
Galang pulang ke rumah dan langsung bercerita dengan ibunya. Ibunya Galang yang belum mengenal keluarga pesantren pun merasa nggak percaya dengan apa yang di bilang anaknya. Ibunya Galang berpikir mana mungkin ada orang yang baru di kenal tiba-tiba berkeinginan menyekolahkan anaknya.
Tapi pagi harinya ibunya Galang bertemu dengan soabi.
" Mbak Rohimah, Galang sudah cerita belum?." Tanya soabi.
" Soal apa ya?." jawab ibunya Galang yang pura-pura tidak tahu.
" Itu mbak, Semalam anak yang punya pesantren yang juga teman aku juga sih mbak. Dia semalam beli martabak terus bertemu dengan Galang. Dia tanya Galang sekolah kelas berapa? Maaf loh mbak saya bilang kalau Galang nggak sekolah karena ada masalah dengan orang tuanya. Maaf loh mbak kalau saya cerita ke anak pemilik pesantren saya nggak bermaksud mengumbar masalah yang menimpah mbak dan keluarga. Tapi saya percaya mereka akan menjadi penolong untuk mbak dan anak-anak mbak. Mereka itu orang baik mbak, mbak nanti lihat saja sendiri." Jelas Soabi.
" Percaya deh mbak sama saya." Ucap soabi saat melihat ada keraguan di wajah ibu nya Galang.
" Benar kata soabi nak Rohimah siapa tahu ini jalan agar anak-anak kamu bisa sukses dan membuktikan ke mantan suami kamu kalau kamu bisa tanpa bantuannya. Mereka orang baik banyak yang sudah di bantu oleh mereka." Ucap Abahnya soabi.
" Dan mbak Rohimah bisa mencari info tentang keluarga al-fathir nanti mbak akan mengetahui bagaimana dermawan nya mereka. Rayyan itu anak dari Gibran al-Fathir." ucap soabi.
Ibu nya Galang pun pulang ke rumah dan langsung mencari tahu siapa keluarga al-fathir. Dan ternyata benar apa yang di bilang soabi dan Abahnya mereka orang baik
" Bu gimana! Boleh Galang ke rumah orang yang semalam? " Tanya Galang takut-takut." Jujur Galang mau sekolah Bu, biar nanti Galang bisa dapat kerja yang bagus dan bisa ngebuktiin ke bapak kalau tanpa dia ibu bisa membuat Galang dan adik-adik sukses." Ucap Galang lagi.
Tapi ibunya Galang hanya diam.
" Bu, nggak tahu kenapa kok Galang percaya orang itu bisa membantu Galang dan adik-adik mewujudkan cita-cita kita Bu." Ucap Galang yang berusaha meyakinkan ibunya.
__ADS_1
Akhirnya Bu Rohimah pun mengalah dan nggak ada salahnya siapa tahu memang benar orang itu bisa membantu anak-anaknya.
Galang bersama ibu dan kedua adiknya pun pergi ke pesantren.
" Assalamualaikum pak." Ucap Galang saat sampai di gerbang pesantren.
" Walaikum salam, eh nak Galang. Mau ketemu Gus Rayyan ya?.' Tanya security pesantren.
" Iya pak, kok bapak tahu saya mau ke temu om Gus Rayyan." ucap Galang.
" Iya Gus Rayyan sudah bilang ke kami kalau nanti nak Galang dengan keluarganya datang suruh antar menemuinya. Ayo mari saya antar." Security itu pun mengantar Galang, ibu, dan adiknya.
" Wah, bang Galang ternyata luas banget Bima baru tahu dalamnya pesantren ini." ucap Bima adik bungsunya Galang begitu mereka sudah di dalam lingkungan pesantren.
Mereka pun sampai di rumah kakek dan neneknya Rayyan dan mereka di suruh menunggu di ruang tamu.
Tak lama Rayyan keluar bersama dengan istrinya, Mommy dan Deddy, Kakek dan nenek juga mas sakti dan istrinya.
" Akhirnya datang juga kamu Galang." Ucap Rayyan.
" Iya om, oh iya kenalin ini ibu Galang."
" Assalamualaikum saya Rohimah ibunya Galang."
__ADS_1
" Walaikum salam."
" Kalau ini kedua Adik Galang yang perempuan namanya Dewi dan yang laki-laki namanya Bima." ucap Galang.
" Salam kenal Saya Rayyan semalam saya bertemu dengan Galang dan menawarkan sesuatu ke Galang. Saya minta Galang menemui saya dengan ibu dan adik-adiknya."
" Oh iya perkenalkan dulu ini istri saya Syera "
" Salam kenal saya Syera istrinya bang Rayyan."
" Yang ini Mommy dan Deddy saya."
" Salam kenal Bu Rohimah senang bisa berkenalan dengan ibu dan keluarga. Saya Khayra dan ini suami saya Gibran." ucap Mommy khayra.
" Dan yang ini kakek dan nenek saya yang punya rumah ini." ucap Rayyan memperkenalkan kakek dan nenek.
" Salam kenal saya Khodijah dan ini suami saya Azzam. Maaf kalau saya tidak mengenal Bu Rohimah dan keluarga padahal tetangga depan-depanan ya." Ucap nenek Khodijah.
" Saya juga belum lama pindah kok Bu." Jawab ibunya Galang.
" Bu Rohimah nggak sudah sungkan seperti itu." Ucap nenek Khodijah yang melihat ibunya Galang merasa nggak enak hati.
" Ayo Ray sampaikan niatan kamu." Ucap nenek Khodijah meminta kepada cucunya untuk segera berbicara.
__ADS_1