Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Ancaman besar


__ADS_3

4 hari sebelumnya


Karl jelas mengeratkan rahangnya, kedua tangannya berusaha memangku di atas meja, sambil dia terus memejamkan matanya.


Eden Al Jaber asli masih hidup dan sekarang ada di Indonesia.


Brakkkkk


"Bagaimana mungkin bocah yang sudah mati puluhan tahun yang lalu bisa hidup kembali?"


Dia menghantam salah satu pengawal nya yang terlibat dalam memusnahkan Eden di masa lalu.


"Kami benar-benar sudah menghabisinya tuan, bahkan membuangnya ke tepian jurang pinggiran laut desa jauh dari Manhattan"


Pria itu bicara sambil menahan sakit di leher nya karena dicekik oleh Karl.


"Lalu bagaimana bisa dia hidup kembali hah?"


jelas saja Karl bertanya-tanya.


"Apa kau fikir dia Malaikat? atau bocah tuhan yang tidak akan mati hah?"


Pria itu jelas yakin benar-benar sudah menghabisi bocah kecil itu, bahkan dia juga bingung bagaimana mungkin bocah itu bisa selamat dari keadaan malam itu.


Karl mendorong kasar pria itu hingga terjungkal ke lantai.


"Cari, temukan dan habisi dia secepatnya"

__ADS_1


Teriak Karl dengan kemarahan yang begitu membuncah.


"Baik tuan"


Pria itu menundukkan kepalanya, langsung melesat keluar dari ruangan Karl diikuti oleh pria lain nya.


Dan hari ini


Bagi Karl jika Eden asli masih hidup dan kembali ke Indonesia, jelas saja itu ancaman telak untuk dirinya, jika anak itu kembali karena curiga dan ingin pulang ke Al Jaber dengan sejuta bukti maka kedok lama yang di buat oleh nya yang di tata apik Serapi mungkin akan hancur secara perlahan.


pilihan satu-satunya adalah dengan cara mengirim cepat orang-orang kepercayaannya dan beberapa mafia untuk menghabisi nyawa laki-laki itu.


Tapi siapa sangka ternyata Eden asli bahkan begitu pintar dan lihai dalam melindungi dirinya sendiri.


Dia fikir Bagaimana bisa bocah lemah, sok Perfeksionist, yang selalu menyusahkan orang lain itu di masa dulu bisa jadi begitu handal dan cekatan? bisa jadi kuat dalam melindungi diri nya sendiri.


Aries bicara sambil duduk santai di hadapan Daddy nya, meraih rokok yang ada di atas meja, meletakkan ke sela bibirnya lantas dengan cekatan meraih pamatik dan mulai menyulut api di rokoknya, sepersekiandetik kemudian dia menghisap perlahan rokok yang ada di mulut nya itu.


Karl tampak diam, menatap putra nya beberapa waktu.


"Apa kau masih meragukan aku dad?"


Karl tampak menghembuskan nafasnya kasar.


"kau tahu bagaimana cara kerja ku bukan? like father like son, aku bisa melenyapkan Eden Serapi aku melenyapkan valentine atau bahkan Aliya"


Ucap nya sambil kembali menyesap rokok nya lantas membuang asapnya ke atas.

__ADS_1


"Aku tidak yakin akan mudah melenyapkan laki-laki itu saat ini, kita belum tahu siapa yang ada di belakangnya"


"Bukan hal penting siapa yang ada di belakangnya, yang jelas siapa yang menghalangi jalan kita harus secepatnya musnah, itu yang paling penting saat ini"


Ucap aries sambil mendengus menatap daddynya.


"Kau bisa melakukan nya, tapi ingat jangan sampai ada yang mengenali diri nya"


Karl bicara cepat sambil mencoba mewanti-wanti putra nya.


"Dan aku fikir kevin sudah mulai bertingkah sekarang, cari cara agar bisa menekan nya hingga rencana penghancuran proyek Al Jaber telaksana 3 bulan ke depan"


Aries langsung menyeringai mendengar ucapan Daddy nya.


"Jika aku menggunakan Belle, apa Daddy keberatan?"


Senyum mengerikan tampak jelas tercetak di balik bibir aries.


Karl tampak diam sejenak.


"Lakukan dengan cara halus, aku tidak ingin dia menjadi batu hambatan hingga rencana kita berhasil"


Aries menyeringai senang, mengedipkan sebelah matanya pada Daddy nya.


"Aku akan bergerak sehalus mungkin dad"


Setelah berkata begitu dia tampak terkekeh senang, seolah-olah kali ini lagi-lagi dia mendapatkan restu untuk kembali memainkan Sesuatu yang dia memang inginkan sejak lama.

__ADS_1


__ADS_2