
Kedua putra ayah Rayyan pun pergi ke rumah om nya untuk meminta maaf ke kembaran mereka berdua.
Mama Amara yang sedang memasak untuk makan malam di buat kaget karena menantunya pulang sambil menangis.
" Sayang kamu kenapa?." Tanya mama Amara yang langsung menghampiri Breeze yang duduk di ruang tv sambil menangis.
" Arkha sama Argha jahat nggak mau peluk Zee." Ucap Breeze sambil terisak.
Mama Amara yang mendengar ucapan menantunya bingung.
" Sayang kenapa kamu menangis, gimana mereka mau meluk kamu kan mereka ja...."
Belum selesai mama Amara berbicara Amara mendengar ada yang memberi salam. Setelah tahu siapa yang memberi salam, akhirnya mama Amara mengerti ternyata memang kedua kembaran menantunya yang sudah membuat menantunya menangis.
" Assalamualaikum Tan." Argha dan Arkha mencium tangan Tantenya.
" Walaikum salam, kalian kapan sampai."
__ADS_1
" Baru Tante."
" Ya sudah Tante mau lanjut memasak, kalian silahkan berjuang untuk membujuk menantu kesayangan Tante." Ucap mama Amara yang pergi dari sana untuk kembali ke dapur.
Dengan segala bujuk rayuan akhirnya Arkha dan Argha bisa membujuk kembarannya.
***
Setelah makan malam Argha dan Arkha bercerita ke semua keluarganya tentang Katya, Nindya dan pak Bisma. Mereka semua ikut sedih dengan musibah yang menimpah keluarga pak Bisma. Dan mereka setuju kalau kedua putrinya pak Bisma untuk sementara tinggal di kediaman keluarga al-fathir.
" Ay, kamu bukannya yang membantu dokter Tristan yang menangani putra pak Bisma." Tanya Oma khayra.
" Bagaimana kondisinya?." Tanya Oma lagi.
" Alhamdulillah Oma, kondisinya sudah lebih baik. Tapi masih belum tahu kapan pasien akan sadar." Jelas Ayra.
Oma khayra hanya mengangguk-angguk saja.
__ADS_1
Keesokan harinya Oma khayra, opa Gibran, bunda Syera, Arkha dan Argha datang ke rumah sakit untuk menjenguk putranya pak Bisma. Juga sekalian untuk menjemput kedua putrinya untuk tinggal dengan mereka.
Opa Gibran meminta untuk pak Bisma fokus saja pada kesembuhan sang putra. Dan meminta pak Bisma untuk tidak memikirkan pekerjaan.
Setelah berbincang sebentar dengan pak Bisma akhirnya mereka pun pamit pulang. Katya dan Nindya pun ikut dengan mereka ke kediaman keluarga al-Fathir.
Sampai di kediaman keluarga al-Fathir, Katya dan Nindya di minta untuk beristirahat di kamar tamu.
Saat makan malam Oma khayra memperkenalkan Katya dan Nindya ke seluruh anggota keluarga yang ada. Beruntung Katya dan Nindya tipe anak gampang beradaptasi jadi mereka bisa langsung berbaur dengan yang lain.
Terutama Breeze, Breeze Sangat suka dengan keduanya dan mereka langsung akrab.
****
Dua Minggu tinggal di kediaman keluarga al-Fathir kini kedua sudah kembali ke apartemen orang tua mereka. Adik mereka yang bernama Fabian sudah sadar dari komanya. Dan sudah diizinkan untuk pulang ke rumah walaupun masih harus bolak-balik untuk kontrol.
Hari di kediaman keluarga al-Fathir sangat ramai, banyak tamu undangan yang hadir untuk acara tujuh bulan usia kandungan Breeze. Awalnya Breeze tidak ingin mengadakan acara tujuh bulanan yang besar cukup pengajian saja. Di tambah suaminya sedang tidak ada di sini, sedang bertugas jauh.
__ADS_1
Tapi karena calon anaknya merupakan cucu pertama bagi kedua keluarga. Jadi mau nggak mau Breeze pun mengikuti keinginan keluarganya.
Banyak tamu undangan yang datang untuk memberikan ucapan selamat ke Breeze. Dan juga mendoakan agar di berikan kelancaran dalam melahirkan buah hatinya nanti