Rayyan

Rayyan
69. Hampir


__ADS_3

Seperti yang sudah Deddy Gibran bilang ke anaknya untuk pulang secepatnya. Rayyan dan Sakti langsung berkoordinasi dengan William tentang sisa pekerjaannya.


Setelah berkoordinasi dengan William, Rayyan dan sang kakak Sakti pun langsung memesan tiket untuk pulang.


Rayyan dan Sakti sengaja pulang tidak bilang dengan orang rumah. Keluar bandara Rayyan dan Sakti langsung naik taksi menuju kediaman keluarga al-Fathir. Mereka sengaja memakai satu taksi karena istri dan anaknya sedang berada di kediaman keluarga al-fathir.


Taksi yang mereka tumpangi pun sampai di kediaman keluarga al-Fathir. Rayyan dan Sakti pun turun setelah membayar taksinya, tukang kebun yang melihat kedatangan majikannya pun langsung menghampiri.


" Mas Ray dan mas Sakti kok pulang naik taksi." tanya pak Bejo tukang kebun keluarga al-fathir.


" Sengaja pak mau kasih kejutan, Istri sama anak saya lagi ada di sini ya pak Bejo " Tanya Sakti.


" Iya mas sudah dari pagi."


" pak Bejo tolong bawa masuk ya kopernya nanti." Ucap Rayyan.


Rayyan dan Sakti masuk ke dalam rumah, Begitu masuk mereka berdua sudah mendengar keriuhan suara penerus keluarga al-fathir yang sepertinya sedang bermain.


" Assalamualaikum...." Ucap Rayyan dan Sakti mengucapkan salam saat memasuki rumah. Sontak semua yang sedang berkumpul di ruang tengah langsung menengok siapa yang datang.


" Walaikum salam."


" Papa..."Teriak Ghaizan yang langsung berlari memeluk papanya.


Sama seperti Ghaizan yang berlari memeluk papanya. Zee juga langsung berteriak minta di gendong oleh ayahnya, Rayyan yang melihat anaknya minta gendong. Rayyan pun langsung menghampiri anak gadisnya dan langsung menggendongnya.


Rayyan memeluk erat Zee apalagi kemarin Zee sempat demam karena kangen dengan dirinya. Dan kini melihat putri cantiknya sudah bisa beraktivitas kembali rasanya bahagia. Tidak seperti kemarin yang mendapat kabar kalau anaknya sakit.


Melihat adik nya di gendong Kedua anak yang lain juga ingin minta di gendong dan membuat Rayyan kebingungan karena tak mungkin menggendong ketiganya.


Syera yang melihat ketiga anaknya berebut minta di gendong sama ayahnya. Dan melihat suaminya kebingungan Akhirnya Syera pun meminta suaminya untuk pergi bersih-bersih dan istirahat karena habis perjalanan jauh.


Setelah di beri pengertian akhirnya mereka membiarkan ayahnya untuk pergi ke kamar untuk mandi dan istirahat.


Karena masih kangen dengan anak-anaknya habis bersih-bersih Rayyan pun kembali turun dan bermain dengan anak-anaknya. Berapa hari tak bertemu dengan mereka rasanya kangen ingin terus memeluk mereka.

__ADS_1


********


Hari ini Syera ada jadwal kuliah pagi jadi dia berangkat dia antar suaminya sekalian suaminya berangkat kerja. Setelah berapa hari tidak masuk karena putrinya sakit.


Sampai kampus Syera pun turun dari mobil suaminya setelah berpamitan. Dan syera berjalan langsung menuju ke kelasnya. Sampai kelas ternyata di kelasnya sudah ada sahabatnya Ilmi dan juga Ayu serta Aretha saudaranya.


" Assalamualaikum..." Sapa Syera ke ketiga teman akrabnya


" Walaikum salam bundanya kembar." Jawab mereka.


" Sye Gimana si cantik sudah sembuh?." Tanya Ayu.


" Alhamdulillah sudah, makanya aku bisa masuk " Jawab Syera.


" Sye tahu nggak di kampus kita ada dosen baru, ganteng banget kamu tahu nggak." Tanya Ayu antusis.


" Nggak tahu." Jawab Syera singkat.


" Gimana sih menantu pemilik kampus nggak tahu kalau ada dosen baru! Sama aja sama Aretha di tanya juga nggak tahu." ucap Ayu sebal.


" Kan suami aku nggak ngurusin urusan kampus, masa aku harus tanya ke mertua aku." Jawab Syera.


" Jangan Sye biar dia usaha sendiri jangan dicomblangi." Timpal Ilmi.


" Ya Allah il jahat amat." Ayu langsung pura-pura ngambek.


Tak lama dosen pun masuk ke kelas, dan dosen tersebut adalah dosen baru yang kini sedang jadi pembicaraan hangat para mahasiswi juga sahabatnya ayu.. Masuknya dosen baru tersebut membuat para kaum hawa di kelasnya Syera heboh. Hanya Syera, Aretha dan Ilmi saja yang tidak ikutan heboh. Karena hanya Syera yang sudah punya suami dan anak sedangkan Ilmi juga sudah di lamar dan dua bulan lagi dia akan menikah. Sedangkan Aretha sendiri memang tak tertarik pacaran.


Dosen itu pun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. ini ketiga kalinya dia mengajar di kelas itu tiba-tiba matanya menatap seorang perempuan yang wajahnya baru dia lihat hari ini.


Berapa detik Andhika terpesona dengan wajah Syera yang cantik dan adem. Kemarin dia melihat dua orang yang menatapnya biasa saja padahal hampir satu kelas kaum hawa tersebut menetap Andhika dengan tatapan memuja.


Kini ada satu orang lagi yang cuek terhadap dirinya.


" Kamu yang pakai baju biru." Ucap Andhika menunjuk ke Syera.

__ADS_1


" Iya pak." Ucap Syera begitu dosen baru itu menunjuk kearahnya.


" Sepertinya saya baru lihat kamu, silahkan perkenalkan nama kamu." pinta Andhika.


" Nama saya Syera Noor saferina." Ucap Syera memperkenalkan diri.


" Syera Noor saferina." Gumam Andhika dalam hati." Nama yang bagus." Gumam Andhika lagi.


" Iya Syera, Saya dosen baru di sini saya harap kedepannya jangan ada yang bolos mata kuliah saya." Ucap Andhika.


Syera hanya mengangguk saja, Tak lama pelajaran pun dimulai.


Andhika yang langsung jatuh hati dengan sosok Syera dan Andhika berencana akan mencari tahu tentang Syera. Andhika juga selalu mencari kesempatan untuk curi pandang.


Selesai mengajar Andhika pun pergi ke ruangan om nya yang merupakan rektor wisindu.


" Om beni sibuk nggak?." Tanya Andhika yang saat itu datang ke ruangan om nya itu.


" Ada apa Ka?." Tanya balik om beni yang melihat keponakannya yang datang menemuinya.


" Om kenal nggak mahasiswi yang bernama Syera Noor saferina." Tanya Andhika setelah dia duduk di kursi yang ada di hadapan om nya itu.


" Memang kenapa dengan mbak Syera?."


" Kayanya Andhika tertarik dengan Syera deh om." Ucap Andhika.


" Lebih baik kamu buang jauh-jauh perasaan itu." Jawab om beni yang kaget keponakannya tertarik dengan menantu pemilik kampus saat ini.


" Kenapa memangnya om?." tanya Andhika yang bingung kenapa om nya melarang.


" Syera itu menantu pak Gibran al-Fathir, istrinya Rayyan al-Fathir." Jelas om beni.


" Astaghfirullahaladzim, untungnya aku tanya om dulu kalau nggak aku mengharapkan istri orang nauzubillah min dzalik." Ucap Andhika yang bersyukur dia bertanya terlebih dahulu ke om nya sebelum dia mendekati Syera.


" Kalau mahasiswi yang bernama Aretha om tahu?." Tanya Andhika lagi.

__ADS_1


" Oh mbak Aretha itu cucu pendiri pesantren Al hikmah, kyai Ibrahim. Kalau kamu tertarik dengannya kamu harus menemui keluarganya karena nggak ada di dalam keluarganya istilah pacaran. Kalau kamu tertarik kamu bilang ke orang tuanya untuk mengajak ta'aruf anaknya." Jelas om beni.


Andhika hanya mengangguk-angguk saja.


__ADS_2