
Setelah bersih-bersih Rayyan pun mulai berbicara kepada istrinya tentang anaknya yang sedang menyukai seorang gadis yang merupakan santriwati di pesantren milik kakeknya.
Syera cukup kaget mendengar anaknya menyukai seorang santriwati di pesantren tempatnya dulu menimba ilmu.
" Mas kenapa Argha jadi flashback kaya kita ya!." Ucap bunda Syera.
" Maksudnya?."
" Iya aku kan dulu santriwati di pesantren kakek dulu. Dan sekarang anak kita juga tertarik dengan santriwati di pesantren yang sama juga." Kekeh bunda syera.
Setelah berbicara dengan sang istri, ayah Rayyan mencoba berbicara dengan kedua orang tuanya. Dan juga berbicara dengan putranya, kalau putranya memang benar-benar serius. Maka ayah Rayyan akan membicarakan langsung ke Wahyudi temannya dulu saat dia menuntut ilmu di pesantren.
****
Argha pulang ke rumah setelah shalat berjamaah di masjid pesantren Al-Hikmah. Saat sampai rumah kedua orang tuanya sudah menunggu dirinya di ruang tv.
" Assalamualaikum, ayah... Bunda kok belum tidur " sapa Argha sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
" Walaikum salam, kok malam nak pulangnya." Tanya bunda Syera.
__ADS_1
" Tadi Argha shalat berjamaah dulu di masjid pesantren." Ucap Argha.
" Ayah... Bunda... Argha ke kamar dulu ya " pamit Argha.
" Tunggu dulu nak ayah sama bunda ada yang ingin di tanyakan." Ucap ayah Rayyan yang menahan kepergian putranya .
" Ada apa yah?." Argha menatap ayahnya.
" Nggak! Duduk aja dulu di sini " ucap ayah Rayyan yang menyuruh putranya untuk duduk di dekatnya.
Setelah Argha duduk, ayah Rayyan mulai membuka pembicaraan.
Argha mengangguk.
" Ada perlu apa Gha?." Tanya ayah Rayyan lagi.
" Kangen sama kakek dan nenek buyut, emang nggak boleh." Jawab Argha.
" Oh kangen sama kakek dan nenek buyut toh! Di sana ketemu siapa?." Tanya ayah Rayyan penuh selidik.
__ADS_1
Akhirnya Argha mengerti maksud dan tujuan ayah dan bundanya yang mengajak dirinya berbicara. Dan Argha juga nggak habis pikir ayahnya jadi orang yang begitu kepo.
Argha yakin kalau ayahnya pasti sudah mendengar cerita dari om nya tentang aku yang menanyakan salah satu santriwati di pesantren kakek dan nenek buyutnya.
" Mau ayah langsung melamar kan gadis itu untuk kamu." Tanya ayah Rayyan tanpa basa-basi lagi.
" Ayah kenal loh sama keluarganya." Ucap ayah Rayyan lagi karena anaknya diam saja.
Sedangkan Argha hanya memutar bola mata malas.
" Nak kalau kamu sudah tertarik dan menyukai gadis itu lebih baik nanti malam kamu shalat istikharah terlebih dahulu. Meminta petunjuk yang maha kuasa, apakah gadis itu memang jodoh kamu yang di kirimkan oleh Allah SWT. Nanti kalau kamu sudah yakin dan sudah mempunyai jawabannya. Kamu bisa langsung bilang ke kami, agar kami bisa langsung melamarnya. Karena niat baik memang harus di segerakan." Ucap bunda Syera lembut.
" Iya nak apa yang bunda kamu bilang benar, shalat istikharah dulu agar kamu yakin untuk kedepannya." Timpal ayah Rayyan.
" Iya, nanti Argha akan shalat istikharah meminta petunjuk." Jawab Argha.
" Ya sudah sekarang kamu istirahat aja." Ucap bunda Syera yang menyuruh putranya istirahat.
" Kalau gitu, Argha istirahat dulu." Argha pun pamit untuk pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Argha pun meninggalkan kedua orang tuanya pergi menuju ke kamarnya, karena dia sudah ingin segera istirahat. Karena dia sudah seharian ini Argha melewati hari di pesantren membantu kakek dan nenek buyutnya.