
Maaf ya kemarin ada kesalahan orang tua Breeze.🙏🙏🙏
*****
Di Amerika kedua kembaran Breeze yang mendapatkan kabar kalau kembaran mereka sudah melahirkan putra kembar langsung menghubungi ayahnya karena mereka tahu ayahnya sedang berada dengan kembarannya.
" Sayang ini kembaran kamu mau bicara sama kamu." Ucap ayah Rayyan memberikan ponselnya.
Breeze pun mengambil ponsel ayahnya dan langsung melihat wajah kedua kembarannya di layar ponsel milik ayahnya.
" Assalamualaikum..." Sapa Breeze ke kedua kembarannya.
" Walaikum salam, selamat ya Zee sudah menjadi seorang ibu." Ucap mereka.
" Mas Ghaizan masih tugas di papua Zee." Tanya Arkha.
Breeze pun mengarahkan ponselnya ke sang suami .
" Hai gha, kha..." Sapa Ghaizan.
__ADS_1
" Hai juga mas, selamat ya mas sekarang sudah jadi seorang ayah."
" Terima kasih."
" Oh iya kita mau lihat keponakan kita." Ghaizan pun mengarahkan ponselnya ke kedua putranya yang sedang terlelap di box nya.
" Ya Allah gantengnya keponakan kita. " Seru mereka berdua.
" Udah ada namanya buat mereka mas." Tanya Arkha.
" Yang ini Barra Malik Mudzaffar al-Fathir, dan adiknya Barry Malik Mudzaffar al-Fathir." Jawab Ghaizan.
" Hai barra... Barry kenalin ini uncle Arkha, nanti kalau uncle pulang kita main bola bareng ya." Ucap Arkha yang mengajak ngomong dua baby yang sedang terlelap tidur dan sama sekali tidak terusik.
Karena sudah malam Ghaizan pun meminta kedua orang tua dan juga kedua mertuanya untuk pulang. Dan dia yang akan menjaga istrinya.
****
Keesokan harinya Mama Amara, bunda Syera, Papa Sakti dan ayah Rayyan pagi-pagi sudah berada di rumah sakit kembali. Mereka membawakan Ghaizan sarapan dan juga baju ganti.
__ADS_1
Kedua orang yang baru saja menjadi Oma langsung saja masing-masing menggendong cucu mereka. Beruntung mereka di berikan cucu kembar jadi mereka nggak harus berebut.
Walaupun nantinya mereka akan tinggal terpisah karena kedua cucunya akan tetap tinggal di Bandung dengan kedua orang tuanya.
" Sayang ASI kamu gimana sudah lancar?." Tanya bunda Syera
" Alhamdulillah sudah mah, cuma ampun mereka berdua nyusunya kuat banget." Adu Breeze.
" Namanya juga anak cowok sayang! Yang terpenting mereka sehat ." Ujar bunda Syera
Menjelang siang Ghaizan pamit dulu karena dia harus ke kantor.
Dan menjelang sore rombongan keluarganya dari Jakarta datang untuk menjenguk Breeze dan putra kembarnya. Ruangan rawat Breeze mendadak jadi ramai semua gemas dengan kedua baby tersebut.
" Untungnya kamu pas lahiran pas banget Ghaizan pulang! Aku dulu lahiran suami aku lagi tugas keluar kota buat nangkap penjahat. Kamu bisa kebayang perasaan aku! Di satu sisi aku was-was karena mau lahiran tapi aku juga was-was takut suami aku kenapa-kenapa. Pokoknya rasanya saat itu ngeselin." Ucap Shanum yang suaminya juga sama seorang abdi negara. Cuma Breeze suaminya seorang tentara angkatan darat sedangkan Shanum suaminya seorang polisi.
Breeze tertawa mendengar curhatan kakak sepupunya.
" Hahaha... Mbak Shanum khawatir mikirin mas Bayu! Bukannya dulu kesal banget saat Opa nyuruh mbak Shanum nikah dengan mas Bayu." Goda Breeze dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari kakak sepupunya itu.
__ADS_1
Breeze bahagia sekarang kakak sepupunya ini sangat bucin sama suaminya. Awalnya benci banget di suruh nikah dengan suaminya dan sekarang kakak sepupunya paling kesal kalau suaminya dapat tugas jauh.
Kini kakak sepupunya itu sudah di karuniai tiga orang anak dua laki-laki dan satu perempuan. Dan anak perempuannya menjadi musuhnya mbak Shanum karena kalau mas Bayu ada di rumah. Anak perempuannya tak mengizinkan ayahnya untuk dekat-dekat dengan sang bunda. Dan itu membuat mbak Shanum suka kesal sama putrinya.