
Hahaha
Selena harus tertawa atau menangis sekarang?
seandai nya kejadian malam kemarin tidak ada, Selena pastikan dia akan bersikap biasa-biasa saja tanpa dosa, mengoceh ke arah bahrat, menggerutu karena Abigail meninggalkan mereka, tapi Seketika dia ingat kejadian di dalam bak mandi, semua nya jadi berubah canggung.
"Kita mau kemana?"
Bahrat bertanya sambil mengendarai mobilnya.
Gila, dia bisa bersikap biasa-biasa saja?
pekik Selena dalam hati.
"Haha aku juga bingung"
Selena menjawab sambil mengelus tengkuknya sendiri beberapa waktu.
"Bukankah kamu paling hapal daerah new York, aku akan mengikuti kemanapun kamu membawa ku"
Lanjut Selena.
Bahrat tampak berfikir sejenak sambil terus mengendarai mobil nya.
"Bagaimana dengan Chinatown ?"
tanya bahrat cepat, mereka berhenti sejenak tepat di lampu merah.
"Perkampungan China yang menjual banyak pernak-pernik lucu, bukankah kamu suka mengkoleksi berbagai macam pernak-pernik lucu?"
dia bertanya sambil menolah ke arah Selena, menatap dalam wajah Selena untuk beberapa waktu.
Seketika wajah selema memerah.
Oh ya Tuhan, tolong jauhkan pandangan mu dari mata ku, pleasee!!!!
Ucap Selena dalam hati.
Buru-buru dia membuang wajahnya, menoleh ke arah samping.
Bahrat mengulum senyum melihat ekspresi Selena, terlihat lucu di matanya.
"Baiklah, kita kesana sekarang sayang"
"Ya?"
seketika Selena menoleh ke arah bahrat.
Dia bilang apa tadi barusan???
sa..sayang...!!???
Seketika jantung Selena berdetak 10 kali lebih kencang dari biasanya.
Saat Selena bertanya dengan ekspresi bingung, bahrat malah hanya menebarkan senyuman nya, terus melajukan mobilnya saat traffic line sudah berubah warna.
*********
__ADS_1
Saat bahrat mulai masuk ke sebuah kawasan serba-serbi barang-barang unik dari China, seketika bola mata Selena tampak menatap nya dengan rasa ketertarikan yang begitu tinggi
"Kita akan mulai dari mana?"
Selena seakan lupa soal kecanggungan nya.
"Sebentar, kita tepikan dulu mobil nya"
seolah-olah tidak peduli ucapan bahrat, bola mata Selena terus mengitari sekitaran jalanan.
"Kamu sering kemari?"
tanya Selena cepat.
"Tidak juga, saat kuliah dulu teman-teman sering mengajak mampir kemari"
"Ahhh itu sudah lama sekali"
"Suasana nya cukup jauh berbeda antara dulu dan sekarang"
"Hmm"
Bahrat mulai menepikan mobilnya, sesaat setelah mesin mobil telah dimatikan, Selena Tanpa aba-aba melesat turun sambil bola matanya terus menatap kemana-mana.
"Coba masuk kedalam"
Selena mengangguk, mengikuti langkah Bahrat menuju ke arah dalam.
Sejenak Bahrat menghentikan langkahnya, tiba-tiba dia menarik lembut tangan Selena.
"Didalam cukup padat, jadi terus berpegangan pada ku"
setelah berkata begitu,bahrat dengan cepat melangkah kedepan.
Selena menatap tangan nya yang terus di genggam dengan erat oleh Bahrat, awalnya dia sedikit bingung hingga akhirnya sebuah senyuman muncul di balik bibirnya.
"Baiklah"
jawabnya pelan.
"Ini apa?"
Bisik Selena pelan
"Sumpit"
"Ah, motif nya cukup unik-unik"
__ADS_1
Selena mulai melihat satu persatu motif yang ada di hadapannya.
"Kamu bisa mengkoleksi nya, 1 model 1 pak"
bisik bahrat pelan
"Tidak bisa di campur 1 pak dengan berbagai macam motif?"
bahrat Terkekeh.
"Kita harus menegosiasikan nya pada sang pemilik"
Selena merengut
"Jawaban nya berarti Tidak"
Bahrat kembali Terkekeh.
"Ambil lah yang kamu suka"
''Kamu yang bayar?"
"Dengan senang hati"
seketika Selena tertawa renyah.
Bahrat jelas senang melihat tawa yang begitu cantik keluar dari bibir gadis itu, ekspresi canggung di wajah Selena jelas telah berganti kesenangan.
"Yang mana yang bagus?"
Selena tampak antusias.
"Atas"
jawab bahrat setelah menimbang Beberapa waktu.
"Baiklah, aku fikir harus membelikan nya untuk Aishe"
"Cukup bagus"
"Hmm aku fikir akan menyimpannya untuk Ailee"
Selena jelas berharap bisa bertemu gadis itu secepat nya.
"Akhh oh God"
Selena berteriak kecil, mundur beberapa langkah hingga dengan gerakan refleks masuk ke pelukan bahrat saat melihat patung Dewa Bao.
"Oke aku tidak suka dengan wajah merah nya, dia seperti hantu"
bisik Selena cepat lantas berbalik.
Seketika bahrat membeku saat Selena tahu-tahu masuk kedalam pelukannya, dan langsung tersadar dari keadaan saat gadis itu menarik lengannya dengan cepat.
__ADS_1
"Kita coba cari yang lain"
ucap Selena cepat dengan bola mata terus menyusuri seluruh toko yang ada di sekitarnya.