
Dan breeze dengan malas mencoba membuka matanya. Dan melihat kearah jendela melihat cahaya mentari mencoba menerobos masuk ke dalam kamar. Breeze yang merasa mentari seperti sudah meninggi. Breeze pun melihat jam yang berada di atas nakas nya. Dan betapa kagetnya Breeze ternyata sudah jam menunjukkan pukul sebelas siang.
Breeze pun menyingkirkan lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya. Tapi saat mau berdiri Breeze merasakan sakit yang luar biasa di bagian intinya.
" Auwh..." Breeze meringis.
Ghaizan yang terbangun karena tangannya di singkirkan oleh istrinya. Dan saat melihat breeze meringis, Ghaizan pun langsung turun dari ranjang lalu mengangkat tubuh Breeze.
Breeze yang tubuhnya di angkat oleh suaminya hanya bisa membenamkan wajahnya di ceruk leher suaminya karena malu.
Sampai kamar mandi Ghaizan langsung mendudukkan Breeze di atas closet. Setelah itu ghaizan mengisi bathtub dengan air hangat. Begitu sudah penuh Ghaizan pun memberi aromaterapi terlebih dahulu. Baru dia mengangkat tubuh Breeze untuk masuk ke dalam bathtub.
Breeze pun masuk ke dalam bathtub yang sudah di siapkan oleh suaminya. Begitu masuk ke dalam bathtub tubuh Breeze langsung rileks.
" Mas ghai mau ngapain?." Tanya Breeze yang melihat suaminya ikut masuk ke dalam bathtub.
__ADS_1
" Ya mau ikut berendam lah sama kamu." Jawab Ghaizan santai.
" Mas masa berduaan begini." Ucap Breeze sambil menyilangkan tangannya di dada.
Ghaizan tak menjawab pertanyaan istrinya dan itu membuat Breeze sebal sama suaminya.
Mereka berendam tak begitu lama karena adzan Dzuhur sudah berkumandang. Mereka pun melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.
Setelah shalat dzuhur mereka makan siang sekaligus sarapan yang terlewatkan oleh pasangan pengantin baru.
" Maaf ya gara-gara mas kita jadi bangun kesiangan dan nggak sempat menemui mereka." Ucap Ghaizan yang merasa bersalah karena ulahnya yang tidak mau berhenti sehingga mereka baru tidur sehabis subuh.
***
Keesokan harinya sehabis makan siang mereka berdua meninggalkan hotel dan pulang ke kediaman keluarga al-Fathir. Kenapa ke kediaman keluarga al-Fathir? Sebenarnya mau di kediaman keluarga al-Fathir atau rumah orang tua Ghaizan sama saja toh jaraknya hanya tiga rumah saja.
__ADS_1
Mereka sengaja pulang ke kediaman keluarga al-Fathir. Karena besok malam ayah Rayyan dan bunda Syera akan pergi ke Amerika untuk mengantarkan kedua saudara kembarnya Breeze yang akan melanjutkan kuliahnya di sana.
Sebenarnya breeze dan Ghaizan di ajakin untuk ikut sekalian bulan madu. Hanya saja Ghaizan cutinya hanya sebentar jadi mereka nggak ikut.
Sampai di kediaman keluarga al-Fathir bunda Syera dan mama Amara sudah menunggu mereka.
" Assalamualaikum, bunda, mama." Ucap breeze sambil mencium tangan mereka berdua di ikuti oleh suaminya.
" Walaikum salam, akhirnya sampai juga. Ayo Zee kamu ikut kami ada yang mau kami omongan." Bunda Syera dan mama Amara langsung menuntun Breeze menuju ke ruang baca.
Sedangkan Ghaizan menatap sebal sama mama dan mertuanya yang membawa pergi istrinya begitu saja. Akhirnya Ghaizan pun langsung pergi ke kamar istrinya.
Sampai di ruang baca mereka duduk di sofa yang ada di sana. Breeze melihat bunda dan mama mertuanya yang duduk di hadapannya sambil menebak-nebak apa yang akan mereka omongin.
" Zee, kalian kapan pindah ke Bandung?." Tanya Bunda Syera.
__ADS_1
" Insyaallah Kamis siang atau Kamis sore." Jawab Breeze