
Ailee terus berusaha mendorong tubuh daddynya, jelas ini sakit sekali.
"No daddy"
dia menggeleng sambil berusaha melepaskan panutan BI..bir daddy nya.
"Daddy akan lakukan dengan berlahan"
bisik aland pelan
dia bersiap akan mencoba melakukan nya lagi , tapi....
Buggg...bug ...
"Kakak...buka pintunya"
seseorang mengagetkan mereka
oh suck....
seketika Aland menghentikan permainan nya yang tanggung, dia baru akan mendorong dibawah sana agar masuk, gelorah nya yang naik Seketika turun tiba-tiba.
Ailee tampak ikut kaget, Aland langsung meletakkan jari telunjuknya ke ujung bibir Ailee, dia berbisik halus.
"Ini rahasia"
ucapnya sambil mencium lembut kening Ailee, Kemudian mencium hangat bibir gadis itu.
buggggg buggggg
"Ailee..."
aishe kembali berteriak.
Aland langsung meraih baju Ailee, memakaikan nya dengan pelan, merapikan rambut gadis itu yang berantakan, kemudian berkata.
"Tidurlah lagi"
"Kakak....."
setelah itu Aland langsung menggunakan kaos dan boxernya, berjalan santai ke arah pintu dan membuka nya secara berlahan.
Gadis cantik itu sudah berdiri di depan pintu kamar nya.
Aishe jelas merengut, menatap tajam bola mata kakak nya.
"Kenapa lama sekali?"
yeah kau mengacaukan semuanya
batin aland kesal
"Kakak tertidur"
"Ailee mana?"
"Tidur"
"Kenapa kalian tidur berdua?"
aishe memandang curiga ke arah Aland
"Oh ayolah, kenapa kakak terasa di interogasi sayang?"
protes Aland, dia merentangkan tangannya
"Bukannya memberikan kakak mu ini pelukan rindu"
seketika aishe melebarkan senyumannya, dia masuk ke dalam pelukan sang kakak.
"Oh betapa aku merindukan mu kak"
ucap aishe cepat, memeluk erat sang kakak
"Kau bau keringat"
protes aishe tiba-tiba
"Di ruangan ber AC?"
"Aishe..."
Aland kembali protes.
Aishe terkekeh
"Aku harus mandi, Hanin dibawah, kami harus pergi ke pesta salah satu perusahaan konstruksi di Jakarta, mengejar bos gila yang harus menandatangani berkas-berkas kontrak kerja sama yang sudah disepakati sejak Minggu kemarin"
ucap aishe cepat kemudian menyeruak masuk ke dalam kamar itu.
"Bukankah kakak sudah bilang? kembalilah ke perusahaan, jangan bekerja lagi dengan orang lain"
aishe membalikkan tubuhnya, menatap kakaknya sejenak.
"Itu seperti sebuah kesenangan kak"
"Yeah kakak tahu, tapi itu membuat sulit hidup mu"
aishe Terkekeh
"Tidak sama sekali, aku merasa tertantang"
"Baiklah, terserah pada mu. Tapi kembalilah ke perusahaan ketika kamu merasa bosan dan Lelah"
"Okey"
jawab aishe kemudian berjalan menuju ke arah kasur, menatap wajah polos Ailee yang tengah tertidur lelap.
"Dia tumbuh semakin dewasa"
ucap aishe pada Aland, kemudian mencium hangat kening Ailee.
__ADS_1
"Sudah 17 tahun?"
aishe kembali bertanya.
"Bulan depan tepat usia 17 tahun nya"
"sudah punya pacar?"
seketika pertanyaan itu membuat Aland dongkol.
"oh ayolah aishe, berhenti banyak bertanya"
"Ishhhh ekspresi mu terlihat aneh"
ledek aishe, kemudian beranjak dari sana.
"Sudah lakukan tes DNA?"
tanya nya tiba-tiba, berhenti sejenak kemudian menatap wajah sang kakak lekat-lekat.
"Aland mengangkat bahunya, menunjukkan sebuah map di atas meja"
"Kau bisa melihat sendiri hasilnya"
aishe menaikkan alisnya, menoleh ke arah nakas yang di atas nya tergeletak sebuah map coklat.
aishe berjalan ke arah sana, meraih map itu kemudian membuka nya. Seketika bola mata nya membulat.
"Kak Valentine memang luar biasa"
aishe menggeleng tidak percaya
"Akhirnya keraguan mu terjawab juga"
ucap aishe kemudian melirik ke arah Ailee, dia kembali berjalan mendekati kakaknya, bertanya dengan suara se rendah mungkin.
"Dia sudah diberi tahukan?"
Aland menggeleng, aishe tampak diam.
"Sebaiknya kalian tidak lagi tidur 1 kamar bersama"
Aland Terkekeh
"Dia yang minta pindah kesini"
"Kalian akan berbuat dosa sempurna jika terus bersama"
Aland tertawa terbahak-bahak
"Oh come sayang, cepat mandi dan pergilah"
"Ini pengusiran?"
"Oh ayolah, kau sensitif sekali belakangan ini"
Aland bicara sambil mendorong tubuh aishe ke kamar mandi.
Seketika Ailee mengerutkan dahinya.
Tes DNA? map coklat di atas meja? Valentine?
apa yang sedang mereka bicarakan tadi?
Murat langsung melesat turun dari mobil Alphard nya diikuti oleh Selena, perempuan itu jelas terus menempel, sebagai salah satu pemuas sek..s laki-laki berjuluk Casanova itu tapi realita nya tidak ada satu pun orang yang tahu.
Mereka masuk ke dalam kamar lift menuju ke lantai atas dimana acara pesta perusahaan akan di laksanakan, berbalik kemudian mulai bermain didalam sana, menautkan bibir, saling menyesap hingga mengeluarkan suara-suara nakal, dengan tangan kanan murat ikut bermain nakal di da..da perempuan itu.
tringgg..
"Upsss"
seseorang tiba-tiba masuk kedalam, ekspresi wajah aishe awalnya terkejut, kemudian tampak begitu santai tanpa dosa, masuk begitu saja.
Murat tampak menatap dingin wajah gadis cantik itu, sedangkan sang perempuan dengan cepat membenahi pakaian dan Merapikan lipstik nya.
"Sorry, tidak berniat mengganggu Miss and sir, tapi sepertinya kalian salah mengambil tempat"
aishe bicara sambil mengejek didalam hati, membalikkan tubuhnya tanpa urusan.
Murahan sekali, memangnya tidak ada kamar hotel apa untuk melakukan hal mesum begituan?
omelnya dalam hati.
kemudian tangan aishe mulai menutup pintu lift itu, tapi Hanin tiba-tiba muncul dengan berlarian, menyusul ke arah aishe.
"Aisheee wait me...."
seketika Murat menaikkan sebelah alisnya, menoleh ke arah aishe.
Aishe?
ucapnya dalam hati.
secepat kilat Aishe menahan pintu lift nya.
"Kau dari mana saja?"
aishe bertanya begitu Hanin masuk ke dalam.
Alamakkkkk laki-laki berwajah Malaikat.
pekik Hanin dalam hati, menawarkan sejuta senyum ke arah Murat, tapi malah di tatap dengan tatapan yang begitu dingin.
"Hello sayang, Hanin apa kau mendengar ku?"
aishe bicara cepat ke arah hanin.
"Ahh iya, aku dari toilet"
"Iwwhhhh"
__ADS_1
aishe mendengus.
"Bagaimana? sudah dapat undangan untuk masuk?"
Hanin bertanya cepat.
"Belum mendapatkan sasaran nya"
jawab aishe santai.
"Kenapa dengan gaun mu?"
Hanin tiba-tiba menyadari sesuatu, saat melihat gaun panjang aishe terkena sobekan.
"Gara-gara bos brengsek"
ucap aishe kesal.
"Aku akan menyelesaikan Semuanya setelah keluar dari lift"
ucapnya cepat.
tringggg
seketika pintu lift terbuka.
"Kau tunggu di pintu masuk, aku harus meng eksekusi gaunnya lebih dulu"
ucap aishe kemudian kabur secepat kilat.
"aishe.."
Hanin kehilangan kata-kata.
yeah cantik serta berisi.
ucap Murat dalam hati.
"Pergilah kedalam lebih dulu"
bisik Murat pada perempuan itu, dia hanya mengangguk kemudian langsung melesat berbelok ke arah kanan menuju ke ruangan pesta nya.
*******
Murat masuk ke dalam sebuah ruangan dimana terhubung dengan ruangan yang dimasuki oleh aishe, dia menaikkan ujung bibirnya saat menyingkap gorden besar dihadapannya, dia melihat dengan jelas gadis itu berdiri di depan kaca tepat dihadapan nya.
Kaca itu bisa menembus pemandangan didepannya dengan sangat jelas, tapi dari arah depannya sama sekali tidak bisa melihat dirinya.
Aishe tampak sibuk mondar-mandir mencari sesuatu, karena tidak kunjung mendapatkan apa yang dia cari, akhirnya dia dengan sangat terpaksa menarik gaunnya, menyobeknya dengan menggunakan kedua tangannya, lantas dia melepas kepalan rambutnya yang terjulang tinggi.
Bak sulap dari Ibu peri Cinderella, aishe berubah menjadi begitu seksi dan terlihat menggairahkan.
Damn it.
murat mengumpat.
aishe secepat kilat beranjak dari sana,berusaha membuka pintu depan untuk keluar.
"ehh?"
jelas saja dia kaget.
"Ommo..."
dia mencoba nya sekali lagi.
"Oh God, terkunci?"
pekik nya pelan.
Murat jelas saja menaikkan ujung bibirnya dengan penuh kemenangan, dia tahu orang-orang nya selalu bergerak lincah sesuai keinginan nya.
mau tidak mau aishe mencari pintu lain, menatap ke sekeliling nya, bola matanya membulat, menatap pintu samping yang terhubung entah kemana.
"Oh God"
ucapnya pelan, membuka pintu itu dengan secepat kilat dan ketika dia melangkah cepat, menutup pintu itu dengan cepat Seketika dia dikejutkan oleh sesuatu.
"Akhh..."
aishe terpekik kaget, saat menyadari ada seorang Laki-laki yang berdiri tepat di hadapan nya.
ya Tuhan laki-laki mesum tadi
pekik aishe dalam hati.
"Om maaf, begini"
aishe berusaha untuk bicara, tapi tiba-tiba murat berjalan mendekati dirinya.
aih??? ke..kenapa dia mendekati ku???
Aishe berusaha untuk mundur beberapa langkah,mentok ke dinding belakang dan berniat ingin meraih gagang pintu secepat nya, tapi laki-laki itu rupanya sudah berada tepat dihadapannya, menahan ke dua tangan nya diantara tubuh aishe yang sudah begitu rapat ke dinding itu.
"Om..begini"
kenapa dengan laki-laki mesum ini coba?
"Om?"
Murat menaikkan alisnya, menatap dalam bola mata aishe.
yah oom lah kamu fikir kamu masih muda apa? jelas lah oom, yeah meskipun tampan usia mu jelas jauh di atas ku, persis seperti usia Aland.
omel aishe dalam hati.
Murat semakin mendekati wajahnya ke aishe.
seketika gadis itu menelan Saliva nya, semakin menurunkan posisi tubuh nya.
waitt apa-apaan sih???!!!
__ADS_1