
Aishe tampak sibuk didapur berkutat dengan kegiatan memasaknya, dia Fikir menu terbaik yang harus dia buat untuk nya dan Murat sebaiknya sup daging , sambal tomat dan beberapa sayuran sehat lainnya juga lalapan yamh bisa menurunkan kadar kolesterol di tubuh.
Saat tengah sibuk berkutat dengan kegiatan nya tiba-tiba Abigail sang adik ipar muncul membawa beberapa kantong kresek.
"Selamat Siang kakak ipar"
ucap Abigail lantas berniat untuk mencium pipi kiri kanan Aishe, tapi tiba-tiba Murat ber dehem dari arah belakang, buru-buru Abigail menoleh diikuti oleh Aishe tangan kanan Murat memberi kode pada sang adik agar segera menyingkir dari tubuh istrinya.
"Behhh"
Abigail jelas memiringkan bibir nya.
"Oke, sepertinya dia benar-benar tidak suka jika aku menyentuh sedikit saja barang berharga kesayangan nya"
Aishe terkekeh mendengar ucapan Abigail, lantas bola matanya dengan cepat menangkap isi dari kantong yang di bawa oleh Abigail.
"Ini apa?"
Aishe bertanya sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam salah satu Kantong di hadapannya.
"Itu Shatavari kakak ipar, bisa meningkatkan gai..rah dan mempercepat kehamilan"
Goda Abigail
"Ya?"
Seketika wajah aishe memerah.
__ADS_1
"Kakak ku itu bisa melakukan aktivitas semacam itu berkali-kali sayang? kamu bisa mengkonsumsi Shatavari sebelum melakukan sesi per..cin..taan"
Oh God, oh God....!!!
pekik aishe dalam hati.
Kenapa dia lebih cerewet dari ku?
Seketika aishe menoleh ke arah Murat, saat bola mata itu bertemu, seketika aishe membuang pandangannya, kembali sibuk dengan masakannya.
Dasar...!
Murat terkekeh sejenak.
"kakak ipar mu bisa mencoba meminum nya nanti malam"
Jawabnya cepat
seketika Aishe menoleh.
"Iya bukan sayang?"
"Hahaha "
Aishe jelas berusaha menahan malu.
Ish ish ish menyebalkan sekaliiiiii.
__ADS_1
*******
"Bukankah kalian ke Manhattan? bagaimana kamu bisa mendapatkan Shatavari di sana?"
Murat bertanya setelah sesi makan siang mereka.
"Kau tahu bukan brother, aku ini punya banyak kenalan"
Canda Abigail.
Murat tampak tersenyum melihat Abigail, sejenak Murat menoleh ke arah aishe yang tengah sibuk membereskan sisa makan siang mereka.
"Dia istri yang begitu baik"
ucap Abigail pelan, menoleh ke arah Murat yang beberapa kali menatap Aishe, dapat Abigail lihat betapa sang kakak begitu mencintai perempuan itu.
"Aku hanya takut, persoalan lama tidak kunjung selesai, hingga membuat Aland menarik kembali aishe dari kehidupan ku"
Ucap Murat sambil menarik pelan nafasnya.
"Sudah ada banyak titik terang yang terbuka bukan? bahkan satu persatu benang kusut mulai terurai, hanya saja kita harus lebih hati-hati saat mencoba memancing di air yang keruh, sebab lawan kita sama-sama tangguh"
ucap Abigail pelan.
"Seharusnya sejak awal grandpa Benar-benar mendepak Karl dari Al Jaber, seperti kata grandma seseorang yang punya kebiasaan buruk sejak kecil, sulit untuk menghilangkan kebiasaan itu meskipun kita sudah mengajarkan nya untuk berbuat baik, sebab sejati nya yang ingin mengubah manusia itu tergantung pada individu nya masing-masing, bukan dari suruhan dan perintah orang lain"
"Bahkan grandma berkata, anak-anak terbentuk tergantung dari didikan pertama orang tua serta lingkungan nya, Karl jelas hidup dengan mommy nya yang kacau, egois, suka berbohong dan menipu, belum lagi lingkungan buruk tempat dia tumbuh kembang kurang baik, pada akhirnya karakter Karl jelas terbentuk mengerikan"
__ADS_1
"Karl jelas sudah terlihat buruk sejak awal di keluarga Al Jaber tapi grandpa selalu berfikir jika manusia itu ada waktu nya berubah, tapi siapa sangka dia bakal melangkah sejauh ini"
Abigail menarik nafasnya panjang setelah beberapa waktu.