
Murat menatap penampilan dan wajah aishe yang turun dari tangga tanpa berkedip, setelah sesi panjang dengan campur tangan Selena memilih gaun dan riasan Sempurna aishe, Murat baru tahu betapa ajaibnya tangan perempuan itu menyulap seseorang.
(Catatan \= cari gaun nya sudah red 😎)
Selena menatap wajah Murat yang memandangi Aishe tanpa berkedip sejak di ujung tangga tadi hingga gadis itu berjalan mendekati Murat.
"Dia cantik bukan? selalu memukau sejak awal pertemuan"
bisik Selena disamping telinga murat, Seketika laki-laki itu tersadar dari pandangan nya, mencoba berdehem kemudian mengulurkan cepat tangannya ke arah tangan Aishe.
Aishe dengan perlahan menyambut uluran tangan Murat, senyuman cantik nya mengambang dengan indah,lantas berjalan mengikuti langkah Murat secara perlahan.
"Daddy, apa ini tidak berlebihan?"
Aishe bicara sambil menatap ke arah Murat, tidak harus mendongak begitu parah berkat Hells tinggi yang dia gunakan.
"Rasanya begitu terbuka dibagian belakang nya"
protes Aishe cepat.
Murat terus menggenggam tangan aishe, berjalan disamping gadis itu secara perlahan, mensejajarkan langkah Takut jika-jika gadis itu kesulitan berjalan mengikuti langkahnya yang acapkali lebih cepat.
"Tidak, ini sempurna"
bisik Murat sambil membukakan pintu mobil nya.
Dari samping Eden menatap Murat dan aishe secara bergantian, menaikkan sudut bibirnya lantas naik ke mobil milik nya sendiri diikuti ramira.
*******
Setelah beberapa acara inti dan puncak selesai pada akhirnya mereka masuk ke sesi acara berdansa bersama, Murat mengulurkan tangannya menunggu aishe menyambut nya, secara perlahan Aishe menyambut tangan Murat dan membiarkan tangan kiri laki-laki itu menyentuh lembut pinggang nya.
"Apa terasa tidak nyaman?"
Murat bertanya sambil menggerakkan pelan tubuhnya, memulai sesi dansa mereka dengan cara yang begitu lembut.
"Sedikit iya, rasanya aneh semua orang menatap ku seakan-akan tidak ingin berkedip Daddy"
oceh Aishe
"Mungkin mereka terpesona"
"Benarkah? tapi aku meragukan tatapan Eden, Daddy lihat? seakan-akan dia siap menelanjangi ku"
Bola mata Murat langsung membulat, dia mengerutkan dahinya.
"Coba saja perhatikan"
seketika Murat mencoba untuk melihat gerak-gerik Eden, seperti kata aishe bola mata Eden terus menatap aishe beberapa kali, seolah-olah aishe termasuk salah satu santapan terbaiknya saat ini.
Laki-laki itu memang benar-benar bajingan kelas kakap, terlalu mencintai perempuan milik siapapun yang dia sukai.
Murat membuang pandangannya.
"Apa kita akan bertukar pasangan setelah ini?"
tanya aishe cepat.
"Ketika musik nya berganti, iya"
Aishe memajukan tubuhnya, mencoba berbisik pada murat.
"Mau aku beri dia pelajaran?"
"Tidak, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh Aishe"
__ADS_1
"Mungkin dia butuh seseorang untuk mengurusi dirinya setelah dari sini"
Murat menaikkan alisnya.
"Sayang, apa yang akan kau lakukan?"
"Memberikan nya sedikit pelajaran"
"Dia bisa mengamuk"
"Bukankah ada Daddy yang akan melindungi ku"
ucapnya cepat sambil mengedipkan sebelah matanya.
Murat Seketika tertawa, keningnya Menyentuh lembut kening aishe.
"Dia bukan laki-laki yang mudah dipermainkan perempuan"
"Dia akan merasakan nya kali ini"
Aishe terkekeh.
Dan benar saja setelah 1 sesi lagu mereka langsung berpindah pasangan, sesuai dugaan Aishe Eden benar-benar menarik dia untuk menjadi pasangan nya, sedang ramira memutar bersama entah siapa laki-laki yang sudah cukup tua yang awalnya berpasangan dengan Selena dan Selena memutar menjadi pasangan Murat.
"Aku baru tahu jika milik Murat memang cantik sempurna"
Eden bicara sambil mencoba memeluk pinggang aishe begitu dalam.
Aishe hanya menyunggingkan senyuman palsunya, mengikuti alur Eden beberapa waktu.
"Adik ipar type laki-laki yang begitu gampang jatuh cinta pada barang milik orang lain"
ucap aishe cepat sambil menatap dalam bola mata eden.
Eden menaikkan ujung bibirnya, tiba-tiba menarik dalam-dalam pinggang Aishe kedalam pelukannya,aishe agak terkejut karena tubuhnya jelas menempel sempurna ke dalam dada bidang Laki-laki itu.
Dasar sialan!
"Tergantung kesepakatan, jika kau tertarik kita bisa membuat kesepakatan baik di mulai dari atas kasur"
bisik Eden kemudian mencoba masuk kedalam ceruk leher aishe, namun dengan gerakan cepat aishe menginjak kaki Eden.
seketika Eden merenggang kan pelukannya, urung untuk masuk ke samping ceruk leher aishe.
"Awhh.. maaf adik ipar"
aishe menaikkan kedua tangannya, kemudian pura-pura menatap ke bawah.
"Kaki mu tidak apa-apa adik ipar?"
setelah berkata begitu, dengan gerakan cepat aishe menekan bahu Eden, sejenak laki-laki itu meringis.
Gila!
umpat Eden, menahan sakit di kaki karena di injak dengan Hells kemudian menahan sakit di bahu karena kuku-kuku cantik itu menancap indah dibahunya.
"Oh tuhan adik ipar kau baik-baik saja?"
Aishe pura-pura menaruh perhatian.
Kau kira aku pelacur mu huh?
ucap aishe dalam hati.
"Coba kita duduk dulu"
Aishe menarik cepat tangan Eden menuju ke salah satu kursi, membiarkan laki-laki itu duduk disana.
__ADS_1
Eden awalnya berniat menarik tangan aishe agar gadis itu ikut duduk tapi rupanya gadis itu dengan gerakan refleks langsung menghindar.
Cukup menarik.
batin Eden, secepat kilat dia mencoba meraih wine yang ada di atas meja, tapi dengan gerakan cepat aishe pura-pura menoleh dan ingin mengajak nya bicara, tapi dalam hitungan detik gelas wine nya tumpah mengenai seluruh jas nya.
"Oh shit"
umpat Eden
"Oh tuhan, adik ipar kau baik-baik saja?"
Aishe menarik beberapa lembar tisu, pura-pura membantu Eden, tapi yang terjadi semakin memperburuk penampilan Eden.
"Oh ya Tuhan"
Eden langsung berdiri, mengeram kesal.
"Menjauh"
"Ada apa?"
Ramira muncul tiba-tiba, dengan secepat kilat Aishe menoleh, tapi
"Akhhh"
ramira yang memegang gelas wine di tangan nya langsung berteriak histeris, semua wine tumpah dengan sempurna ke gaun nya.
"Oh God, oh God, yakkk apa yang kau lakukan?"
Aishe berusaha menahan tawa nya, dengan gerakan cepat meraih tisu di atas meja, pura-pura ingin membersihkan nya, sama seperti Eden, bukan nya memperbaikinya keadaan, semakin memperburuk penampilan.
"Oh tuhan, aisheeee"
pekik ramira panik, Seketika semua orang melirik ke arah mereka.
"Ada apa ini?"
"Oh tuhan lihat ini"
pekik ramira kesal
"Sayang, kecerobohan kecil sering terjadi, hanya hal sepele, jangan terlalu difikirkan"
aishe bicara sambil tersenyum ke arah Murat.
"adik ipar, turunkan sedikit oktaf suara mu, semua orang menatap wajah mu penuh tanda tanya"
bisik aishe pada ramira sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Aku fikir kalian harus kembali lebih awal, hati-hati dijalan adik ipar"
setelah berkata begitu, Aishe bergerak dengan begitu elegan menarik lengan Murat untuk segera berlalu dari hadapan 2 manusia tidak tahu malu itu.
"Oh tuhan, oh tuhan"
pekik ramira kesal.
Eden langsung Terkekeh, dia menatap punggung cantik itu yang semakin menjauh dari hadapannya.
"Luar biasa, baru kali ini aku menemukan perempuan unik seperti itu, bukankah permainan nya akan semakin menarik, ramira?"
ramira jelas melotot kesal.
"Yah terlalu unik dan licik hingga hampir membuat ku rasanya ingin mati sekarang juga"
pekik nya pelan penuh rasa dongkol yang mendalam.
__ADS_1
"Oh tuhan, lihat ini, oh ya tuhannnn"
pekik ramira kesal