Rayyan

Rayyan
127. ternyata


__ADS_3

" Nanti jalan jam berapa?." Tanya ghaizan saat mereka sedang sarapan.


" Nanti jam sembilan mas."


" Sama viona kan."


" Iya mas."


" Bawa mobil?." Tanya ghaizan lagi.


" Iya mas,"


" Ya sudah nanti hati-hati ya, jangan lupa nanti kasih kabar ke mas."


" Iya mas."


Ghaizan pun menyelesaikan sarapannya setelah itu pamitan untuk berangkat kerja.


Setelah suaminya berangkat kerja Breeze pun bersih-bersih rumah terlebih dahulu. Setelah semuanya bersih Breeze pun bersiap-siap untuk berangkat ke kampus.


Pukul setengah sembilan viona sudah datang ke rumah. mereka berdua pun berangkat dengan mobil Breeze dan Breeze sendiri yang menyetir mobilnya sendiri.


Mereka berdua pun sampai di universitas Nusantara, setelah memarkirkan mobilnya Breeze dan viona pun berjalan menuju ke gedung tempat daftar ulang. Tapi sebelumnya Breeze mengirim pesan ke suaminya kalau dirinya sudah sampai di kampus.

__ADS_1


Sampai di gedung tempat daftar ulang ternyata banyak yang akan melakukan daftar ulang juga. Setelah menunggu sekitar sejam akhirnya daftar ulang pun selesai. Breeze dan viona pun keluar dari gedung tempat daftar ulang berlangsung.


Mereka berjalan keluar gedung tidak hanya berdua tapi juga dengan teman baru yang mereka kenal tadi. Anggun dan Loni teman baru mereka berdua.


" Anggun dan Loni kamu pulang naik apa?." Tanya Breeze.


" Kami jalan kaki soalnya kosan kami berdua dekat dari kampus." Jawab anggun


" Oh, ya udah bareng aja sampai gerbang kampus kan lumayan jauh jalannya." Ajak Breeze.


Anggun dan Loni saling pandang.


" Udah bareng aja." Seru viona.


" Oh iya, Zee kamu pulang sendirian nggak apa-apa kan, soalnya aku mau ke rumah pelangi." Ucap viona.


" Rumah pelangi, semacam taman baca gitu buat anak-anak jalanan. Tak jarang kami juga mengajar mereka untuk belajar baca dan belajar menulis." Jelas viona.


" Jauh nggak tempatnya." Tanya Breeze lagi.


" Nggak begitu jauh."


" Kalau ke sana kamu sampai jam berapa?."

__ADS_1


" Nggak lama kok paling di sana sekitar sejam atau dua jam gitu." Jawab viona.


" Aku boleh ikut nggak." Tanya Breeze.


" Iya kita juga boleh ikut nggak." Tanya anggun Dan loni.


" Boleh... Boleh banget, tapi Zee kamu izin dulu sama suami kamu." Ucap viona.


" Kamu sudah nikah Zee." Tanya anggun kaget.


" Iya, aku baru nikah dua Minggu yang lalu " jawab Breeze.


" Kalian jangan mikir yang aneh-aneh! Zee nikah bukan karena sebuah insiden. Tapi karena memang sudah jodohnya." Seru viona yang tahu kedua teman barunya berpikir yang nggak-nggak.


" Kamu kenal udah lama sama Zee, Vi." Tanya loni.


" Baru kok, tapi papa aku kenal banget sama suaminya Zee. Papa aku juga dulu masih mudanya pernah jadi ajudan kakeknya suaminya Zee. Dan papa aku cerita tentang keluarga Zee dan suaminya. Dan keluarga mereka itu nggak ada dalam keluarganya yang namanya pacaran. Kalau sudah cocok mereka lebih memilih menikah dari pada pacaran." Jelas viona.


" Maaf ya Zee." Ucap anggun dan Loni yang nggak enak karena berpikir yang nggak -nggak.


" Nggak apa-apa kalian kan belum kenal sama aku jadi wajar kalau kalian berpikir seperti itu."


" Vi, aku telpon suami aku dulu ya." Breeze pun menelpon suaminya minta izin dan di izinkan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan izin dari suaminya, Breeze, viona, anggun, dan Loni pun berangkat ke rumah pelangi. Dan kali ini viona yang nyetir mobil Breeze.


Tapi sebelum sampai di rumah pelangi Breeze meminta viona untuk berhenti ke tempat makan untuk membeli makanan untuk di bawa ke rumah pelangi.


__ADS_2