
" Selamat kembali di rumah sayang." Ucap Rayyan begitu mereka sampai di depan rumah.
" Iya bang, tiga hari di rumah sakit bikin kangen rumah."
Syera pun langsung diajak Rayyan ke kamarnya, sedangkan ketiga bayinya berada di kamar mereka yang berada di sebelah kamar Rayyan dan Syera.
" Aduh bang rasanya enak banget bisa tiduran di kasur sendiri, ternyata mau sebagus apa pun fasilitas rumah sakit. Nggak senyaman kasur di rumah." Ucap Syera yang langsung merebahkan tubuhnya.
" Kamu istirahat saja dulu kalau mau perlu sesuatu telpon Abang aja ya. Abang ada di ruang kerja nemuin Faisal dulu soalnya ada pekerjaan yang harus Abang tanda tangani." Ucap Rayyan.
" Sye mau istirahat dulu sebelum nanti ngasih ASI lagi ke triple B."
Syera istirahat sedangkan Rayyan keluar kamar pergi menemui Faisal.
*******
Mempunyai tiga bayi kembar menjadi kesenangan tersendiri buat Syera. Syera punya kegiatan baru walaupun lelah tapi dia sangat menikmatinya. Apalagi ketiga anaknya kini sudah tak lagi berada di dalam inkubator. Jadi kalau malam ketiga anaknya bisa tidur sekamar dengan dia dan suami.
" Sayang pasangin dasinya dong." Rayyan menghampiri Syera dengan membawa dasi untuk di pasangin oleh istri tercinta. Bukan karena Rayyan tidak bisa memasang dasinya tapi bagi dirinya. Lebih menyenangkan kalau istrinya yang masangin dasinya.
Syera dengan senang hati mengerjakan apapun permintaan suaminya.
Setelah rapih Rayyan mengajak sang istri untuk turun ke bawah buat sarapan bersama. Tapi sebelumnya Rayyan akan berpamitan dengan ketiga anaknya.
" Bang kebiasaan! Jangan di cium kaya gitu nanti bangun Mereka kasihan tahu." Protes Syera yang sebal kalau Rayyan pamit dengan ketiga anaknya pasti dia akan mencium dengan gemas seluruh wajah anaknya. Dan tak jarang karena ulahnya anaknya jadi bangun dan menangis.
" Habis gemas sayang." Ucap Rayyan.
Dan benar saja anaknya si sulung menangis karena tidur terusik dan membuat dua adiknya ikut menangis.
" Abung Iiihss..." Kesal Syera.
Syera pun memanggil pengasuh mereka untuk anaknya di bawa ke kamar mereka. Karena dirinya akan menemani suaminya untuk sarapan.
Syera kembali ke kamar anaknya untuk melihat mereka karena Syera akan membawa mereka untuk berjemur.
*
__ADS_1
Rayyan sampai kantor ternyata bersamaan dengan Faisal juga baru sampai.
" Baru sampai juga sal." Tanya Rayyan.
" Iya, tadi ngantar nyokap ke rumah kakaknya dulu makanya baru sampai."
Mereka pun berjalan masuk ke dalam lift khusus petinggi.
" Oh iya, Ray PT. Citra buana ngajuin penawaran untuk kerjasama untuk membuat Mall." Ucap Faisal.
" Citra buana kok bisa." Tanya Rayyan bingung.
" Nggak tahu saat kita keluar kemarin kan kita nggak balik ke kantor. Kata nila utusan dari citra buana datang dan memberikan proposal kerjasama." Jelas Faisal.
" Deddy sudah tahu." Tanya Rayyan lagi.
" Sepertinya belum."
Faisal dan Rayyan keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Rayyan.
" Nila saya minta proposal PT. Citra buana." Ucap Rayyan.
" Terima kasih Nil." Ucap Rayyan setelah mengucapkan terima kasih ke nila setelah itu dia masuk ke dalam ruangannya.
Rayyan pun masuk ke dalam ruangannya lalu duduk di kursi kebesarannya. Lalu dia pun mulai membuka dan membaca proposal PT. Citra buana.
Berapa saat kemudian.
" Coba kamu lihat deh." Ucap Rayyan yang memberikan proposal PT. Citra buana ke Faisal.
Faisal pun langsung membaca proposal tersebut.
" Ada yang aneh nggak." Tanya Rayyan.
Faisal langsung menatap ke Rayyan." Ada yang aneh kenapa mereka menawarkan keuntungan yang tidak masuk akal."
" Itu dia, coba aku bilang ke Deddy dulu." Rayyan pun langsung menghubungi Deddy nya.
__ADS_1
" Gimana Ray?." Tanya Faisal begitu Rayyan selesai menelpon.
" Sesuai dengan tebakan aku."
" Kenapa?."
" PT.citra buana itu dulu salah satu klien yang cukup lama bekerja sama dengan perusahaan kita. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba tidak memperpanjang kerja sama kembali. Kalau menurut Deddy itu karena adanya perpecahan jadi PT. Citra buana di kuasai oleh pak Angga.. Dan dia mendepak adiknya karena adiknya tidak setuju kakaknya melepas kerjasama dengan perusahaan kita. Karena pak Angga lebih tertarik bekerja sama dengan perusahaan Jerman dan memindahkan PT. Citra buana ke Jerman memjadi AZ company." Jelas Rayyan.
" Kalau PT. Citra buana itu sudah mengganti nama menjadi AZ company kenapa mereka menawarkan kerja sama dengan kita pakai PT. Citra buana.?." Tanya Faisal.
" Kita ke ruangan Deddy sekarang." Rayyan beranjak dari duduknya dan pergi ke ruangan Deddy nya Faisal juga ikut berdiri dan pergi mengikuti atasannya.
Sampai Ruangan Deddy ternyata anak dan menantunya termasuk asisten masing-masing. Juga ada om Hilman dan om Akbar juga di sana.
" Ray kamu dapat proposal PT.citra buana gimana?." Tanya Deddy Gibran.
" Kata nila kemarin ada utusan dari PT. Citra buana namanya Soraya Zola ingin menemui Ray untuk mengajukan proposal kerjasama. Tapi karena Ray dan Faisal sedang tidak ada di tempat jadi proposal nya di titipkan ke nila. Tapi katanya dia bakal balik lagi." Ucap Rayyan.
" Gimana bar? Apa yang kamu dapat."
" Angga mengganti nama PT. Citra buana dengan AZ company karena mengikuti partner bisnisnya. Tapi dia nggak tahu kalau AZ company itu terdaftar atas nama partnernya itu. Di saat AZ company sudah maju Angga di depak oleh partner. Dan Angga baru tahu kalau dia di tipu. Makanya dia kembali lagi ke sini kerena dia sudah tak punya apa-apa. Dia sengaja membuat proposal atas nama PT. Citra buana dengan tujuan menyari modal. Padahal perusahaan itu sudah tidak ada lagi, dia cuma berharap kami para klien nya dulu langsung tertarik karena faktor kepercayaan kliennya jaman dulu." Jelas om Akbar.
" Lalu siapa Soraya Zola?."
" Anak tirinya Angga Zola, dia menikah dengan janda yang sudah memiliki tiga orang anak. Dan Angga sendiri belum memiliki anak kandung. " Jelas om Akbar lagi.
" Terus ini gimana?" Tanya Rayyan.
" Tenang aja, nanti kalau dia datang biar Jo yang ngadepin Jo bakal standby di ruang kamu sama Faisal juga. Kalau dia datang kamu sama Faisal bersembunyi." Ucap Deddy Gibran.
" Iya karena wanita itu sangat licik sama seperti ibunya." Timpal om Akbar.
" kita hanya perlu barang bukti agar mereka tak menampakkan diri lagi ke perusahaan. Apalagi orang tuanya Angga itu sahabat Opa jaga-jaga aja." Ucap om Hilman santai.
Kini mereka kembali ke ruangan masing-masing dan sesuai perintah Deddy kini di ruangan Rayyan ada Jo dan Faisal.
" Mas Ray saya copot dulu ya foto-foto semua yang ada di sini. Syukur-syukur dia nggak tahu wajah mas Rayyan jadi saya bisa gampang beraksi." ucap Jo.
__ADS_1
Setelah mendapat izin Jo pun segera menyimpan semua foto Rayyan dan keluarga kecilnya. Dan kini tinggal menunggu kedatangan orang itu saja.