Rayyan

Rayyan
128. anggun


__ADS_3

Di tengah perjalanan Breeze meminta berhenti di sebuah tempat penjualan makanan cepat saji.


" Vi, biasanya anak-anak yang datang berapa orang." Tanya Breeze..


" Biasanya paling banyak sekitar dua puluhan gitu." Jawab viona.


" Kita pesan makanan dulu yuk." Ajak Breeze.


Mereka pun masuk ke dalam dan memesan makanan.


" Selamat siang, selamat datang mau pesan apa?." Tanya pegawai restoran cepat saji.


" Mbak saya mau pesan paket yang nasi, ayam dan minum sekitar lima puluh paket."


" Lima puluh paket ya mbak, tapi nunggu agak lama nggak apa-apa kan soalnya kan harus di siapkan dulu."


" Iya nggak apa-apa mbak, kalau gitu sambil menunggu kami pesan buat makan di sini mbak."


" Kalian mau pesan apa?." Tanya Breeze ke viona, anggun Dan loni.


" Samain aja sama kaya kamu Zee." Jawab mereka.


Breeze pun memesan paket yang ada nasi, ayam, kentang dan minum. Setelah itu Breeze pun langsung membayar pesanannya.


" Zee kamu anak orang kaya ya." Tanya loni saat mereka sudah duduk untuk menikmati makanan mereka.


" Kenapa kamu tanya kaya gitu?."

__ADS_1


" Nggak tadi kamu bayar semua ini pakai black card soalnya kalau dari novel yang aku baca yang punya black card itu cuma orang kaya aka." ucap Loni.


" Kamu tahu nama panjangnya Zee." Tanya viona ke loni.


" Breeze earlyta putri al-Fathir kalau nggak salah sih tadi yang aku dengar." Jawab Loni polos.


" Astaga nama belakang kamu al-Fathir, aku mimpi apa semalam kenal dengan sultan." Ucap anggun ternganga.


" Kamu masih keturunan kerajaan." Ujar Loni yang masih belum mengerti.


" Ih.. kamu Loni, kamu pernah dengar nggak perusahaan al-fathir corp."


" Iya pernah, al-fathir corp kan perusahaan nomor satu di Indonesia kan. Eh.... Tunggu... Tunggu berarti Zee." Loni langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terkejut.


" Astaga Loni baru mudeng dari tadi." Ucap viona.


" Gibran al-Fathir itu opa aku." Jawab Breeze.


" Terus kamu anaknya siapa? Sakti al-Fathir, Dania al-Fathir, Rayyan al-Fathir, Zafran al-Fathir atau Zafira al-Fathir." Tanya anggun lagi.


" Kamu kenapa penasaran banget." Tanya loni.


"' iya ada apa sih gun, aku anaknya Rayyan al-Fathir." Jawab Breeze.


" Si kembar tiga." Breeze mengangguk.


" Ya Allah dunia sempit ya. Ayah aku kerja untuk mengurus perkebunan yang di miliki sama pesantren Al-Hikmah." Jelas anggun.

__ADS_1


" Oh ya, kok aku nggak pernah tahu kamu ya?." Kata Breeze.


" Wajar ning, kan santri dan santriwati yang di miliki oleh pesantren Al-Hikmah kan ribuan. Jadi wajar kalau Ning Zee nggak pernah lihat saya." Ucap anggun.


" Jangan panggil Ning ah, panggil aku Zee aja. Ayah kamu kerja di pesantren sudah dari kapan?."


" Saat itu usia aku SMP kelas dua dan adik aku kelas tiga SD. Saat itu kami tidak punya tempat tinggal karena rumah kami itu di sita sama rentenir karena nggak bisa bayar utang dan ayah juga di pecat karena selalu di datangin orang yang nagih utang."


" Kenapa orang tua kamu bisa terlilit hutang." Tanya Breeze.


" Buat biaya pengobatan almarhum ibu aku yang harus cuci darah. Dan saat terlunta-lunta ayah aku keserempet motor dan ayah aku terluka. Terus kami di tolong sama Bu nyai Fatimah dan Ning Dania."


" Nenek buyut dan Tante Dania."


" Iya mereka yang menolong ayah dan di bawa ke rumah sakit Al-Hikmah. Terus saat mereka tahu kami nggak punya tempat tinggal. Kami di suruh tinggal di pesantren, ayah di suruh ngurus perkebunan milik pesantren dan aku juga adik aku di sekolahin di sana. Makannya aku belajar dengan giat agar dapat beasiswa untuk masuk kedokteran karena nantinya aku mau mengabdi di rumah sakit Al-Hikmah." Jelas anggun.


" Iya... Iya aku pernah dengar, akhirnya kita bisa bertemu di sini ya."


" Keluarga kamu punya rumah sakit Zee." Tanya loni.


" Keluarga dari Omanya punya rumah sakit Al-Hikmah dan dari keluarga al-fathir sendiri punya rumah sakit tersebar di berapa daerah." Bukan Breeze yang jawab tapi anggun.


" Berarti nanti kalau kita koas atau lulus kuliah bisa masuk ke rumah sakit keluarga kamu Zee."


Zee nggak menjawab hanya tersenyum aja.


Setelah makan dan pesanannya siap mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah pelangi.

__ADS_1


__ADS_2