Rayyan

Rayyan
125. Kenalan dengan tetangga


__ADS_3

Bunda Syera hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat suaminya yang sangat protektif terhadap putri bungsunya. Sedangkan Saralee langsung memanyunkan bibirnya karena ayahnya langsung menentang.


" Sayang maksud ayah kamu kan anak perempuan dan kamu tanggung jawab ayah. Bukannya ayah melarang tapi kalau nanti terjadi sesuatu sama kamu ayah pasti sangat menyesal." Ucap bunda Syera memberi pengertian.


" Tapi….."


" Pasti kamu mau ngomong kok yang lain boleh gitu." Tanya Arkha dan Saralee mengangguk.


" Kenapa perempuan yang lainnya di keluarga kita boleh kuliah di luar negeri. Ya karena pasti ada laki-laki di keluarga kita yang barengan kuliah di sana makanya di izinin." Jelas Arkha.


" Biar pun ada temannya ayah nggak akan izinkan karena ayah nggak mau jauh dari sara." Jawab ayah Rayyan tegas dan tak mau di bantah.


" Kamu nggak kasihan ninggalin bunda kalau kamu kuliah jauh." Ucap bunda Syera pura-pura bersedih karena bunda Syera tahu kalau putri bungsunya paling nggak bisa melihat bundanya sedih.


Dan benar saja taktik bunda Syera berhasil.


" Iya deh Bun, sara nanti kuliahnya di kampus milik keluarga kita aja jadi bunda jangan sedih." Ucap Saralee sambil memeluk bundanya.


******


Menjelang adzan subuh Breeze bangun dari tidurnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Selesai mandi Breeze pun langsung membangunkan suaminya.


" Mas... Bangun mas sudah mau adzan subuh loh."


Dengan malas Ghaizan pun membuka matanya malas dan masih betah dengan kasurnya.

__ADS_1


" Ayo mas bangun nanti ke buru adzan emang mas nggak mau shalat di masjid." Ucap breeze lagi sambil menatap tajam ke suaminya.


Ghaizan pun bangun dan beranjak ke kamar mandi tapi sebelumnya pergi ke kamar mandi Ghaizan masih sempat-sempatnya mencuri ciuman di bibir istrinya.


Selesai mandi dan sudah rapi  Ghaizan pun pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Sedangkan Breeze Shalat di rumah dan selesai shalat Breeze memilih untuk bersih-bersih rumah. Setelah rumah sudah bersih Breeze pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Breeze pun memilih untuk membuat nasi goreng untuk sarapan mereka berdua.


Breeze mulai mengeluarkan bahan-bahan yang dia butuhkan untuk membuat nasi goreng dari kulkas. Setelah menyiapkan bahan dan bumbu, Breeze pun mulai memasak nasi goreng.


Beruntung dirinya dari kecil sudah di ajarkan untuk bisa masak. Jadi membuat nasi goreng hal yang sangat mudah buat Breeze.


Setelah sarapan sudah siap dan suaminya belum juga pulang dari masjid. Breeze pun memilih untuk menyapu halaman depan.


Saat sedang menyapu halaman Breeze melihat ada dua ibu-ibu yang lewat depan rumahnya.


" Selamat pagi bu.' sapa Breeze sopan.


" Iya Bu, kenalkan saya Breeze tapi biasa di panggil Zee." Ucap Zee memperkenalkan diri.


" Oh iya Bu Ghaizan, salam kenal nama saya Niken dan orang-orang biasa memanggil saya Bu Soleh karena suami saya namanya Soleh. Kalau rumah saya yang itu Bu Ghaizan kapan-kapan main ke rumah.' ucap Bu Soleh sambil menunjukkan letak rumahnya.


" Kalau saya Sarah biasa di panggil Bu her, rumah saya di samping Bu soleh.'


" Salam kenal senang bisa kenal Bu Soleh dan Bu Heru, insyaallah nanti kalau senggang saya main ke rumah Bu Soleh dan Bu Heru." Seru breeze.


" Oh iya Bu Ghaizan maaf ya  kami mohon pamit karena mau ke tukang sayur. Mungkin Bu Ghaizan mau ikut juga ke tukang sayur." Ajak Bu Soleh.

__ADS_1


' mungkin lain kali bisa bareng ke tukang sayurnya soalnya kemarin sebelum sampai sini belanja dulu."


" Oh ya udah kalau gitu kami permisi dulu, assalamualaikum.'


" Walaikum salam."


Tak lama Ghaizan pun pulang dari masjid.


" Assalamualaikum,'


" Walaikum salam, kok lama mas ke masjidnya." Tanya Breeze.


" Iya tadi habis shalat di ajakin ngobrol dulu. Oh iya sayang kemarin jadi pesan nasi box buat di bagiin."


" Jadi mas nanti siang di anterin, isinya nasi kotak, kue sama sovenir pernikahan kita.' jawab Breeze.


' syukurlah soalnya kan banyak teman-teman mas yang nggak bisa datang."


" Mas kita sarapan yuk aku sudah lapar." Ajak Breeze.


" Kamu memang sudah masak.'


" Sudahlah kalau belum masa ngajak kamu sarapan.'


" Kamu masak apa sayang."

__ADS_1


" Aku cuma buat nasi goreng aja."


Mereka pun sarapan bersama.


__ADS_2