Rayyan

Rayyan
56. Mimpi


__ADS_3

Tak terasa kehamilan Syera sudah memasuki usia tujuh bulan. Di kehamilan tujuh bulan ini Syera juga memutuskan untuk mengambil kuliah online. Karena saat ini Syera sudah mulai susah untuk bergerak. Maklum bayi yang di kandung oleh Syera ternyata kembar dan mereka baru mengetahui saat kandungan Syera masih lima bulan.


Mengapa baru terlihat kalau Syera mengandung bayi kembar. karena bobot calon bayi mereka yang satunya lebih kecil dan tertutup dengan calon bayi satunya lagi.


Dari situ Syera mulai makan yang banyak agar calon bayinya yang satu lagi memiliki berat badan yang sesuai. Tapi dari sana malah berat badan Syera langsung naik drastis.


Makanya Syera memutuskan untuk online karena dia sudah tidak sanggup berjalan jauh dengan membawa perut besarnya.


Rayyan terbangun dari tidurnya karena terganggu dengan suara istrinya yang bergumam. Rayyan melihat istrinya masih menutup mata tapi mengigau tidak jelas bahkan keringat membasahi tubuhnya.


Rayyan meyakini kalau istrinya itu pasti sedang bermimpi buruk. Rayyan pun segera membangunkan istrinya.


" Sayang .... sayang ... bangun." Rayyan terus menepuk pipi sang istri agar bangun.


Syera pun membuka matanya lalu menangis.


Rayyan yang melihat istrinya menangis pun langsung panik dan memeluk istrinya.


" Sayang ada apa ada yang sakit.." Tanya Rayyan panik.


" Abang Sye mimpi buruk..." ucap Syera lirih.


" Sudah ya jangan nangis kasihan anak kita di dalam sini pasti ikut sedih lihat bundanya sedih " ucap Rayyan menangkan istrinya.


" Tapi bang Sye takut dalam mimpi Sye, Sye melihat ada kecelakaan kereta dan kereta terbakar di dalamnya ada kakek dan nenek bang yang tak bisa keluar." Ucap Syera terisak.


" Sayang itu cuma mimpi dan mimpi itu bunga tidur."

__ADS_1


" Tapi itu seram banget bang"


" Kita berdoa saja semoga kakek dan nenek selalu dalam lindungan Allah SWT. Bagaimana kita shalat tahajjud aja biar hati kamu lebih tenang." Ucap Rayyan.


Syera pun mengangguk.


Rayyan membantu istrinya untuk turun dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah itu Rayyan pun membantu istrinya kembali lagi ke ranjang. karena sudah tak kuat berdiri lama jadi Syera pun memutuskan shalat sambil duduk.


" Tunggu Abang dulu ya, Abang mau ambil wudhu dulu." Ucap Rayyan yang berlalu pergi ke kamar mandi.


Setelah itu mereka pun shalat tahajjud berjamaah. Selesai shalat Rayyan pun mengajak istrinya untuk tidur kembali. Tapi Syera takut untuk memejamkan mata kembali. Syera takut kalau mimpinya kembali datang.


Sampai subuh menyambut pun Syera pun tak kunjung memejamkan matanya.


Selesai shalat subuh Syera memutuskan untuk duduk di balkon kamarnya.


" Minum teh nya sayang biar hangat." Ucap Rayyan yang ikut duduk di sampingnya.


" Jangan terlalu di pikiran sayang, Kita hanya bisa berdoa kalau semuanya akan baik-baik saja." Ucap Rayyan lagi yang tahu istrinya masih terus memikirkan mimpinya tadi.


Syera mengangguk lalu memeluk suaminya.


Rayyan memutuskan untuk tidak berangkat kerja karena kondisi istrinya yang tidak baik-baik saja. Malah saat ini istrinya malah demam, dan Rayyan pun langsung menelpon dokter pribadi.


Ceklek


" Ray dokternya sudah datang." Mommy Khayra masuk ke dalam kamar bersama dokter pribadi keluarga al-Fathir.

__ADS_1


" Oh iya, selamat datang dok.'


" Saya periksa dulu ya." ucap dokter.


" Sayang di periksa dokter dulu ya." ucap Rayyan agar istrinya melepas pelukannya. Saat ini Syera tiduran memeluk Rayyan yang duduk sambil menyender di headboard tempat tidur.


Dokter pun mulai memeriksa Syera.


" Apa ada yang di pikirkan saat ini mbak Syera? Karena terlihat sepertinya sedikit stress."


" Semalam dia mimpi buruk dok, dan dia terus saja memikirkan mimpinya itu sampai dia nggak mau memejamkan matanya." jelas Rayyan.


" Baiklah nanti saya kasih resep penurun panas dan juga obat tidur yang aman untuk wanita hamil agar mbak Syera bisa beristirahat." ucap dokter.


" kalau begitu saya permisi dulu dan ini resepnya." Pamit Dokter.


" Terima kasih dok."


Mommy Khayra pun meminta ART nya untuk mengantarkan dokter ke luar.


" Coba kamu telpon kakek dan neneknya Syera biar dia lebih tenang." Ucap Mommy khayra sebelum keluar dari kamar anaknya.


" Sayang kamu mau menelpon kakek dan nenek." Tanya Rayyan.


Syera pun mengangguk.


Rayyan pun segera menelpon mereka lalu memberikan telponnya ke sang istri. Hampir setengah jam Syera bertelepon dengan kakek dan neneknya. Setelah itu baru Syera mau makan dan meminum obat.

__ADS_1


__ADS_2