
Syera dan kedua putrinya pun sampai rumah.
" Assalamualaikum." Mereka bertiga pun mengucapkan salam saat mau rumah.
" Walaikum salam."
" Pakde, bude kok datang nggak bilang? Kan Sye nggak pergi kalau gitu." Ujar Syera setelah menyalami pakde dan budenya.
" Pakde juga nggak rencana mau mampir kemari ndok, kami ke sini mau nganter dewa dia dapat beasiswa di universitas negeri di sini. Dan kebetulan Flora juga akan di pindahkan ke sini dan Flora minta kami untuk ikut juga dia nggak tega kalau ninggalin kami berdua saja. Makanya kami ke sini sekalian mau cari tempat tinggal buat nanti."
" Nah tadi pas sampai hotel Flora bilang kalau rumah kamu tuh dekat hotel tempat kami nginap. Makanya pakde ngajak mampir nggak enak kalau nggak mampir." Jelas pakde.
" Wah kamu hebat dewa bisa dapat beasiswa." Ucap Syera.
" Itu juga berkat doa ibu dan bapak juga kak flora." Jawab dewa.
" Kamu masih kerja di perpajakan Flo? Udah diangkat jadi PNS." Tanya Syera ke Flora.
__ADS_1
" Masih kak, Alhamdulillah sudah di angkat jadi PNS dan aku di pindah ke sini kak tinggal nunggu surat aja." Jawab Flora.
" Oh iya sayang Abang nawarin tempat yang kemarin Abang bangun kan dekat juga tuh ke kampus tempat dewa kuliah. Lagi pula kan di sana ada rumahnya di belakang jadi cocok kan kalau buat toko furniture. Dari pada kosong dan kita juga belum ada rencana." Ucap Rayyan.
" Iya biasanya kalau cari rumah buru-buru suka mahal jatuhnya. Pakde sama keluarga bisa tempati tempat yang Abang tawarin pelan-pelan siapa tahu nanti dapat rumah yang murah tapi bagus." Ucap Syera.
" Mana ada rumah bagus tapi murah."
" Ada pakde kalau dia jual butuh, kalau nggak pakde bisa tinggal di rumah peninggalan kakek dan nenek. Tapi lumayan jauh ke kampus dewa." Ucap Syera.
" Baiklah, tapi pakde nggak ngerepotin kan."
" Nggak dong pakde justru Ray senang karena kalau pakde dan keluarga ada di sini jadi Syera bisa dekat saudara. Biasanya kan Syera jauh dari saudara jadi jarang bertemu." Ucap Rayyan.
" Gimana kalau besok Syera yang antar pakde dan bude untuk melihat tempatnya. Tapi maaf kalau besok Rayyan nggak bisa antar soalnya Rayyan ada meeting." Tambah Rayyan.
" Nggak apa-apa kok, kami nggak mau kalau sampai mengganggu pekerjaan kamu." Ucap pakde.
__ADS_1
Pakde dan keluarganya baru pulang setelah makan malam setelah di paksa oleh Mommy Khayra dan Deddy Gibran.
Keesokan harinya Syera menjemput pakde dan bude juga Flora di hotel tempat mereka menginap. Dewa sendiri dia tidak ikut karena ada yang dia urus di kampusnya itu.
Syera yang memang sengaja membawa mobil sendiri agar bisa leluasa mengantar pakde dan budenya.
Dari hotel hanya menempuh waktu sepuluh menit mereka pun sampai. Syera langsung membunyikan klakson mobilnya begitu sampai di bangunan yang suaminya bangun belum lama ini.
Tak lama pak Marjan langsung membukakan pintu pagar agar mobil majikannya bisa masuk. Pak Marjan adalah orang yang di percaya untuk menjaga dan memberikan bangunan ruko dan juga tempat tinggal. Pak Marjan tinggal bersama istri dan ke dua anaknya dan salah satu anaknya juga sama kaya pak Marjan di minta Rayyan untuk jadi penjaga atau security. Mereka di bikinkan rumah untuk mereka tinggal di pojok bangunan.
" Selamat pagi mbak Syera." Sapa Bu Mina istrinya pak Marjan.
" Pagi juga mbok Mina dan pak Marjan, oh iya kenalin ini pakde dan juga bude saya. Dan ini anak mereka namanya Flora, seperti yang semalam saya dan suami saya bilang di telpon. Kalau mereka yang nantinya akan tinggal di sini,.jadi nanti mohon bantuannya ya pak Marjan dan Bu Mina."
" Iya mbak, kami malah senang kalau ada yang menempati jadi ramai.' jawab pak Marjan.
" Ya sudah saya masuk dulu mau kasih lihat ke mereka. Kami masuk dulu ya ." pamit Syera.
__ADS_1