
Keesokan harinya breeze dan Ghaizan mengantar Ayah dan bunda, kedua kembaran dan juga adik bungsunya Breeze ke bandara. Orang tua Breeze dan adik bungsunya Breeze bertolak ke Amerika untuk mengantarkan kedua kembaran Breeze kuliah di sana.
Breeze dan Ghaizan pun menunggu mereka sampai Keluarga Breeze pesawatnya berangkat. Setelah pesawat milikĀ keluarga al-fathir yang membawa orang tua dan juga saudara kandung Breeze sudah lepas landas. Barulah Breeze dan Ghaizan pulang dan kali ini pulang ke rumah orang tua Ghaizan. Karena mereka akan menginap di sana sebelum besok siang mereka berdua pindah ke Bandung.
Sampai di rumah orang tua Ghaizan mereka pun langsung masuk dan di sambut oleh mama Amara. Mama Amara langsung mengajak menantunya untuk membuat makan siang.
Breeze pun dengan senang hati membantu tantenya yang sekarang sudah menjadi mertuanya.
" Mau masak apa mah?." Tanya Breeze.
" Kita masak SOP iga, bakwan jagung, sama sambel goreng kentang aja." Jawab mama Amara.
Mama Amara dan Breeze langsung memulai masak, Breeze yang memang dari kecil sudah diajarkan memasak oleh bunda dan Omanya sangat senang.
Setelah satu jam berkutat di dapur akhirnya makanan mereka pun jadi. Karena sudah memasuki waktu dzuhur mama Amara mengajak menantunya untuk shalat terlebih dahulu baru mereka makan siang.
Breeze pun langsung naik ke lantai dua menuju kamar suaminya. Tidak susah bagi Breeze mencari keberadaan kamar suaminya karena sudah dari kecil dia sering main ke sini.
__ADS_1
Ceklek
" Kamu sudah siap mau shalat dzuhur mas?." Tanya Breeze saat masuk kamar dan mendapati suaminya sudah rapi memakai baju Koko dan sarung.
" Iya, sudah gih sana kamu siap-siap kita shalat berjamaah." Ucap Ghaizan.
" Kita shalat di mushola aja mas, mama ngajakin shalat berjamaah di musholla." Ghaizan mengangguk.
Breeze pun langsung bersiap-siap untuk shalat berjamaah. Mereka berdua pun turun dan langsung menuju ke musholla yang ada di rumah. Sampai di musholla ternyata sudah ada mama Amara dan asisten rumah tangga.
Habis makan siang mama Amara pamit terlebih dahulu karena mama Amara mau pergi ke pengajian. Sedangkan Breeze dan Ghaizan kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Malam harinya setelah makan malam mereka pun berkumpul di ruang tv.
" Ghai kata mama kamu besok siang kalian balik ke Bandung." Tanya papa sakti.
" Iya pah, Senin Ghaizan sudah masuk kerja dan Breeze juga harus ke kampus buat daftar ulang. Belum lagi kita belum beresin rumah dinas." Jawab Ghaizan.
__ADS_1
" Memang kamu nggak nyuruh orang buat bersihin rumah dinas kamu."
" Ghaizan sudah nyuruh orang pah, perabotan rumah juga sudah Ghaizan beli dan sudah ada di rumah dinas. Cuma kan kemarin Ghaizan hanya menaruh barang asal aja. Jadi biar nanti Zee sendiri yang ngatur tata letaknya sesuai keinginannya." Ucap Ghaizan.
" Kirain kamu mau nyuruh keponakan papa bersihin rumah dinas kamu." Ucap papa sakti.
" Mana tega aku pah, yang papa maksud keponakan papa itu istri aku. Jadi nggak mungkin aku tega nyuruh Zee kerja yang berat." jawab Ghaizan sebal.
sedangkan mama Amara, Breeze dan Mezzaluna hanya tertawa melihat perdebatan bapak dan anak.
" Kalian nggak apa-apa balik ke Bandung berdua saja." Tanya papa sakti.
" Iya." Jawab Ghaizan singkat.
" Ya sudah nanti kami akan menjenguk kalian nanti."
Setelah mengobrol mereka pun kembali ke kamar masing-masing.
__ADS_1