update karena kenapa jangankan mau beli susu anak, beli kuota 20rebu aja ga bisa, emang tega minta diri nulis di posisi gitu Mak? jadi maafkan diriku KL blm vs lanjut Mak🙏🏻. KL level normal insya'Allah baru dilanjutkan, KL masih byk yg tega kasih bintang 1-2 level masih ancur yah ga lanjut lagi, mending nulis yg lain, yg pasti-pasti aja dapat nya.🙏🏻🙏🏻.
Ahem dan Hayat S2 dibawah, cari di laman depan ya atau profil Mak author.
******
"Sampai mati aku tidak akan menyetujui pernikahan kalian"
Pernah mendengar ucapan seperti itu dari orang paling dipercaya juga terkasih? yang pernah menjadi cinta pertama kita, tidak lain adalah ayah kita?. Rasanya terlalu sakit, saking sakit nya seperti luka yang tidak berdarah.
__ADS_1
Memilih menikah dengan laki-laki yang dicintai namun terhalang restu jelas bukan hal yang mudah bagi Hayat, dia harus melewati perjalanan panjang bersama sang suami karena terhalang restu dari sisi kiri dan kanan orang tua, dan itu terkadang membuat dia diam-diam menangis di balik pintu kamar mandi dan berharap semua hanya mimpi.
"Pergilah dan kejar cinta mu, jangan kembali kerumah keluarga Azzura lagi dalam seumur hidup mu" Ucap ayah nya sambil menatap tajam bola mata Hayat, ada jutaan kekecewaan di balik wajah tua tersebut ketika bicara seperti itu kepada Hayat.
Katakan orang tua mana yang tidak akan kecewa saat putrinya memutuskan untuk menikah diam-diam dengan laki-laki yang tidak disetujui dan membatalkan pernikahan dengan laki-laki yang telah dijodohkan dengan putrinya oleh dirinya.
"aku tidak pernah sekecewa ini pada dirimu selama 23 tahun daddy merawat mu, dan ini kali pertamanya daddy tidak bisa memberikan maaf untuk kesalahan yang kamu lakukan, hingga kematian datang dan kuning tulang daddy di dalam tanah, tidak akan pernah ada lagi maaf untukmu dalam keadaan apapun kecuali kamu memutuskan untuk bercerai darinya maka kamu boleh kembali ke rumah ini dan mendapatkan maaf dari daddy" Lanjut laki-laki paruh baya lebih tersebut lagi.
Hayat mencoba menggenggam erat kedua belah telapak tangan nya, dia bergetar di mana dadanya jelas bergemuruh sembari bola matanya tampak berkaca-kaca menatap laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, suara hujan ditambah petir yang menggelegar suasana penuh kepedihan dan kekecewaan didalam sana, Hayat ingin bicara tapi lidah nya terasa begitu kelu, dia jelas tidak bisa kembali kerumah tersebut dan meninggalkan Ahem, laki-laki yang telah menjadi suaminya berbulan-bulan yang lalu karena dia benar-benar mencintai laki-laki tersebut dengan cara nya sendiri.
"pergilah dan jangan pernah kembali lagi" laki-laki tua tersebut kembali bicara kemudian dia berdiri secara perlahan lantas membalikkan tubuhnya. Tuan Zuu tidak melanjutkan kata-katanya lagi memilih untuk beranjak pergi menjauhi putrinya tanpa mengeluarkan kembali suaranya.
Hayat masih mencoba menahan getaran di dalam dirinya, berita punggung tua tersebut sembari mengeluarkan perlahan air matanya, dia menangis didalam diam, gagal menahan air matanya yang jatuh dengan sempurna, mencoba untuk memukul dadanya berkali-kali dan menyakinkan diri didalam hati nya jika semua pasti baik-baik saja. Ayah nya hanya butuh sedikit waktu untuk menerima semuanya, iya dia mencoba meyakinkan diri jika ayahnya pasti akan mengubah keputusannya cepat atau lambat.
__ADS_1
Bukankah seorang ayah begitu mencintai putri nya? semarah-marahnya orang tua, pada akhirnya mereka akan luluh dan memaafkan anak-anak juga bukan?!.
Dia masih menangis didalam diam, terisak tanpa berani benar-benar mengeluarkan suara nya, bayangan sang daddy telah menghilang dari pandangan nya dimana pada akhirnya dua tangan kokoh menyentuh lembut kedua belah bahu nya.
"Semua pasti baik-baik saja" Satu bisikan terdengar dibalik telinga nya, Ahem sang suami bicara sambil berusaha menguatkan hatinya.
Laki-laki tersebut bergerak melangkah maju tepat dihadapannya, kemudian memilih duduk tepat dihadapan nya, membiarkan kedua kakinya sendiri menjadi tumpuhan tubuhnya.
"Jangan menangis hmmm" Ucap laki-laki tersebut sembari menghapus lembut air matanya.
Meskipun sang suami berkata semua baik-baik saja dan jangan menangis lagi, nyatanya dia tidak bisa menghentikan air matanya yang terus tumpah, dia meraih leher suaminya dan memeluk erat laki-laki tersebut kemudian membiarkan tangis pilunya tumpah.
******
__ADS_1
Sulitnya mendapat restu orangtua untuk hubungan ini menjadikan kamu dan aku jadi sama-sama belajar beratnya perjuangan. Sebab hubungan seperti ini tidak akan berhasil dan bertahan lama kalau cuma salah satu yang berjuang.
Ahem Zigaz Hillatop .