
" Maaf pak Bisma saya cuma tanya saja karena saya berpikir pasti pak Bisma akan lebih banyak berada di rumah sakit. Dan nggak mungkin Katya dan Nindya juga akan terus berada di rumah sakit. Kalau mereka hanya berdua tinggal di rumah bapak apa nggak kasihan hanya berduaan saja. Bagaimana kalau untuk sementara tinggal di kediaman al-Fathir terlebih dahulu." Ucap Argha.
" Kalau nggak di rumah saya aja, buat temen saya ." Ucap Mezzaluna menawarkan diri.
Pak Bisma tampak berpikir dirinya benar-benar merasa nggak enak dengan keluarga bosnya.
" Begini saja, biar malam ini mereka menemani pak Bisma sambil pak Bisma memikirkannya lagi. Saya akan meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar agar Katya dan Nindya bisa istirahat." Ujar Mezzaluna dan langsung pergi meninggalkan mereka untuk menemui direktur rumah sakit.
Saat berjalan menuju ke ruangan direktur rumah sakit ternyata ada yang memanggil dirinya.
" Mezza..."
Ternyata Tante Khanza dan Ayra yang memanggil ( Ayra memang tidak kembali ke London setelah bisa mengatasi traumanya).
" Ay..., Tante Khanza ." Gumam Mezzaluna sambil menghampiri mereka.
" Kamu ngapain di sini." Tanya Ayra.
Mezzaluna pun menceritakan yang terjadi dan Tante Khanza meminta perawat untuk menyiapkan ruangan VVIP. Setelah itu mereka bertiga pun pergi ke ruang ICU.
__ADS_1
" Aduh...aduh...." Teriak Argha dan Arkha bersamaan karena kupingnya di jewer oleh Tante Khanza bersamaan.
" Kalian kebiasaan kalau pulang selalu nggak bilang-bilang! Udah tahu Bunda kamu tuh kaya gimana?." Omel Tante Khanza.
" Iya... Iya Tante maaf, udah dong Tan! Sakit nih kuping Arkha." Rengek Arkha minta di lepasin jeweran tantenya itu.
" Aduh Tan, tuh tangan atau apa sih sakit banget." Gumam Arkha sambil mengusap kupingnya yang memerah.
" Mau lagi." Keduanya menggeleng.
" Selamat sore pak Bisma, saya sudah meminta perawat untuk menyiapkan kamar untuk kedua putri pak Bisma." Ucap Tante Khanza.
" Oh nggak apa-apa pak Bisma tapi hanya untuk malam ini saja. Karena tidak baik lingkungan rumah sakit untuk mereka jika terlalu lama. Kalau pak Bisma mengizinkan biar mereka tinggal di rumah kami dulu. Agar pak Bisma bisa fokus dengan putra pak Bisma."
Pak Bisma hanya diam saja karena nggak tahu mau ngomong apa.
" Nggak usah banyak mikir pak, kami nggak merasa keberatan kok. "
Akhirnya pak Bisma pasrah mengikuti saran dari keluarga atasannya.
__ADS_1
Argha, Arkha dan Mezzaluna pun akhirnya pamitan ke pak Bisma, Katya dan Nindya.
Mobil Mezzaluna pun akhirnya sampai di kediaman keluarga al-Fathir. Saat ketiganya turun dari mobil, di teras rumah sudah menunggu bumil yang sudah memasang wajah garangnya. Dan tak jauh dari sana sudah ada sang bunda yang juga sudah memasang wajah kesalnya.
" Kemana aja! Kenapa baru sampai! Bukannya sudah dari tiga jam yang lalu." Ketus Breeze.
Kedua kembarannya bukannya menghampiri Breeze, mereka malah jalan melewati Breeze begitu saja. Dan tentunya membuat bumil itu makin kesal.
Sedangkan Arkha dan Argha langsung memeluk sang bunda agar bundanya tidak marah dengan mereka.
" Mas Arkha...., Mas Argha.... Ada oleh-oleh buat sara nggak." Teriak Saralee dari dalam sambil berlari memeluk kedua kakaknya.
" Tentu, ada dong." Ucap Arkha dan Argha yang membalas pelukan adik bungsunya.
" Huuaaa..." Breeze menangis berjalan pulang kembali ke rumah mertuanya.
" Sayang pelan-pelan." Teriak bunda Syera yang panik melihat putrinya berjalan sangat cepat.
" Kalian itu ya! Sana bujuk adik kalian." Ucap bunda Syera yang menyuruh kedua putra untuk meminta maaf ke Breeze.
__ADS_1