Rayyan

Rayyan
120. MP


__ADS_3

Breeze yang selesai mandi langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang


Sambil menunggu suaminya kembali. walaupun sebenarnya breeze sudah ngantuk tapi dia nggak enak kalau harus tidur


duluan.


Setelah mengantar temannya sampai lobby hotel. Ghaizan pun langsung menuju ke arah lift dan  masuk ke dalam lift lalu menekan tombol lantai tempat kamarnya berada.


Keluar dari lift langsung menuju ke kamarnya dan Ghaizan pun masuk ke dalam kamarnya. ternyata istrinya sudah tidur akhirnya Ghaizan pun memilih untuk masuk kedalam kancar mandi untuk membersihkan diri.


setelah dua puluh menit Ghaizan pun selesai lalu keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaos oblong dan juga Celana pendek. Ghaizan naik ke atas ranjang merebahkan


badan lalu masuk kedalam selimut. setelah itu ghaizan memeluk istrinya yang tidur membelakanginya. Ghaizan  mencium puncak kepala Istrinya wangi shampo nya


entah mengapa membuat ghaizan seakan Candu ingin terus menghirup wangi aroma shampo nya. sampai ghaizan tanpa sadar sudah mencumbu leher sang istri.


" eugh.. " Breeze yang sudah tidur merasa terganggu karena ada yang mengusik tidurnya.


" Mas..." panggil Breeze dengan suara serak khas bangun tidur.


" ya ." Jawab Ghaizan. " maaf sayang ganggu tidur kamu."

__ADS_1


Breeze Pun berbalik berhadapan dengan Ghaizan.


" Teman mas ghai sudah pulang." tanya Breeze.


Ghaizan mengangguk


Setelah itu mereka pun saling pandang. Dan entah siapa yang mulai tiba-


tiba saja mereka berciuman makin lama Ciuman mereka makin Panas dan tiba-tiba Chaizan menghentikan Ciumannya.


Breeze matanya langsung membulat sempurna Saat suaminya menghentikan ciumannya.


"aku boleh minta hak aku." Tanya ghaizan.


karena memang sudah hak nya.


" kita shalat dulu yuk." ajak ghaizan untuk shalat Sunnah.


Breeze pun mengikuti suaminya untuk Shalat Sunnah.


Selesai shalat Sunnah Breeze mencium tangan Suaminya. Setelah itu breeze membuka mukenanya. saat akan melipat mukenanya tiba-tiba tubuh breeze melayang Dan

__ADS_1


Pelaku itu Ghaizan yang mengendong Breeze ala bridal style menuju ke ranjang.


Ghaizan menjatuhan tubuh Breeze ke atas ranjang dengan hati-hati.


Ghaizan langsung mencium bibir istrinya semakin lama semakin panas. Kini ciuman Ghaizan sudah turun ke leher.


Keduanya larut dalam kegiatan panas mereka sama-sama tidak sadar kalau keduanya kini sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun.


" Sayang boleh ya aku masukin." Izin Ghaizan.


" Iya tapi pelan-pelan ya."


" Iya nanti kalau sakit kamu gigit aja bahu mas. Soalnya aku nggak yakin bisa berhenti kalau sudah mulai." Breeze mengangguk.


Breeze pun menggigit bibir bawahnya dan air matanya lolos. saat milik suami berhasil membobol sesuatu yang berharga yang sudah dia jaga.


Breeze merasakan sakit yang luar biasa tapi makin lama rasa sakitnya menjadi rasa nikmat.


Breeze nggak tahu berapa kali mereka melakukan kegiatan panasnya. Yang Breeze tahu mereka tidur setelah shalat subuh.


Dan breeze dengan malas mencoba membuka matanya. Dan melihat kearah jendela melihat cahaya mentari mencoba menerobos masuk ke dalam kamar. Breeze yang merasa mentari seperti sudah meninggi. Breeze pun melihat jam yang berada di atas nakas nya. Dan betapa kagetnya Breeze ternyata sudah jam menunjukkan pukul sebelas siang.

__ADS_1


Breeze pun menyingkirkan lengan suaminya yang melingkar di pinggangnya. Tapi saat mau berdiri ingin ke kamar mandi,Breeze merasakan sakit yang luar biasa di bagian intinya.


__ADS_2