Rayyan

Rayyan
124. pindah ke Bandung


__ADS_3

Ghaizan dan breeze pun berangkat ke Bandung dengan mobil range Rover milik Breeze. Karena mobil Ghaizan sendiri memang sengaja dia tinggal di Bandung.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Ghaizan, Oma dan opa juga dengan yang lainnya. Ghaizan mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga al-Fathir. Tapi sebelumnya mereka mampir terlebih dahulu ke pesantren untuk berpamitan dengan kakek dan nenek buyut dan juga mampir ke kakek dan neneknya Ghaizan dari sang mama.


Mereka pun sampai di Bandung habis magrib dan sebelum sampai ke rumah dinas Ghaizan. Mereka terlebih dahulu mampir untuk makan malam dan juga berbelanja kebutuhan sehari-hari.


Mereka pun sampai di rumah dinas dan Ghaizan langsung menyuruh Breeze untuk masuk. Ghaizan membuka pintu lalu menyalakan lampu rumah karena sebelumnya hanya lampu luar saja yang nyala.


Breeze masuk ke dalam dan langsung berkeliling rumah. Rumah dengan dua kamar, satu kamar mandi, ruang tamu, ruang tv, ruang makan, dapur dan ada halaman belakang yang juga jadi tempat jemuran. Breeze cukup nyaman dengan suasana rumahnya walaupun rumahnya tidak besar.


" Gimana sayang? Maaf sayang kalau rumahnya kecil." Ucap Ghaizan.


" Cukup nyaman kok mas, kalau halaman depan sama halaman belakang kalau aku tanami tanaman bunga atau tanaman yang lain biar tanah kosong yang adadi depan dan belakang pasti bakal lebih indah." Tanya Breeze.


" Boleh sayang, mas tinggal ngangkat barang-barang dulu."


" Aku bantu ya mas."

__ADS_1


" Nggak usah sayang lebih baik kamu masak air terus bikin aku kopi."


Breeze pun pergi ke dapur untuk membuatkan suaminya kopi. Sampai dapur Breeze pun langsung mencari teko untuk masak air. Menunggu air mendidih Breeze pun mengeledah dapur untuk melihat ada barang-barang apa saja dan juga mulai menyusun agar dirinya gampang mencari nantinya.


" Yang ini belanjaan yang kita beli tadi." Ucap Ghaizan sambil menaruh kantung-kantung belanjaan yang mereka beli tadi.


Setelah membuatkan kopi untuk suaminya Breeze pun langsung membereskan belanjaan. Dan berlanjut dengan membereskan barang-barangnya yang dia bawa.


****


Sampai di California mereka langsung menuju apartemen yang akan Arkha dan Argha tinggalin selama kuliah di sana.


" Bang Arkha, bang Argha kampus Abang dekat dari sini." Tanya Saralee.


" Iya dekat nggak jauh hanya lima belas menit jalan kaki." Jawab Arkha.


" Berarti dekat dong, nanti sara mau kuliah di sini aja ah."

__ADS_1


" Nggak boleh." Ucap ayah Rayyan singkat.


" Kenapa nggak boleh yah?." Tanya Saralee.


" Kamu pakai nanya dek? Ayah bisa kebakaran jenggot jauh dari kamu." Jawab Argha.


" Ayah pilih kasih." Rengek Saralee.


" Sayang kalau nanti kamu kuliah kedua Abang kamu sudah lulus, dan ayah nggak akan izinin kamu tinggal jauh sendirian kecuali ayah juga ikut pindah ke sini juga." Ucap ayah Rayyan.


Bunda Syera hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang sangat protektif terhadap putri bungsunya. Sedangkan Saralee langsung memanyunkan bibirnya karena ayahnya langsung menentang.


" Sayang maksud ayah kamu kan anak perempuan dan kamu tanggung jawab ayah. Bukannya ayah melarang tapi kalau nanti terjadi sesuatu sama kamu ayah pasti sangat menyesal." Ucap bunda Syera memberi pengertian.


" Tapi….."


" Pasti kamu mau ngomong kok yang lain boleh gitu." Tanya Arkha dan Saralee mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2