Rayyan

Rayyan
139. Di jemput Mezza


__ADS_3

Setelah hampir dua puluh empat jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di Indonesia. Setelah mengurus imigrasi dan koper mereka, Argha dan Arkha langsung mengajak Katya dan Nindya keluar dari bandara. Karena sudah di tunggu oleh Mezzaluna yang memang di minta oleh si kembar untuk menjemputnya.


Mezzaluna yang melihat kedua sepupunya keluar dengan masing-masing mendorong troli dengan tumpukan koper. Tapi Mezzaluna mengeryitkan keningnya melihat ada dua anak perempuan di sisi mereka.


" Sudah nunggu lama ya!." Tanya Agha setelah menyapa sepupunya itu.


" Lumayan."


" Maaf ya!."


" Mereka siapa?." Tanya Mezzaluna.


" Halo kak kenalin aku Nindya." Sapa Nindya sambil mencium tangan Mezzaluna.


" Kalau aku kakaknya Nindya, nama aku Katya." Kini gantian Katya yang memperkenalkan diri.


" Hallo juga aku Mezzaluna, sepupunya mereka." Tunjuk Mezzaluna ke kedua sepupunya.


" Kita ketemu mereka di bandara, karena nggak tega mereka hanya berduaan saja jadi aku nawarin mereka bareng. Dan ternyata ayah mereka arsitek al-Fathir corp Amerika yang lagi di tugaskan menangani proyek di sini. Jadi papanya datang ke Indonesia bersama mama dan adiknya. Tapi tiga hari yang mama dan adiknya kecelakaan dan mamanya meninggal sedangkan adiknya koma. Makanya mereka kesini hanya berdua saja." Cerita Argha.

__ADS_1


Mezzaluna yang mendengar langsung terenyuh.


" Oh iya papa kemarinnya cerita kalau ada pegawai al-Fathir corp yang istrinya meninggal karena kecelakaan dan anaknya koma. Dan ternyata itu mama dan adik kalian toh." Ucap Mezzaluna sedih.


" Terus kita mau kemana?." Tanya Mezzaluna


" Antar mereka juga ke rumah sakit dulu, mobil kamu di mana?." Tanya Arkha.


" Di sana." Tunjuk Mezzaluna.


Mereka pun berjalan menuju ke mobil Mezzaluna berada.


Mereka pun sampai di rumah sakit royal Medika.


" Selamat sore mas Argha, mas Arkha dan mbak Mezza. Ada yang bisa saya bantu." Sapa security yang memang sudah mengenal mereka sebagai cucu pemilik rumah sakit.


" Sore juga pak, mau tanya ruang ICU dimana?."


" Oh ruang ICU ada di lantai tiga , keluar lift adanya di sebelah kanan.' jelas pak Security.

__ADS_1


" Makasih ya pak."


Mereka pun berjalan menuju ke arah lift, setelah itu mereka masuk dan Argha langsung menekan tombol angka tiga. Sampai di lantai tiga pintu lift pun terbuka mereka pun keluar lift dan berjalan menuju ke ruangan ICU.


" Papa." Katya dan Nindya langsung berlari menghampiri papanya yang sedang duduk di ruang tunggu.


Pak Bisma langsung menengok saat mendengar suara kedua putrinya. Dan benar saya kedua putrinya sudah sampai dan langsung memeluk mereka.


Setelah mereka saling melepas rindu, pak Bisma pun menghampiri Arkha, Argha dan Mezzaluna. Pak Bisma mengucapkan terima kasih karena telah menemani dan menjaga kedua putrinya.


" Pak Bisma, mohon maaf sebelumnya nanti Katya dan Nindya akan tinggal dimana?." Tanya Argha yang membuat pak Bisma mengeryitkan keningnya.


" Maaf pak Bisma saya cuma tanya saja karena saya berpikir pasti pak Bisma akan lebih banyak berada di rumah sakit. Dan nggak mungkin Katya dan Nindya juga akan terus berada di rumah sakit. Kalau mereka hanya berdua tinggal di rumah bapak apa nggak kasihan hanya berduaan saja. Bagaimana kalau untuk sementara tinggal di kediaman al-Fathir terlebih dahulu." Ucap Argha.


" Kalau nggak di rumah saya aja, buat temen saya ." Ucap Mezzaluna menawarkan diri.


Pak Bisma tampak berpikir dirinya benar-benar merasa nggak enak dengan keluarga bosnya.


" Begini saja, biar malam ini mereka menemani pak Bisma sambil pak Bisma memikirkannya lagi. Saya akan meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan kamar agar Katya dan Nindya bisa istirahat." Ujar Mezzaluna dan langsung pergi meninggalkan mereka untuk menemui direktur rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2