
Eden menyunggingkan senyuman nya saat melihat Ailee berada di ujung sana, Tampak berjalan mendekati dirinya, tidak tahu kenapa Eden hanya suka melihat sosok gadis itu yang terus mengusik kehidupan nya beberapa waktu ini, seolah-olah ada chemistry tersendiri saat menatap ailee.
Dia tidak paham perasaan macam apa itu,tapi yang jelas dia begitu menyukai anak itu, membuat dirinya memiliki suasana baru dalam hatinya acapkali dia memandang wajah gadis kecil itu.
Ailee tampak melambaikan tangan nya ke arah Eden saat menyadari dimana posisi laki-laki itu. Dia menemui Eden karena sang Daddy bilang harus bicara dengan dokter Edo sejenak, membiarkan Ailee mengitari mall salah satu Jakarta itu hingga nanti sang Daddy akan menjemput nya.
Saat dia asik berjalan kesana kemari mencoba membeli beberapa keperluan, tiba-tiba Eden yang sering dia sebut paman baik hati itu menghubungi dirinya.
Dan semua nya cukup kebetulan karena Eden juga berada di tempat yang sama seperti dirinya.
"Paman tidak menyangka kamu juga ada disini"
ucap Eden cepat.
"Begitu kebetulan"
Ucap Ailee dengan perasaan senang.
'Baiklah, kita akan tambahkan koleksian buku nya"
ucap Eden sambil menyerahkan sebuah paper bag berisi beberapa buku pada Ailee.
Yang jelas bukan buku biasa untuk Ailee.
"Paman benar-benar kolektor buku-buku ber genre misteri rupanya"
Ailee tertawa senang, setelah mengintip barang-barang seperti apa yang di berikan Eden pada nya.
"Sudah makan?"
Eden bertanya sambil menunjuk ke arah salah satu kafe di sekitaran mereka.
__ADS_1
"Hmm belum"
jawab Ailee cepat.
"Kita bisa menghabiskan waktu untuk makan sebentar, mengobrol sebentar lalu baru pulang"
Eden mencoba untuk membujuk Ailee.
Ailee tampak berfikir beberapa waktu.
"Tapi Akan ada teman ku yang datang"
Jawab Ailee tiba-tiba.
"Bukan masalah"
jawab Eden cepat.
Lalu mereka beranjak menuju ke kafe yang Eden maksud kan.
Hingga akhirnya tanpa sengaja Eden benar-benar melihat wallpaper handphone Ailee, sejenak Eden mengerutkan dahinya, mencoba menatap dengan seksama gambar perempuan yang ada di samping Ailee.
Dia berusaha menyakinkan diri jika perempuan muda itu adalah Aishe, istri Murat.
"Ini siapa?"
pertanyaan itu Meluncur begitu saja dari bibir Aland.
Ailee menoleh ke arah handphone nya.
"Ah ini untie aishe, adik bungsu daddy ku"
__ADS_1
"Siapa?"
Seketika bola mata Eden membulat, dia fikir mungkin telinga nya salah mendengar kan penjelasan.
"Bisa kamu jelaskan ulang?"
"Ini untie ku....paman,dia adik kandung Daddy ku yang bungsu, selama ini berada di Prancis sekolah dan bekerja disana, tapi Daddy ku bilang belakangan pindah kerja ke Indonesia"
Seketika Eden terdiam, menatap bola mata Ailee begitu dalam.
Wow.....!!!
Eden cukup terkejut mendengar satu kenyataan luar biasa.
Sejenak dia menaikkan ujung bibirnya.
ini sangat menarik!.
itu yang Eden fikir kan.
Dia baru tahu jika Murat menikahi gadis Faith Yildiz, dan... bukankah pernikahan ini tidak mungkin tanpa alasan?
Bisa jadi pernikahan ini adalah sebuah kebohongan besar yang Murat sendiri ciptakan.
Tempo hari sebenarnya Eden jelas cukup terkejut jika seorang Murat yang tidak begitu suka dengan perempuan dan kurang mempercayai satu ikatan sakral bisa menikah secepat kemarin, dia jelas lupa untuk mencari tahu soal siapa istri Murat karena terlalu banyak hal yang terpecah di kepala nya belakangan ini.
Tapi hari ini dia benar-benar seakan-akan mendapatkan jakpot besar, mendapatkan satu kunci baru untuk membuat sebuah perkara besar soal perpecahan terbaru antara 2 keluarga.
Sebuah senyuman mengerikan jelas tercetak di balik wajah Eden, lagi-lagi dia mendapat kan celah untuk bergerak.
Patutkah dia tertawa terbahak-bahak saat ini?
__ADS_1
Tidak!
Tunggu setelah kehancuran yang baru kembali menerjang.