
Hari ini Oma khayra datang ke tempat tinggal Bu Rohimah, dirinya sengaja ingin berbicara berdua dengan Bu Rohimah.
" Bu Rohimah maaf, mungkin buat Bu Rohimah saya ikut campur tapi saya hanya ingin bertanya saja? " ujar om khayra membuka pembicaraan.
" Iya Bu Khayra ada apa?." Tanya Bu Rohimah deg-degan takut dirinya ada salah.
" Begini apa ibu membenci ayahnya anak-anak." Tanya om Khayra hati-hati.
Bu Rohimah diam membisu mendengar pertanyaan Oma khayra. Oma khayra yang melihatnya pun tak enak hati dengan pertanyaannya.
" Membenci ayahnya anak-anak, insyaallah tidak Bu Khayra. Saya sama sekali tidak pernah membenci ayahnya anak-anak. Selama kami berumah tangga bang Iwan selalu baik dan tak pernah kasar dengan saya. Karena bang Iwan juga saya bisa hidup lebih baik Bu, saya tak pernah melupakan kebaikan bang Iwan saat ibu saya sakit keras. Bang Iwan membiayai biaya rumah sakit padahal saya tahu saat itu bang Iwan bukan dari keluarga yang berada dan dia juga harus mengirim uang untuk orang tuanya di kampung."
__ADS_1
" Saat ibu saya meninggal dan saya sudah tidak punya siapa-siapa bang Iwan pun langsung mengajak saya menikah dan keluarganya pun menerima saya dengan baik. Dan selama kami menikah ayahnya anak-anak tidak pernah berbuat kasar dengan kami sampai wanita itu datang dan menghancurkan rumah tangga kami.". Cerita Bu Rohimah.
" Alhamdulillah kalau Bu Rohimah tidak ada kebencian karena tidak baik menyimpan kebencian." Ucap oma Khayra.
" Sebenarnya sejak kami pergi dari rumah itu dan tinggal di sini saya tahu kalau bang Iwan suka melihat kami dari jauh. Tak jarang bang Iwan suka memberikan uang ke berapa orang dan menyuruh orang tersebut untuk membeli dagangan saya. Saya nggak tahu sebenarnya apa yang terjadi tapi saya bisa melihat apa yang bang Iwan lakukan terhadap saya. Bukan keinginannya karena saya bisa melihat dari matanya ada penyesalan di sana." Ucap Bu Rohimah.
" Kalau pak Iwan mau menemui ibu Rohimah dan anak-anak apakah Bu Rohimah akan menemuinya." tanya Oma khayra.
" Masya Allah, kalau anak-anak Giman Bu , apa mereka membenci ayahnya?."
" Saya selalu mengajarkan ke mereka kecewa boleh tapi tidak boleh membenci orang. Selama ini mereka saya tanya mereka hanya kecewa saja, tapi untuk wanita itu saya bisa melihat ada kemarahan yang luar biasa." Ucap Bu Rohimah.
__ADS_1
" Baiklah jadi kalau nanti pak Iwan meminta izin untuk menemui Bu Rohimah dan anak-anak jadi saya tahu apa yang harus saya lakukan." Ucap Oma khayra.
Om Khayra juga menceritakan bahwa pak Iwan akan di pindahkan ke Kalimantan tepatnya ke kampung halaman pak Iwan. Dan om Khayra juga menceritakan semenjak Bu Rohimah pergi, ibunya pak Iwan pun tidak lagi mendapatkan kiriman uang karena ATM pak Iwan di pegang wanita itu. "
" Astaghfirullahaladzim...." Bu Rohimah kaget. " Kalau bang Iwan nggak mengirimkan emak uang terus emak makannya gimana?." Kata Bu Rohimah lagi.
" Pak Iwan juga baru tahu makanya minta Atmnya di blokir, Bukannya di sana ada adik -adiknya pak iwan.' tanya Oma khayra.
" Iya tapi mereka juga hidupnya pas-pasan.' jawab Bu Rohimah sedih.
" Mudah-mudahan saja pak Iwan sadar dan bisa lebih baik lagi."
__ADS_1
Setelah mengobrol banyak Oma khayra pun pamit pulang. Setidaknya Oma khayra nantinya bisa mempertemukan mereka dan pak Iwan bisa meminta maaf. Kalau untuk kembali itu urusan mereka.