
," Ya sudah kita lupakan saja kejadian yang tadi kita lanjut ke tujuan awal."
ucap mommy khayra.
" Ray lebih baik kamu bawa pulang istri kamu dan sekalian bawa Pesanan uli nya pasti tante mu juga sudah menunggu di rumah.." ucap mommy khayra lagi.
" Ya mom, kalau gitu Ray pulang dulu ya." Pamit Rayyan.
" Syera juga pamit ya Mom." ucap Syera.
" Bu Rohimah dan Dewi kami juga pamit ya." Ucap Rayyan dan Syera yang berpamitan ke Bu Rohimah dan Dewi.
" Iya mbak syera dan mas Rayyan., tapi maaf ya mbak Syera Jadi kena tampar karena saya." Bu rohimah meminta maaf karena merasa tak Enak hati
dengan Syera dan Rayyan.
" Oh iya mommy Gimana? Kan kita belum selesai belanjanya juga."
tanya syera yang baru ingat kalau tadi dia sedang menemani Mommy khayra belanja bulanan.
" kamu lupa sayang ini supermarket siapa? Sudah pasti mommy nggak akan kesulitan banyak karyawannya yang ngebantuin." Bukan Mommy Khayra yang menjawab tapi sang suami yang menjawab.
" Ya sudah kalau gitu kita pulang, assalamualaikum." Pamit Rayyan dan Syera.
__ADS_1
" Walaikum salam."
Setelah Syera dan Rayyan pulang,
Mommy khayra berbicara Sebentar dengan pak Sarwan. Setelah itu baru Mommy khayra mengajak bu Rohimah dan Dewi untuk turun ke lantai bawah dimana letak supermarket berada.
Mommy Khayra melanjutkan kembali belanjanya dan kali ini Mommy khayra meminta bantuan karyawan supermarket untuk membantunya.
" Bu Rohimah dan Dewi kalian sekalian
ambil buat keperluan kalian, kalian jangan sungkan." Ucap Mommy Khayra
" Nggak usah Bu." Tolak Bu Rohimah.
" Nggak apa-apa bu, kalau nggak mau saya marah loh."ucap mommy khayra
Setelah berbelanja Mommy Khayra memesankan Taksi online untuk Bu Rohimah dan dewi pulang. Setelah taksi yang di pesan untuk Bu Rohimah dan Dewi datang dan barang belanjaannya juga sudah di masukkan ke dalam mobil. Setelah taksi itu pergi meninggalkan lobby supermarket, baru Mommy Khayra pulang dengan supir.
*****
Pak Iwan benar-benar kehilangan muka di hadapan karyawan dan juga atasannya. Setelah pak Sarwan memintanya untuk pulang dulu, pak Iwan kembali ke ruangannya mengambil tas nya. Baru mengajak helen untuk pulang sepanjang perjalanan pak Iwan hanya diam saja dia benar benar puring memikirkan apa yang akan terjadi di kedepannya. Pak Iwan juga bingung bagaimana bisa istri dan anaknya bisa mengenal keluarga al-fathir.
Lain halnya dengan pak Iwan yang pusing, Helen justru bersikap biasa saja. Dia hanya Sibuk dengan ponselnya dan Seakan lupa apa yang sudah dia
__ADS_1
dilakukan tadi.
Sampai rumah pak iwan langsung masuk ke dalam rumah dan langsung memasuki kamarnya.
Malam harinya Helen baru menyadari kalau pak iwan dari tadi hanya diam saja.
" Kamu kenapa sih dari tadi aku lihatin pusing banget." Tanya helen
Pak Iwan hanya diam saja tak menjawab pertanyaan Helen.
" Sayang kamu kenapa sih." tanya Helen lagi.
" Aku lagi mikirin kejadian tadi." jawab pak Iwan lesu.
" Jangan bilang kamu mikirin istri
kamu itu." tuduh Helen.
" Saya bukan mikirin itu tapi mikirin bagaimana nasib saya kedepannya. Setelah kamu membuat keributan tadi." jelas pak iwan.
" Santai aja sih kamu kan manajer di sana pasti dengan mudah ngurusin itu semua." jawab Helen santai dan itu membuat pak Iwan kesal.
" Kamu tahu nggak siapa Bu yang kamu bilang nggak usah ikut campur? Dan kamu tahu siapa wanita yang kamu tampar?." ucap pak Iwan dengan nada tinggi.
__ADS_1
" mana tahu dan nggak mau tahu."
Pak Iwan mendengar jawaban Helen makin di buat geram dan dengan dirasukin rasa marah pak Iwan langsung menghampiri Helen. Dan langsung mencengkeram dagu Helen kuat dan dengan mata yang menatap Helen tajam.