Rayyan

Rayyan
117. wedding Breeze dan Ghaizan


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun tiba, Breeze sudah di rias dari pagi. Acara akad sendiri akan di Langsung pukul sepuluh pagi di taman hotel milik opa Iqbal kakaknya Oma khayra.


" Masya Allah Zee kamu cantik banget." Puji ayra yang masuk ke kamar tempat Breeze di rias.


" Iya kakak ipar kamu cantik banget pantesan mas Ghaizan bucin abis." Ucap mezzaluna adiknya Ghaizan.


" Apaan sih." Ucap Breeze malu.


Di taman hotel acara akan segera di mulai mempelai laki-laki juga sudah tiba. Rangkaian acara pun berjalan satu persatu sampai akhirnya tiba untuk akad nikah.


Ghaizan sendiri sudah dudukĀ  di hadapan omnya yang sebentar lagi akan menjadi ayah mertuanya.


" Pak Rayyan apakah sudah bisa di mulai " tanya pak penghulu.


" Silahkan pak." Jawab ayah Rayyan.

__ADS_1


" Nak ghaizan apa sudah siap" ghaizan mengangguk. " Silahkan mas Ghaizan di jabat tangan calon mertuanya.


Ghaizan pun menjabat tangan ayah Rayyan walaupun ayah Rayyan omnya sendiri. Tapi tidak membuat ghaizan untuk tidak gugup.


" Rileks aja ghai, awas aja kalau kamu nggak bisa mengucapkan ijab hanya dengan sekali tarikan nafas." Bisik ayah Rayyan yang merasakan tangan keponakannya gemetaran saat menjabat tangannya.


" Silahkan pak Rayyan."


" Bismillahirrahmanirrahim, ananda ghaizan Shah rizqullah al-Fathir bin sakti Pradana al-Fathir saya nikahkan dan saya kawinkan ananda dengan putri kandung saya yang bernama Breeze earlyta putri al-Fathir bin Muhammad Rayyan Shaqeed al-fathir dengan mas kawin perhiasan emas seberat 7o gram, uang tunai satu milyar dan juga satu buah rumah di bayar tunai." Ayah Rayyan langsung menyentak tangan ghaizan.


" Gimana para saksi "


" Sah..." Teriak semua orang.


Ghaizan langsung mengucap syukur karena semuanya berjalan lancar.

__ADS_1


Di dalam kamar breeze yang mengikuti jalannya acara ijab qobul melalu layar monitor yang memang di pasang di sana. Breeze berbahagia dan juga terharu karena Ghaizan bisa mengucapkan ijab qobul dengan lancar.


Breeze pun di tuntun oleh mezzaluna dan juga ayra menuju ke tempat akad berlangsung.


Ghaizan tak bisa menutupi rasa harunya karena bisa mempersunting pujaan hatinya. Ghaizan sekali-kali menghapus air matanya yang jatuh. Sedangkan Breeze yang berjalan sambil tersenyum menuju dimana suaminya berdiri menunggu dirinya.


Begitu sampai di hadapan ghaizan, ayra dan Mezzaluna menyerah Breeze ke Ghaizan. Mereka berdua kembali duduk karena harus menanda tangani berkas dan buku nikah.


Setelah itu ghaizan pun memasangkan Cincin ke jari manis Breeze. Gantian Breeze yang memasangkan cincin ke jari Ghaizan. Kemudian Breeze mencium tangan ghaizan sedang Ghaizan meletakkan tangan di atas kepala Breeze lalu mendoakan baru ghaizan mencium kening Breeze.


Breeze yang melihat suaminya masih meneteskan air matanya. Breeze pun menghapus air matanya sambil memberikan senyuman termanisnya.


Breeze dan Ghaizan pun sungkeman ke kedua orang tua. Baru setengah itu para tamu undangan mengucapkan selamat ke mereka.


Acara resepsi yang akan berlangsung nanti malam sehabis magrib. Makanya ghaizan dan Breeze di minta untuk beristirahat setelah sebelumnya sepasang pengantin menikmati makan siang.

__ADS_1


Breeze sudah duluan ke kamar pengantin yang sudah di siapkan. Sedangkan Ghaizan lebih dulu shalat Dzuhur di masjid hotel baru dia menyusul istrinya di kamar.


__ADS_2