
Berapa hari kemudian Argha yang sudah melakukan shalat istikharah dan sudah yakin dengan jawaban yang Allah SWT berikan. Akhirnya Argha pun memberanikan diri bicara dengan kedua orang tuanya dan juga keluarga tentang niatnya mengkhitbah Ariestya.
Argha mencari keberadaan ayah dan bundanya.
" Bi lihat ayah sama bunda nggak." Tanya Argha ke salah satu ART.
" Oh pak Rayyan dan Bu Syera ada di ruang kerjanya pak Rayyan, Mas." Jawab bibi.
" Oh ya sudah bi makasih ya." Argha pun pergi menuju ke ruang kerja ayahnya.
Tok ... Tok.... Tok
Ceklek
" Ada apa Gha?." Tanya bunda Syera saat melihat anaknya membuka pintu ruang kerja suaminya.
" Ada yang mau Argha omongin, ayah sama bunda sibuk nggak." Tanya Argha.
Bunda Syera menatap suaminya untuk meminta persetujuan suaminya karena dia tahu suaminya sedang mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
" Nggak kok ayah sedang nggak sibuk memangnya kenapa?."
Argha pun masuk ke dalam ruangan ayahnya dan langsung duduk di samping bundanya.
Ayah dan bundanya menatap Argha dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Be..begini yah, Bun, berapa hari ini Argha sudah mendapatkan Jawaban atas shalat istikharah yang Argha jalani dan Argha sudah mantap untuk mengkhitbah Ariestya untuk menjadi pendamping hidup Argha dan Argha minta ayah dan bunda bersedia membantu Argha untuk mengkhitbah Ariestya untuk Argha ke kedua orang tua Ariestya." Ucap Argha mantap.
Sedangkan ayah Rayyan dan bunda Syera langsung tersenyum bahagia mendengar omongan anaknya. Ayah Rayyan dan bunda Syera sangat bahagia bisa berbesan dengan Wahyudi teman ayah Rayyan semasa di pesantren dulu.
" Baik lah nanti ayah Rayyan akan berbicara ke kedua orang tua Ariestya tentang niatan baik kamu." Ucap ayah Rayyan.
Setelah kepergian anaknya dari ruang kerjanya, ayah Rayyan langsung menelpon teman lamanya.
" Assalamualaikum yud." Sapa ayah Rayyan.
" Walaikum salam Ray, wah ada apa gerangan seorang pengusaha sukses tiba-tiba menelpon nih." Jawab seseorang di sebrang sana yang tak lain dan tak bukan adalah Abi nya Ariestya.
" Hahaha... Bisa aja, bukannya kamu lebih hebat yud! Sekarang sudah jadi ustad kondang."
__ADS_1
" Hahaha... Sudah ah di Alhamdulillah kan saja dengan apa yang sekarang kita capai. Ngomong-ngomong ada apa nih tumben telpon pasti ada sesuatu yang penting." Tanya Wahyudi.
" Iya nih yud, ngomong-ngomong anak perempuan kamu yang mondok di tempat kakek aku apakah sudah ada yang memintanya." Tanya ayah Rayyan.
" Alhamdulillah yang meminta banyak Ray, tapi dia masih ingin sekolah dulu. Emangnya kenapa Ray?."
" Begini putra aku tertarik sama putri kamu yud, dan dia sudah shalat istikharah dan jawabannya itu anak kamu. Makanya dia minta tolong sama aku buat menyampaikan niatnya sama kamu. Kalau dia ingin ta'aruf dan mengkhitbah anak kamu yud." Jelas ayah Rayyan.
" Wah aku mimpi apa nih diajak berbesan dengan keluarga konglomerat."
" Apaan sih yud, semuanya cuma titipan tahu."
" Iya... Iya kalian memang keluarga rendah hati. Oh iya Ray maaf aku masih ada urusan lagi nanti aku akan sampaikan niatan anak kamu ke putri aku."
" Oh ya udah yud, makasih ya maaf mengganggu waktu kamu."
" Iya nggak apa-apa Ray, assalamualaikum."
" Walaikum salam. "
__ADS_1