
Di negara lain Argha dan Arkha pun bersiap untuk segera pulang ke Indonesia karena mereka libur kuliah.
" Sudah siap semuanya kha." Tanya Argha kembarannya.
" Sudah semuanya, yuk kita langsung jalan ke bandara."
Mereka berdua pun naik taksi menuju ke bandara, mereka berdua sengaja tidak menggunakan pesawat pribadi. Karena mereka pulang tidak memberitahukan orang rumah makanya mereka berdua memakai pesawat komersil.
Sampai bandara mereka berdua masih harus menunggu pesawat mereka take off setengah jam lagi. Saat menunggu di sebelah Argha dan Arkha ada dua orang anak perempuan berusia sekitar sebelas tahun dan sembilan tahun.
" Kakak orang Indonesia?." Tanya anak perempuan itu yang berusia sebelas tahun.
Argha dan Arkha menatap anak itu heran bagaimana orang itu bisa tahu mereka berdua dari Indonesia.
Anak itu menunjuk ponsel Argha, case ponsel Argha memang bergambar candi Borobudur.
" Kamu tahu ini Indonesia?." Tanya Argha sambil menunjukkan ponselnya.
Kedua anak itu mengangguk.
__ADS_1
" Papa kami orang Indonesia sedangkan mama kami orang Amerika." Jawab anakĀ itu.
" Oh ya, terus kalian mau kemana?." Tanya Arkha.
" Ke Indonesia." Jawab mereka berdua serentak.
" Kalian pergi hanya berdua." Mereka mengangguk.
" Memangnya orang tua kalian kemana?."
" Papa, mama sama adik aku pergi ke Indonesia dua Minggu yang lalu. Kami nggak ikut karena kami harus sekolah. Dan tiga hari yang lalu kami dapat kabar kalau mama dan adik saya kecelakaan. Mama meninggal di tempat sedangkan adik saya masih koma di rumah sakit. Dan kami berdua mau menyusul papa ke sana karena papa nggak mungkin meninggalkan adik saya." Jawab anak itu.
" Selamat sore maaf sebelumnya bisa beralih ke video call saja." Pinta Argha.
Akhirnya panggilan telpon itu berubah ke panggilan video call.
" Selamat sore pak, perkenalkan nama saya Argha dan kembaran saya Arkha. Maaf sebelumnya kata anak bapak bapak orang Indonesia." Bapak kedua anak itu mengangguk.
" Saya dan kembaran saya nggak sengaja bertemu dengan mereka, dan mereka bilang ingin ke Indonesia. kalau tidak keberatan biar mereka bareng kami saya dan nanti saya akan antar ke tempat bapak. Kalau bapak nggak percaya saya akan kirim kartu pengenal saya."
__ADS_1
Argha dan Arkha pun mengirim foto kartu identitas milik mereka berdua.
" Maaf perkenalan nama saya Bisma Aditya, kalau boleh tahu kalian siapanya pak Gibran al-Fathir." Tanya Bisma.
" Memang kenapa ya?."
" Kebetulan saya berkerja di al-Fathir corp Amerika. Saya arsitek di al-Fathir corp, saya di minta untuk menjadi arsitek untuk proyek yang baru."
" Oh ... Salam kenal pak Bisma, kami cucunya Opa Gibran anak dari Rayyan."
" Oh anak dari pak Rayyan."
" Iya pak karena bapak sudah mengenal kami biar kami mengantar kedua anak bapak Sampai di tempat bapak. Jujur kami berdua nggak tega anak seusia mereka terbang jauh hanya berdua saja. Dan kalau boleh tahu pak Bisma ada dimana posisinya."
" Terima kasih, apa nggak merepotkan." Tanya pak Bisma yang khawatir merepotkan anak bos-nya.
" Nggak kok pak."
" Saya di rumah sakit royal Medika."
__ADS_1
Setelah mengetahui alamat dimana pak Bisma berada, panggil video call pun berakhir. Karena mereka juga sudah ada panggilan untuk segera masuk ke dalam pesawat. Beruntung kursi Argha dan Arkha dengan kedua anak perempuan itu yang ternyata bernama Katya dan Nindya tidak berjauhan jadi mereka masih bisa memantau Katya dan Nindya.