Rayyan

Rayyan
57. keseruan sore


__ADS_3

" Coba kamu telpon kakek dan neneknya Syera biar dia lebih tenang." Ucap Mommy khayra sebelum keluar dari kamar anaknya.


" Sayang kamu mau menelpon kakek dan nenek." Tanya Rayyan.


Syera pun mengangguk.


Rayyan pun segera menelpon mereka lalu memberikan telponnya ke sang istri. Hampir setengah jam Syera bertelepon dengan kakek dan neneknya. Setelah itu baru Syera mau makan dan meminum obat.


" Gimana sudah tenang?." Tanya Rayyan setelah istrinya mematikan sambungan telponnya.


Syera mengangguk.


" Sekarang makan dulu setelah itu minum obatnya. Ingat ada dua nyawa di dalam perut kamu yang butuh asupan nutrisi dari kamu." Ucap Rayyan lembut.


" Maaf." lirih Syera.


Rayyan mengangguk dan mulai menyuapi istrinya makan dan meminum obatnya.


Setelah memastikan istrinya sudah tertidur Rayyan pun mengambil laptopnya. Lalu berjalan ke sofa, dia membuka laptopnya dan mulai mengecek pekerjaannya yang di kirim oleh Faisal asisten, sahabat dan orang kepercayaan Rayyan.


Saking sibuknya Rayyan mengerjakan pekerjaannya sampai dia lupa waktu. Rayyan kaget saat jam menunjukkan pukul setengah dua siang. Rayyan pun bergegas untuk menutup laptopnya. Dan beranjak dari duduknya untuk membangunkan sang istri.


Ternyata saat Rayyan sampai di tempat tidur Syera membuka matanya.


" Sayang sudah setengah dua, yuk bangun kita shalat dulu." Ucap Rayyan membantu istrinya bangun dan menuntunnya ke kamar mandi.


Selesai shalat Rayyan membantu merapihkan peralatan shalat istrinya. Setelah itu dia keluar dari kamar menuju ke dapur untuk mengambil makan siangnya.


" Bi tolong siapin makan siang buat saya dan Syera ya." Ucap Rayyan ke ART.


' Baik mas, mau makan di meja makan atau mau di bawakan ke kamar." Tanya ART.


" Mau makan di kamar bi, Tapi di siapin aja biar saya yang bawa." Ucap Rayyan.


" Oh iya bi, kok sepi." Tanya Rayyan karena tak melihat Mommy juga adiknya beserta para keponakannya.


" Oh Bu Khayra pergi bersama mbak Fira juga dengan anak-anaknya ke panti." Ucap ART.

__ADS_1


" Oh..."


Rayyan tak heran kalau Mommy nya membawa cucunya ke panti. Mungkin ketiga cucunya yang lain juga kalau mereka tidak sekolah. Mereka sudah di pastikan juga akan ikut Mommy nya ke panti.


Dari jaman dirinya kecil dia juga selalu dia bawa ke panti setiap ada kesempatan bersama saudara-saudaranya yang lain. Kebiasaan itu di mulai dari Oma dan opanya bahkan dari jaman orang tua Oma dan opa nya.


Dalam kesempatan itu mereka mengajarkan kepada kami. Bahwa masih ada teman-teman seumur kami yang kurang beruntung. Mereka sudah tak punya orang tua mereka yatim piatu, bahkan ada dari mereka yang sama sekali tidak tahu mereka punya orang tua atau tidak. Dan yang paling parah ada dari mereka yang sengaja di buang oleh orang tuanya.


Makanya Mommy dan Deddy nya akan marah kalau kami sampai meributkan harta. Karena Mommy dan Deddy nya sudah membagikannya dengan rata. Bahkan dengan kedua kakak angkatnya pun mendapat bagiannya.


" Sayang kita makan siang dulu yu, sudah telat kita pasti anak-anak kita di dalam perut kamu pasti sudah protes." Ucap Rayyan.


" Bukan protes lagi bang tapi sudah demo dan membuat rusuh." kekeh Syera yang memang sudah kelaparan.


" Ya sudah buka mulutnya Abang suapin." Ucap Rayyan.


" Sye makan sendiri, Abang makan sendiri."


" Ya sudah Abang juga sudah lapar banget." Rayyan pun memberikan piring yang dia pegang ke istrinya.


" Abang, abang yakin nggak mau tahu jenis kelamin anak kita." Tanya Syera.


Rayyan menggeleng " Biar menjadi surprise buat kita sayang. Yang jelas mau anak kita nanti laki-laki atau perempuan nggak masalah."


" Tapi kan kalau kita tahu jenis kelaminnya kita bisa nyiapin nama buat mereka." Ujar Syera.


" Gampang tinggal siapin aja nama laki-laki dan nama perempuan."


" Tapi Sye pingin tahu bang."


" Sabar dua bulan lagi kita bakal bertemu dengan mereka semua. Yang terpenting saat ini mereka sehat di dalam sini." Ucap Rayyan sambil mengelus perut Syera yang buncit.


" Iya bang Sye sudah pengen mengendong mereka, Terkadang Sye kalau melihat Fira bermain dengan ke empat anaknya. Sye suka ngebayangin kalau Sye nanti bermain dengan anak-anak Sye. Pasti sangat menyenangkan, kan jadi nggak sabaran." Kekeh Syera.


Rayyan hanya tersenyum, dirinya sana dengan sang istri yang sebenarnya juga sudah ingin bermain dengan mereka.


Sore harinya Rayyan mengajak Syera untuk bersantai di halaman belakang. Mereka tidak hanya berdua tapi ada Oma dan opa, Mommy khayra, Zafira juga ke empat anaknya Zafira.

__ADS_1


Meraka mengobrol sambil melihat Andra yang heboh bermain di Playground yang memang sudah ada zaman Rayyan kecil. Hanya mainannya saja yang di ganti baru.


" Mommy nggak ngebayangin nanti kalau Ayra, Arfan dan Arqan kalau sudah seumuran Andra. Ditambah nanti anak Ray sama Syera kalau sudah lahir dan sudah bisa berjalan. Pasti akan ramai dan terjadi kehebohan di rumah ini." Ujar Mommy khayra.


" Belum ketiga cucu Mommy yang lainnya." Ucap Zafira.


" Sakha nggak mungkin bakal heboh karena mirip Abi nya yang pendiam. Mungkin kalau Shanum dan Ghazan heboh karena bakal di pusingin oleh adik-adiknya." Seru Mom.


" Fira nggak bisa ngebayangin kalau Shanum akan ngomel kalau adik-adiknya tak bisa diam." ucap Zafira yang melihat makin ke sini keponakannya makin cerewet.


" Iya Sha kenapa ya jadi cerewet padahal kan kak Dania pendiam." tanya Rayyan.


" Shanum kaya kamu fir." jawab Opa.


" Hahaha... Tapi nggak apa-apa Opa! Coba Opa bayangin ya apa jadinya keluarga kak Dania kalau Shanum nggak cerewet. Pasti rumah kak Dania sepi sesepi hati mas Zafran yang jomblo." kekeh Zafira.


Semua tertawa mendengar Zafira mengejek kembarannya yang masih jomblo.


" Wah...wah bagus ya pada kumpul di sini ternyata! kayanya seru yang gibahin orang yang orangnya nggak ada di sini." Ucap Zafran yang kesal mendengar kembarannya mengejek dirinya.


Zafran yang kesal langsung duduk di samping Mommy nya dan langsung memeluk sang Mommy.


" Eh awas jangan peluk-peluk Mommy, Mommy itu cuma punya Deddy seorang." Deddy Gibran yang baru datang langsung menyuruh anaknya untuk menjauh dari istrinya.


" Deddy ganggu aja deh sih, Kalian tuh ngeselin deh." Zafran langsung manyun.


" Eh tunggu mas Zafran dan Deddy kok sudah pulang terus suami aku mana?." Tanya Zafira.


" Cari mama baru." Celetuk Zafran yang membalas adiknya itu.


" Aku di sini sayang." Ucap Bagas yang baru saja masuk karena dia harus mencuci tangan dan kakinya terlebih dahulu. Setelah itu Bagas langsung menghampiri ke tiga anaknya yang berada di stroller.


" Hahaha... kasihan bukan istrinya lebih dulu di samperin tapi anak-anak dulu." Ledek Zafran.


" Biarin." jawab Zafira kesal.


Sore itu suasana ramai karena semua sudah berkumpul di rumah.

__ADS_1


__ADS_2