Rayyan

Rayyan
160. Ariestya di jemput pulang


__ADS_3

Keesokan harinya ayah Rayyan memberitahukan ke putranya kamu dia sudah berbicara dengan abi nya Ariestya.


" Gha, ayah sudah bilang ke Abi nya Ariestya tentang rencana baik kamu. Terus kapan kamu mau datang untuk ta'aruf dengan Ariestya." Tanya ayah Rayyan.


" Kalau akhir bulan ini gimana yah?."


" Boleh nanti ayah telpon Wahyudi kalau kita mau datang akhir bulan ini."


" Wahyudi siapa yah?." Tanya Arkha yang baru bergabung.


" Wahyudi itu teman ayah di pesantren dulu."


" Terus kita mau ke rumahnya ya? Emang mau ada apa?." Tanya Arkha lagi yang masih belum mengerti apa yang di omongin kedua orang tuanya dan juga kembarannya.


" Oh kita datang ke sana karena Argha mau ta'aruf sama anaknya teman ayah itu."


" Kamu mau ta'aruf sama anaknya teman ayah Gha! Memang kamu kenal ?." Kini Arkha menatap kembarannya.


Argha mengangguk


" Kenal dimana?." Arkha bingung karena dia cukup mengenal semua teman Argha karena biasanya teman Argha temannya juga.


" Hehehe... Dia santriwati di pesantren kakek buyut. " Jawab Argha sambil nyengir karena tahu pasti kembarannya sebal dengannya karena nggak cerita ke dia.


" Kamu kenalan sama santriwati."

__ADS_1


" Nggak kha, aku lihat dia saat sedang bersama dengan temannya dan juga om Khalid. Aku nanya ke om Khalid siapa namanya dan om Khalid yang memberitahukan namanya." Jelas Argha.


" Kok jadi penasaran sama wanita yang membuat kembaran aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Arkha.


" Lihat saja nanti kalau sudah melihatnya kamu pasti akan mengerti mengapa aku jatuh cinta pada pandangan pertama." Ucap Argha kepada kembarannya.


Akhirnya pembicaraan mereka berakhir dan mereka pergi ke kamar masing-masing.


****


PESANTREN AL-HIKMAH


Ariestya yang sedang berkumpul dengan teman-temannya di halaman samping asramanya. Tiba-tiba ada seorang santriwati yang memberitahukan kalau dia di panggil kyai dan di tunggu di Ndalem.


" Walaikum salam." Jawab semuanya.


" Maaf kak Tya, di panggil pak kyai di suruh ke Ndalem." Ucap santri itu ke Ariestya.


" Ada apa ya? "


" Kalau itu saya kurang tahu."


" Ya sudah kalau begitu terima kasih ya."


" Sama-sama kak, saya permisi dulu assalamualaikum."

__ADS_1


" Walaikum salam."


" Ya sudah teman-teman aku ke Ndalem dulu ya, assalamualaikum." Pamit Ariestya.


" Walaikum salam."


Ariestya pun pergi meninggalkan teman-temannya untuk menuju ke Ndalem menemui pak kyai. Tapi saat mendekati Ndalem Ariestya melihat mobil Abi nya terparkir di depan rumah kyai pemimpin pesantren Al-Hikmah. Senyum Ariestya pun langsung mengembang karena dia juga sudah kangen dengan Abi nya itu.


" Assalamualaikum."


" Walaikum salam, ayo masuk Tya ." Ucap Bu nyai yang mempersilahkan Ariestya untuk masuk ke dalam rumah.


Ariestya langsung menyalami semua yang ada di sana dan tak lupa Ariestya juga memeluk Abi nya.


" Karena Tya nya sudah ada di sini silahkan nak Wahyudi bisa langsung bilang ke Tya nya langsung. " Ucap pak kyai mempersilahkan Wahyudi untuk berbicara dengan putrinya.


" Ada apa bi?." Tanya Ariestya penasaran.


" Abi ke sini ingin menjemput kamu untuk pulang dulu sebentar dan Abi sudah meminta izin dan di izinkan jadi Abi minta sekarang kamu untuk siap-siap pulang sama Abi." Jelas Wahyudi.


" Nggak ada yang terjadi apa-apa kan bi." Tanya Ariestya penuh selidik.


" Nggak ada apa-apa nak! Sekarang kamu siapkan barang-barang kamu takut keburu kemalaman."


Akhirnya pun pamitan untuk kembali ke asrama.

__ADS_1


__ADS_2