Rayyan

Rayyan
130. pingsan


__ADS_3

Setelah berbicara berdua mereka pun berangkat menuju lapangan batalyon. Setelah upacara pelepasan dan para prajurit berpamitan dengan keluarga. Lalu mereka masuk ke mobil yang membawa mereka menuju ke bandara.


Breeze memeluk bundanya begitu barisan mobil meninggalkan batalyon.


" Yuk sayang kita pulang." Ajak bunda Syera.


Breeze mengangguk.


" Zee..." Teriak bunda Syera.


Bunda Syera panik karena tiba-tiba anaknya pingsan saat mau di ajak pulang.


Ayah Rayyan yang melihat putri pingsan langsung menggendongnya dan membawa putrinya pulang ke rumah.


Ayah Rayyan pun membawa masuk dan menidurkan Breeze di kamarnya.


" Sye olesin minyak kayu putih." Ucap mama Amara sambil memberikan minyak kayu putih.


Bunda Syera pun langsung mengoleskan minyak kayu putih agar anaknya cepat sadar.


" Ya Allah, sayang kamu kenapa sih?." Ucap bunda syera dengan penuh ke khawatiran.


" Ray, mas sakti sudah telpon dokter dan sebentar lagi dokter akan datang. Kita keluar aja Ray, biar Syera sama Amara saja yang menemani Zee." Ajak papa sakti.

__ADS_1


Ayah Rayyan dan papa sakti pun keluar dari kamar dan bergabung dengan yang lainnya..


Mama Amara dan bunda Syera mengolesi minyak kayu putih di dekat hidung Breeze agar Breeze siuman. Dan benar saja tak lama breeze pun membuka matanya.


" Sayang akhirnya kamu sadar juga." Ucap bunda Syera sambil mengelus pipi Breeze.


Bukan menjawab omongan Bundanya Breeze justru menangis dan tangisannya itu membuat mama Amara dan bunda Syera menjadi panik.


" Sayang kamu kenapa? Apa ada yang sakit bilang sama bunda." Tanya Bunda Syera panik.


" Iya sayang kamu bilang sama kami." Timpal mama Amara yang juga tak kalah panik.


Breeze masih nggak mau ngomong malah makin menangis.


" Hiks.... Hiks.... Zee nggak tahu kenapa! Zee cuma pingin nangis aja." Ucap Breeze sambil sambil menangis.


" Tapi badan kamu ada yang sakit nggak soalnya kamu tadi pingsan." Breeze menggeleng.


Ceklek


Pintu kamar di buka ternyata ayah Rayyan yang datang bersama dengan dokter.


" Silahkan dok?." Ayah Rayyan mempersilahkan untuk dokter memeriksa Breeze.

__ADS_1


" Selamat siang kita periksa dulu ya." Ucap dokter yang izin untuk memeriksa Breeze.


Mama Amara dan bunda Syera pun menyingkirkan memberikan ruang untuk dokter memeriksa Breeze.


Dokter pun mulai memeriksa Breeze.


" Mbak Breeze kapan terakhir datang bulan?" Tanya dokter.


Breeze pun berpikir sejenak." Harusnya sih Minggu kemarin saya harusnya sudah datang bulan. Eh... Tunggu dok, bulan kemarin saya juga belum dapat bulan." Ucap Breeze yang baru mengingat kalau bulan kemarin dirinya belum datang bulan.


" Kalau menurut saya sih mbak Breeze sedang hamil, tapi karena saya bukan dokter kandungan jadi lebih baik kalau langsung memeriksakan diri ke dokter kandungan atau periksa testpack dulu." Ucap dokter.


" Jadi anak saya hamil dok." Ucap bunda Syera meyakinkan apa yang di bilang oleh dokter.


" Kalau menurut saya sih iya, kalau begitu saya pamit dulu ya." Pamit dokter.


Sepeninggalan dokter mama Amara dan bunda Syera pun langsung memeluk Breeze. Dan kedua calon Oma itu sangat bahagia.


" Mama... Bunda...., Kan belum pasti masih harus di periksa ke dokter kandungan." Ucap breeze yang masih belum yakin.


" Ya sudah nanti sore kita ke rumah sakit buat periksa." Ucap bunda Syera.


" Sekarang ada yang mau kamu makan nggak biar mama buatin." Breeze menggeleng.

__ADS_1


" Ya sudah kamu istirahat aja dulu." Kedua calon Oma itu pun keluar dari kamar Breeze


__ADS_2