
Tak lama datanglah Dewa yang duduk di samping ayahnya.
" Yah emang kemarin ayah pamitan dengan pakde Majid yah, kok bisa pakde Majid bisa ikut." Tanya Dewa.
Karena Dewa bingung keluarganya tak begitu dekat dengan keluarga pakde Majid. Makanya Dewa sempat heran kok keluarga pakde Majid ikut.
" Nggak ayah nggak temu sama pakde majid, ayah juga kaget saat pakde Majid bilang mau ikut nganter kita pindahan. Ayah sudah mencoba untuk tidak mengajak pakde Majid dan keluarganya. Tapi kamu tahu sendiri kan pakde Majid orangnya maksa. "
" Pakde Majid tahu kita mau pindah nggak sengaja bude Rosa itu bilang ke pekerja perkebunan. Kalau bayaran mingguannya bakal di bayar lebih awal karena bude Rosa dan keluarganya kan mau ikut karena sudah lama nggak bertemu dengan Syera. Tak tahunya ada pakde Majid di dekat situ dan dengar makanya pakde Majid bisa tahu." Jelas pakde Majid.
" Tapi pakde Majid dan keluarganya bikin malu aja yah, kan nggak enak sama mas Rayyan. Pasti mas Rayyan marah banget istrinya di rendahkan seperti itu. "
" Sudah yuk kita masuk." Ajak pakde Rosyid.
" Ayah aja yang masuk, dewa di sini dulu yah ngadem." Pakde Rosyid pun masuk kedalam.
__ADS_1
Setelah ketegangan yang terjadi di rumah pakde Rosyid dan Rayyan yang langsung mengajak anak dan istrinya pulang. Sebenarnya Rayyan sendiri tak enak dengan pakde Rosyid dan bude Mitha tapi karena dia sudah kesal. Jadi mau nggak mau Rayyan mengajak pulang.
" Kita mau pulang atau mau pergi kemana gitu." tanya Rayyan ke anak dan istrinya
" Boleh nggak kita pergi ke PRJ." Tanya Arkha
" Iya yah." Sambung Argha.
" Iya yah Zee mau beli Chiki sekarung gitu." Timpal Breeze.
" Gimana Bun?." Tanya Rayyan ke sang istri.
Setelah mendapatkan persetujuan dari sang istri, Rayyan pun mulai melajukan mobilnya ke PRJ.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan memakan waktu karena jalanan lumayan macet. Dan akhirnya mereka pun sampai, mereka pun langsung menuju pintu masuk. Beruntung di jalan mereka sudah membeli terlebih dahulu melalui online. Jadi mereka tak harus ngantri di loket tiket.
__ADS_1
Mereka pun masuk dan menikmati kemeriahan yang ada.Mereka berkeliling melihat bermacam ragam yang di jual di sana. Keempat anak nya benar-benar menikmati keseruan yang ada.
Keseruan yang ada di PRJ membuat mereka melupakan kejadian yang baru terjadi di rumah pakde nya syera. Mereka cukup lama berada di sana, jam sembilan malam mereka baru pulang dari sana.
Pukul setengah sebelas mereka pun sampai rumah, Syera langsung membangunkan keempat anaknya yang tertidur di mobil. Mereka pun masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh Mommy Khayra yang ternyata menunggu mereka.
" Kalian kok pulangnya malam banget kirain kalian menginap di sana." Tanya Mommy khayra.
" Eh..... Kok kalian bawa beginian sih bukannya kalian ke rumah pakde nya Syera tapi kok ini kaya yang orang yang habis dari PRJ." Tanya Mommy khayra lagi yang melihat Chiki karung yang di bawa cucunya.
" Kita emang dari PRJ Oma, kita di rumah kakek Rosyid cuma sebentar soalnya orang yang ngeselin.' celetuk Breeze.
Mommy Khayra langsung menatap anak dan menantunya setelah mendengar cucunya bicara.
" Udah sayang biarin mereka istirahat ini sudah malam pasti mereka sudah capek." Ucap Deddy Gibran yang melihat anaknya sedikit ragu untuk bercerita.
__ADS_1
" Ya sudah kalian istirahat sana."
Rayyan bersama anak dan istrinya pun langsung masuk ke kamar masing-masing.