Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Memanaskan hati


__ADS_3

Suasana sarapan pagi terasa aneh, Murat jelas merasa gerah dengan kehadiran Eden dan ramira, ramira jelas menatap dongkol, kesal dan cemburu ke arah aishe, sedangkan bola mata Eden terus menatap aishe dengan pandangan yang aneh.


Aishe jelas masa bodoh dengan semua orang, tetap sibuk dengan sarapan nya, mengoleskan mentega kemudian meletakkan selai coklat di atas rotinya.


ramira ikut meraih roti, mengoleskan mentega lantas meletakkan selesai ke atas rotinya, niat hati ingin memberikan nya pada Murat, meletakkan roti tersebut ke atas piring Murat, tapi Aishe langsung menaikkan alisnya.


"Adik ipar sangat manis sekali"


ucap aishe, langsung menarik piring roti itu, memberikan nya pada Eden.


"Kauu.kau.."


Ramira melotot, menatap tidak percaya aishe dengan terang-terangan menyingkirkan miliknya dari hadapan Murat.


"Sayang kau mau yang mana?"


aishe terlihat masa bodoh dengan kemarahan ramira, dia menatap wajah Murat, melebarkan senyumnya sambil menggesek-gesekkan kaki nya ke kaki Murat, seketika Murat menoleh, menaikkan alisnya.


Bola mata aishe berkedip-kedip cantik.


"Selai yang mana?"


"Kacang"


"Oh...Daddy memang suami yang imut"


ucap aishe langsung meraih roti dihadapannya.


ramira jelas mengeram kesal


aih..aih.. coba lihat muka si nenek lampir ckckckckck menatap ku penuh ke ngerian, beban hidup nya terlihat banyak sekali.


Aishe melirik ke arah ramira sejenak kemudian lanjut melirik ke arah Murat.


aishe dengan lincah meletakkan mentega dan selai kacang di roti Murat, lantas dengan cepat melatakkan roti ke atas piring Murat. setelah itu menuangkan teh ke gelas Murat kemudian kedalam gelas nya.


"Terima kasih"


ucap Murat cepat


what? terima kasih?


ramira langsung melotot kaget,dia fikir sejak kapan Murat bisa berkata terima kasih pada orang lain?.


"Daddy bagaimana dengan tukang pijat nya?"


tanya aishe tiba-tiba, membuat semua bola mata orang disana lngsung menatap ke arahnya.


"Tubuhku semakin pegal setelah semalam"


dan ucapan aishe jelas menambah panik ramira, Eden langsung membuang pandangan nya.


"Tapi kaki mu dengan lincah bergerak dibawah sana pagi ini"


ucap Murat.


what???


ramira kembali melotot.


aishe Terkekeh dalam hati


"Nggg coba lagi"

__ADS_1


Aishe bicara mencoba mengangkat kakinya.


Murat Langsung mundur.


"Jangan lakukan itu disini, kau memancing suasana"


Aishe terkekeh.


"Yakkk"


ramira berteriak kesal, jangan sok romantis disini.


aishe memicingkan matanya.


"Adik ipar, kau terlihat seperti cemburu"


Aishe ingin tertawa cekikikan melihat ekspresi Ramira, tapi dia berusaha menahannya.


"kau.."


ramira menggeram


aishe tampak masa bodoh, langsung melahap rotinya dengan sempurna.


"Kenapa kalian kembali kesini?"


Murat tiba-tiba bertanya dengan nada yang begitu datar ke arah ramira dan Eden, mulai menghabiskan teh nya secara perlahan


"Kau terlihat tidak senang dengan kehadiran saudara mu sendiri, murat"


Eden bicara mendengus, menatap dingin ke arah Murat. Menarik gelas teh nya juga, lantas menyesapnya secara berlahan, lagi-lagi bola matanya melirik ke arah aishe.


"Kalian saudara daddy?"


aishe menoleh ke arah Murat, menatap bola mata itu beberapa waktu.


ucap Murat sambil mendengus.


aishe menatap Murat dan Eden bergantian, memperhatikan wajah mereka satu persatu.


Cukup mirip, tapi hmmmmmm..!!


aishe tampak berfikir, kemudian menyunggingkan senyuman nya.


memang dia lebih tampan dan berkharisma.


ucap nya dalam hati sambil mengulum senyum, Eden menatap ekspresi Aishe, bagi nya gadis itu terlihat unik dan menarik.


"Seperti nya lagi-lagi kau tertarik dengan milik ku, Eden?"


ucap Murat saat melihat ekspresi Eden yang terus menatap aishe dengan tatapan yang begitu tidak menyenangkan, lantas dengan gerakan cepat menarik pinggang aishe hingga membuat gadis itu tersentak kaget.


"Daddy"


pekik nya pelan.


"Seperti nya adik ku menyukai mu, sayang"


ucap Murat di balik telinga aishe, begitu jelas dan dapat didengar semua orang.


"Ya?"


aishe mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Kau tahu, dia tipikal laki-laki penggoda, jika tidak kuat kamu bisa dengan mudah masuk ke dalam pelukannya"


aishe masih diam, menatap Murat kemudian menatap Eden.


ckckckck keluarga yang berantakan.


aishe menggelengkan pelan kepala nya, kemudian dengan cepat berbisik ke arah Murat.


"Aku tebak gadis mu pasti pernah di rebut oleh adik mu!"


bisik nya sepelan mungkin


"Ckckckck itu sangat buruk sekali daddy"


Murat menoleh cepat ke arah aishe, manaikkan sudut bibirnya.


Yeah Karena realita nya perempuan gampang tergoda, suka bermain kekiri dan kekanan selama sama-sama menguntungkan, sungguh murahan.


"Kau masih memendam soal masa lalu, Murat?"


Eden mendengus sedikit mengejek.


"Itu hanya masa lalu, kenapa aku harus memendam nya?"


"Aku tidak menggoda, tapi perempuan itu dulu suka bermain hati"


Eden menyerangai.


Sejenak murat berdiri.


"Sudah siap? kita akan pindah sekarang juga"


ucap Murat tiba-tiba.


"Ya?"


aishe jelas kaget, langsung menatap Murat dengan ekspresi bingung.


"Bukankah disini cukup baik?"


"Sudah tidak sebaik kemarin"


Murat melirik ke arah Eden dan ramira, Kemudian langsung beranjak pergi dari sana.


"Sayang"


ramira ikut berdiri, memanggil Murat dengan cepat.


seketika aishe menoleh ke arah nya, aishe melotot tajam kemudian menggigit bibir bawahnya dengan ekspresi pura-pura marah, satu alis nya naik seketika dua jari tangan nya langsung mengarah ke kedua belah mata nya kemudian langsung dia arahkan ke hadapan gadis itu, ramira jelas menatap nya kesal.


"Kauuu"


secepat kilat Aishe berbalik, mencoba mengejar langkah Murat.


"Sayangggg"


pekik aishe sambil menggoda Murat, cukup disengaja agar ramira menjadi memanas.


"Sayangggg tunggu aku"


Suara Aishe jelas terdengar menjijikkan, sengaja di buat mendayu-dayu agar ramira menjadi semakin gondok.


"Sayanggg kuuuu"

__ADS_1


hahahahahha


Aishe tertawa terbahak-bahak didalam hati sambil terus mengejar langkah Murat.


__ADS_2