
Galang bersama ibu dan adiknya pun pamit pulang setelah mereka mengobrol banyak. Kini mereka sudah berada di rumah dan ibu pun langsung menyiapkan berkas keperluan untuk anak-anaknya masuk sekolah.
Bu Rohimah cukup senang anak-anaknya bisa melanjutkan sekolahnya. Tapi dia juga cukup sedih karena bukan dia yang membiayai anak-anaknya.
" Lang ini surat-surat yang di butuhkan nanti semuanya ada di sini." Ucap ibu sambil menyerahkan amplop coklat besar ke Galang.
" Makasih Bu." ucap Bagas.
" Nggak nyangka ya ada orang seperti mereka, Mereka baik banget ya padahal kan baru kenal." ucap Dewi adik Galang yang perempuan.
" Aku juga nggak nyangka bakal bisa bersekolah secepat ini." Jawab Bima adik bungsunya Galang yang memang sudah sangat ingin sekolah Lagi.
" Kalian bersyukurlah karena ada yang baik dan membantu kalian untuk bersekolah. Makanya kalian belajar yang giat dan raihlah prestasi yang baik agar tak mengecewakan mereka." Ucap ibu.
" Iya Bu." ucap mereka.
Sore hari Galang kembali ke pesantren untuk mengantarkan berkas untuk sekolah Galang dan adiknya.
" Assalamualaikum." Galang mengucapkan begitu sampai di depan kakek Azzam.
" Walaikum salam." Jawab semua orang yang sedang berada di rumah kakek Azzam.
" Masuk Lang." Ucap Rayyan yang menyuruh Galang untuk masuk.
" Nggak usah om Galang ke sini cuma mau mengantar berkas." ucap Galang.
" Galang sudah datang ayo masuk dulu." Ucap Mommy khayra yang betulan mau keluar rumah.
" Nggak usah Oma soalnya aku mau ke pasar sore mau beli pesanan ibu buat jualan besok pagi." jawab Galang.
" Ibu jualan apa Lang." Tanya Mommy khayra.
__ADS_1
" Ibu jualan nasi uduk sama sayur Mateng juga gorengan."
" Ya udah besok Oma ke sana ya mau nyoba."
" Iya Oma di tunggu, kalau gitu Galang pamit dulu."
" Kamu naik apa Lang ke pasar Sore ." Tanya Mommy khayra.
" Naik sepeda Oma."
" Ya sudah hati-hati ya bawa sepedanya."
" Iya Oma, Assalamualaikum.'
" Walaikum salam."
*****
Keesokan harinya di kediaman keluarga al-Fathir tidak ada Mommy nya yang biasanya mengurus sarapan pagi semua orang. Karena Mommy tidak ada jadi anak dan menantunya yang menggantikan. Walaupun mereka mempunyai orang yang bertanggung jawab dalam hal memasak makanan untuk seluruh keluarga. Tapi tak lantas membuat Mommy khayra tidak menginjakkan dapur.
Setelah sarapan semua orang pun pergi melakukan aktifitas masing-masing. Ada yang ke kantor , ada yang ke sekolah dan ada yang pergi ke toko.
Lain di kediaman keluarga al-Fathir di pesantren pagi-pagi Mommy khayra mengajak anaknya Dania untuk pergi membeli sarapan di ibunya Galang.
" Kita mau kemana sih Mom?." tanya Dania yang tiba-tiba di ajak Mommy nya.
" Khalid masih sama Deddy kan di masjid." Tanya Mommy khayra
" Iya sama Sakha juga tinggal Shanum yang di rumah."
" Kamu belum buat sarapan kan."
__ADS_1
" Ya belum lah Mom orang mau buat sarapan malah di culik sama Mommy." Ucap Dania.
" Kamu tahu soal Rayyan mau membiayai sekolah seorang anak. eh ... nggak deh tapi tiga anak." Tanya Mommy khayra.
" Iya aku tahu."
" Ibunya anak itu katanya jualan nasi uduk dan sayur Mateng." Jawab Mommy khayra.
Mereka pun sampai di tempat jualannya Bu Rohimah.
" Assalamualaikum Bu Rohimah."
" Walaikum salam, ya Allah Bu Khayra ada apa ya Bu." Tanya Bu Rohimah yang kaget kedatangan Mommy khayra.
" Nggak ada apa-apa kok Bu Rohimah saya kepingin beli sarapan." Ucap Mommy Khayra.
Mommy Khayra pun menyebutkan apa saja yang dia mau beli.
" Wah ini uli sama ketan hitam ya Bu." Tanya Mommy khayra.
" Iya Bu."
" Siapa yang bikin?." Tanya Mommy khayra lagi.
" Saya sendiri yang bikin Bu."
Mommy Khayra pun mengambil satu potong uli dan satu bungkus tape ketan hitam. Lalu Mommy khayra pun memakannya.
" Wah ini enak sekali Bu, saya ambil semua uli dan tape ketan hitamnya. Suami saya sangat juga sama makanan ini." Ucap Mommy khayra.
" Sayang coba deh ." Ucap Mommy khayra yang meminta Dania untuk menyicipinya.
__ADS_1
" Syukurlah kalau Bu Khayra suka."