
Permintaan Ailee jelas terasa tidak masuk akal bagi Aland, mengunjungi Aishe di keluarga Al Jaber.
Oh God.
"Bisa kita bertemu di tempat makan sambil menikmati makan siang atau makan malam bersama?"
Tanya Aland sambil mengelus lembut wajah Ailee.
Dan Ailee jelas menggeleng.
Meskipun kesalahpahaman soal masa lalu perlahan terkuak dan seperti nya kemarahan mereka terpicu oleh orang lain yang memanfaatkan mereka di masa kemarin, tapi untuk menghubungi Murat demi menemui Aishe jelas sangat tidak masuk akal bagi Aland, mungkin membiarkan Ailee dijemput oleh seseorang untuk datang kekediaman Al Jaber dan mengunjungi Aishe bisa jadi alternatif baik, tapi Ailee bahkan merengek meminta dia untuk ikut bersama.
Pilihan terbaiknya dia terpaksa menghubungi Selena untuk meminta bantuannya.
"Bisa kau bantu aku? ini terdengar aneh, permintaan Ailee sangat tidak masuk akal, maksud ku bisa kau sambungkan aku pada Aishe? Aku tidak bisa menghubungi nomor nya sejak kemarin, Ailee tiba-tiba memaksa untuk mengunjungi Aishe di kediaman keluarga Al Jaber"
Terdengar jelas sahutan antusias di balik panggilan itu, Selena tampak begitu bersemangat, langsung berkata iya dan akan mengatur jadwal agar bisa berkumpul bersama.
"Bisakah hanya Ailee dan Aishe?"
"Oh kau tahu Aland? kadang keinginan perempuan hamil itu jika tidak dituruti akan sedikit berbahaya, dia bisa menangis seharian atau bahkan marah berminggu-minggu"
Aland hanya memijat kepala nya berkali-kali.
Dan memang luar biasa, malam nya Aishe dan Murat menghubungi dirinya, meminta bicara dengan Ailee sambil terus bercanda entah soal apa.
Awalnya aishe jelas mengamuk saat tahu dia menikahi Ailee.
"Kakak sudah gila"
Nada suara Aishe jelas terdengar begitu kesal, menatapi wajahnya dari layar handphone nya saat mereka sedang melakukan Vidio call.
__ADS_1
"Iya memang sedikit gila"
Ekspresi Aland jelas serba salah.
"Kau tahu Aishe, kami saling mencintai"
"Tapi kau pernah menikahi mommy nya"
Protes Aishe.
"Tapi dia bukan putri kandung ku Aishe begini.. akh Begitu Sulit menjelaskan semuanya, aku laki-laki dewasa yang memiliki kebutuhan sayang, seperti maaf suami mu Murat mungkin yang juga memiliki kebutuhan"
"Tapi buka anak dan ayah kakak"
"Jarak usia kalian juga hampir sama seperti kami, kau 22 tahun dia seusia ku"
"Kakak... bukan seperti itu maksud ku"
Tapi Murat tampak berbisik pada Aishe, mendiskusikan sesuatu sambil menyentuh wajah Aishe, tersenyum lembut seolah-olah mencoba menjelaskan sesuatu di ujung sana, hingga akhirnya emosi sang adik mereda juga.
Aland fikir dia baru tahu, laki-laki itu bisa mengendalikan sang adik nya yang suka bersikap liar dalam artian positif itu.
Aland tahu betul sifat Aishe, gadis itu selalu lincah bergerak Kesana-kemari,sulit di atur dan cukup enggan berdiskusi dengan orang lain apalagi terhadap laki-laki, meskipun tidak tahu bagaimana sebenarnya hubungan mereka, Aland cukup bisa melihat bola mata Murat menyatakan betapa dia mencintai Aishe.
"Kita bisa berkumpul besok, bukan kah weekend lebih baik? kakak bisa dari pagi kemari, kita bisa melewati makan siang hingga makan malam bersama"
"Tapi..."
Aland ingin protes.
"Itu bagus, Daddy aku akan mempersiapkan semuanya"
__ADS_1
Ailee bicara dengan ekspresi begitu antusias.
"Sayang, sebaiknya kita buat pesta barbeque"
Aishee bicara sambil menoleh ke arah Murat.
"Kamu bisa mengaturnya sayang"
Murat tampak bicara sambil mencium pipi Aishe sebelah kirinya.
"Ada seseorang yang datang, aku akan kembali setelah ini"
Aishe mengangguk.
"Untie Selena dan uncle bahrat juga akan kemari, Minggu memang waktu yang baik, sebab Senin mereka mesti pergi ke pelembang"
ucap Aishe cepat.
Aland tampak mengerutkan dahinya.
"Kenapa?"
"Ada hal penting yang harus mereka kerjakan, hmmm mencari ... siapa kemarin hmmm ah iya untie Malika kata nya"
ucap Aishe cepat
Seketika Aland membulat kan bola mata nya
"Apa? Untie Malika?"
"He em"
__ADS_1
Aishe menganggu cepat.