Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Tidak akan bisa kabur dari nya


__ADS_3

Seketika Aishe menelan salivanya saat melihat ratusan tamu undangan sudah hadir didepan mereka.


"Daddy, kita benar-benar menikah?"


aishe menahan tangan Murat, menahan kaki nya untuk tidak melangkah dulu.


"Aku fikir kita hanya membuat perjanjian?? kenapa jadi ada banyak sekali tamu undangan?"


tanya nya panik ke arah Murat sambil mengerutkan dahinya.


iya bukankah kemarin hanya pura-pura? tidak benaran kan? hanya menikah di kantor saja begitu? kenapa jadi seserius ini?


aishe jelas bingung, menatap Murat begitu panik.


"Aku tidak pernah bilang menikah nya pura-pura kan?"


ucap Murat sambil menatap dalam bola mata aishe.


what? oh God.


"maksud Daddy aku akan meng gadaikan masa depan ku begitu?"


dengan laki-laki tua seperti kamu????


pekik aishe dalam hati.


seketika aishe mengerutkan bibirnya.


"Daddy.....??"


"Berhenti bercanda, jangan berfikir untuk kabur sekali lagi"


"Daddy..."


Dia tetap tidak mau bergerak.


"Mereka menunggu kita"


Aishe menggeleng cepat, masih tetap tidak mau bergerak.


"Kau ini"


Murat menggeram kesal, tiba-tiba secepat kilat langsung mengangkat tubuh Aishe ala bridal style.

__ADS_1


"Akhhh Daddy..."


pekik aishe kaget langsung mengalung kan tangan nya dengan panik.


"Daddy"


rengek aishe seperti ingin menangis, wajahnya memohon sambil menatap dalam wajah Murat.


Tampa mempedulikan ekspresi Aishe, secepat kilat dia berjalan membawa aishe untuk masuk ke dalam gedung, ratusan pasang mata yang menanti jelas memandang tabjuk saat Murat menggendong Aishe secara berlahan masuk ke dalam, bisik-bisik Terdengar di sepanjang ruangan.


"Daddy kau tega sekali"


"Ini bukan sebuah ketegahan, kita sudah sejauh ini mana bisa mundur lagi"


oceh Murat.


"Kau tahu aku belum menikmati masa muda dengan baik"


aishe tidak mau mengalah untuk mengoceh dan mengeluh, dia terus bicara sambil menatap kesal wajah Murat.


"Aku akan membiarkan mu melewati masa muda mu"


kau...!!


"kau bisa membuat daftar nya setelah menikah"


ishhh menyebalkan


"Biaya nya mahal sekali untuk kemana-mana Daddy"


"Bukankah sudah aku bilang, akan memberikan kamu black card setelah menikah"


akhhhh


"aku bisa gila menikah dengan mu Daddy"


"Memang nya aku tidak?"


what? aishe melotot.


"Aku belum pernah berpacaran"


"Kau boleh berpacaran"

__ADS_1


ggrrhhh kau ini menyebalkan sekali


"Aku belum berciuman dengan banyak laki-laki brengsek"


umpat aishe begitu kesal kali ini.


"Berani melakukan nya dengan laki-laki selain aku, aku benar-benar akan membunuh mu"


ucap Murat kesal secara tiba-tiba


"Ya?"


"Diam dan ayo lakukan, setelah ini baru pulang dan fikirkan"


"Bagaimana cara nya berfikir jika sudah menikah?"


protes aishe


"Diam lah, atau Mau aku cium sekarang juga didepan para tamu undangan?"


secepat kilat Aishe menutup mulutnya, dia menggeleng.


kau selalu mencari kesempatan.


aishe bersungut.jemgkel


"Bagus"


ucap Murat kemudian menurunkan tubuh Aishe secara berlahan.


Seketika aishe membeku saat sadar dirinya sudah ada di antara ratusan tamu undangan, menatapi wajahnya dengan penuh cinta, dia menoleh ke arah murat, kemudian menoleh ke arah pastor yang ada dihadapannya.


seketika dia menelan salivanya, kembali menatap wajah Murat dengan ekspresi yang begitu lucu dan menggemaskan bagi Murat.


Murat menaikkan sebelah alisnya, menggenggam erat tangan aishe tiba-tiba sambil tersenyum, memutarkan tubuh aishe agar menghadap ke arah pastor.


"Berkonsentrasi lah, sayang"


bisik Murat sambil mencium lembut pipi sebelah kiri Aishe.


seketika Aishe terbelalak.


Kau...kau...muratttt bajingannnn

__ADS_1


pekiknya dalam hati.


__ADS_2